
Ting.. Tong...
Siapa yang bertamu malam-malam begini. Jenni kan lagi pemotretan.
Aku melihat di layar siapa yang datang.
Hah? Matanya.. Seperti pria itu..
Seorang pria dengan bola mata biru keunguan, hampir mirip dengan pria itu. Hanya saja pria ini lebih pekat warnanya, sedangkan pria tadi purple eyes nya terlihat berkilauan. Apa mereka ada hubungan darah,?
Tapi, aku tidak kenal dia. Siapa ya?
Aku pun membuka pintu..
"Cari siapa?"
"Apa Jenni ada? Saya pacarnya, Sam."
"Jenni tidak ada di sini. Sedang pemotretan."
Kenapa nggak langsung telpon Jenni aja ya? masa pacarnya tidak tau jadwal pemotretan Jenni, mencurigakan.!
"Oh oke, Maaf telah mengganggu, saya permisi. Selamat malam."
__ADS_1
"Iya."
Aku pun menghubungi Jenni bahwa ada yang mencarinya dan mengaku kalau dia pacarnya. Sam namanya.
Suara Jenni terdengar sangat ketakutan. Dan dia berkata ada sesuatu yang harus di ceritakan nya kepadaku. Dia berpesan jangan pernah membukakan pintu lagi kepada orang yang tidak di kenal. Apalagi itu Sam.
Aku hendak bertanya, tapi aku urungkan. Lebih baik besok aku mendengarkan ceritanya saja.
Sebenarnya aku juga mengenal Jenni belum lama ini, makanya aku tidak pernah menceritakan masalah yang menimpa keluargaku di masa lalu. Jenni hanya tau kalau aku ini anak yatim piatu saja.
Berbeda dengan Jenni, dia masih punya keluarga. Tapi dia di buang oleh ibu tirinya yang menikah lagi dengan pria lain usai membunuh ayah Jenni. Dan kakak laki-laki nya di bawa oleh ibu tirinya.
Aku hanya tau dari cerita Jenni saja.. Dan belum pernah bertemu dengan ibu tirinya atau pria itu.
.....
Jenni sudah selesai mandi pulang pemotretan. Dia sedang sarapan pagi dengan sereal dan susu, sedangkan aku sarapan bubur ayam. Sedang ingin makan bubur. Kataku kepada Jenni.
Jenni menceritakan siapa Sam sebenarnya. Dia adalah salah satu Anggota Rahasia Purple Eyes atau di singkat ARPE.
Apa? . Aku tersentak..
"Jadi, Apa mungkin pria yang menolongku waktu itu salah satu anggotanya?"
__ADS_1
"Maybe Yes Maybe No, Karena kita tidak mengenalnya, maka sulit untuk mendeteksinya Ta."
"Kau benar juga, tapi pemilik mata ungu itu amat sangat langka. iya kan? Jika anaknya mempunyai warna mata ungu, bisa saja orang tua nya bermata biru, bisa juga warna silver."
"Iya ya, atau bisa juga salah satu diantara orang tua nya bermata ungu juga."
"Nanti saja lah kita pikirkan itu. Lalu kenapa kau sangat ketakutan dengannya?"
"Dia adalah anak dari orang yang sangat aku benci yang telah membunuh ayahku."
Aku kaget. Berarti Sam adalah anak ibu tiri Jenni, dengan kata lain saudara tirinya.
Jenni terlihat ketakutan dan bingung harus bagaimana menghadapi Sam yang katanya akan membunuh dirinya. Sam itu pembunuh berdarah dingin dan bertindak sesuai analisa. Tidak gegabah.. Gerak gerik nya tidak menimbulkan kecurigaan sedikit pun. Seolah-olah orang bodoh yang tidak tahu menahu apapun.
ARPE adalah organisasi yang sangat tertutup, setiap anggotanya tidak pernah menceritakan apa pun tentang organisasi itu, bahkan saat polisi bertanya pun mereka menjawabnya dengan jawaban yang berbeda-beda.
"Jadi bagaimana kita bisa melakukan penyelidikan ini Jen? Apa mungkin kematian orang tua ku juga ada hubungannya dengan mereka. Jika benar, nyawa kita benar-benar sedang terancam Jen."
"Iya, kau benar Ta, nyawa kita memang sedang terancam jika mereka tau identitas kita yang sebenarnya."
.
.
__ADS_1
.
...****************...