
Ayunan cambuk Han Yuxua tidak bisa dikatakan ringan karena sekali putri Han Yuxia mengayunkan cambuknya maka pakaian dan bahkan daging dari putri ketiga diambil. Setiap cambukan membawa teriakan yang menyakitkan untuk didengar dan pada cambukan kesepuluh putri ketiga tidak bisa lagi berteriak dan hanya bisa merintih kesakitam dengan pakaian yang compang-camping luka dan darang yang mengalir deras di tubuhnya. Tak lama setelah itu putri ketiga pingsan tidak sadarkan diri. "sudah cukup sepuluh cambukan ringan untuknya kali ini sebagai pengajaran" ucapan tersebut sangat lembut namun membawa jejak dingin bagi pendengar dan penonton tindakan Han Yuxia.
*****
Putri ketiga yang sudah tak sadarkan diri pun dibawa oleh para pelayannya atas perintah dari kaisar. "Xia'er apa kamu sudah puas sekarang?" tanya kaisar dengan nada lembut juga senyum manis yang kaisar tampilkan untuk putri nya ini. Han Yu Xia mengangguk lalu berkata "Yah, kurasa sudah cukup untuk saat ini dan kuharap saudari ketiga tidak akan mengulanginya lagi" kaisar hanya mengangguk menyetujui ucapan putrinya.
__ADS_1
Han Yu Xia hendak pergi dari jamuan tersebut sebelum berkata "Ayah aku tidak ingin mengambil lamaran apapun saat ini karena hal itu sangatlah tabu menurutku" setelah itu Han Yuxia pergi dengan kursi roda yang didorong oleh Yu Yi. Pangeran Xuan Tian Jun yang melihat kepergian putri Han Yuxia tersenyum dengan berbagai rencana untuk dapat menakhlukan hati putri pertama kerajaan Hunxe tersebut. Berbeda dengan sisi Han Min Ning yang sudah sangat kesal karena Han Yuxia sebenarnya tidaklah cacat dan hanya berpura-pura sambil menarik berbagai simpati menurutnya.
Han Yu Zhen di sisi lain terdesak karena kaisar selalu menanyakan nya soal siapa gadis yang ia pilih namun Han Yu Zhen.selalu mengatakan bahwa dirinya juga sama seperti kakak perempuannya bahwa dirinya tidak memilih pasangan untuk saat ini. Seperti kekacauan yang sudah terjadi banyak yang mulai berbicara tentang bagaimana putri Han Yuxia yang memberikan pelajaran kepada putri ketiga begitu kejam dan beberapa mengatakan bahwa hal itu pantas karena putri ketiga terlalu keji untuk memulai duluan.
Keesokan harinya Han Yu Xia seperti biasa melakukan rutinitas pagi nya. Meminum teh sambil menikmati pemandangan taman milik nya. Yu Er memberitahukan bahwa kaisar ingin bertemu dengan nya. Han Yu Xia pergi menuju aula surgawi ditemani oleh Yu Yi dan Yu Er. Sampai di aula Surgawi Han Yuxia dengan santainya memasuki ruangan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. "kenapa ayah memanggil ku?" tanya Han Yuxia dengan tidak sabaran. Kaisar yang mendengar pun hanya bisa pasrah dengan sifat putri pertama nya yang 'sedikit' kurang ajar. "ayah memanggil mu kemari hanya ingin bertanya apakah kamu ingin mencoba untuk mengikuti tes untuk memasuki sekolah kekaisaran atau akademi Taiyang dan mengasah bakat mu disana?" tanya kaisar kepada Han Yuxia. Meminum Han Yuxia yang awalnya tidak tertarik dengan sekolah pun sedikit tertarik dengan akademi Taiyang karena setaunya Han Min Ning belajar disana karena bakat dan kecerdasan yang dimilikinya. Ada pun Han Yuzhen dan Han Yuzhu yang memang memiliki hak untuk belajar di akademi Taiyang jadi karena itulah dirinya memutuskan untuk mengikuti tes. "ayah aku memilih untuk mengikuti tes masuk akademi Taiyang" sebenarnya Han Yucia bisa memasuki akademi teraebut sesuka hatinya namun dengan sebagai Putri kegelapan Yu bukan putri pertama Hunxe. Jadi dia harus mengikuti tes tersebut dengan berat hati. Dia yang merupakan penatua harus mengikuti tes betapa lucunya itu pikirnya. Tapi apalah daya toh dia disana bukan untuk belajar namun untuk dapat membalaskan dendamnya pada Han Min Ning karena disana dia akan dengan mudah dan memiliki banyak peluang untuk menyelesaikan balas dendam nya.
__ADS_1
Xuan Tian Jun disisi lain yang memperhatikan tindakan Han Yuxia hanya bisa menyunggingkan bibirnya 'menarik' hanya kata tersebut yang selalu keluar untuk menggambarkan tindakan Han Yu Xia. Semakin dirinya mengamati Han Yu Xia semakin dirinya menginginkan Han Yu Xia sebagai miliknya. "Baize cepat ikuti apa yang dilakukan oleh penjaga bayangan putri Han Yu Xia" Baize yang mendapatkan perintah tersebut lantas pergi untuk menjalankan apa yang disuruh. Seperti nya beberapa hari lagi akan ada kabar duka yang diterima kaisar Hunxe. Namun apakah kaisar akan berduka atau tidak itu akan diputuskan saat berita sudah sampai.
Xuan Tian Jun memang masih tinggal di kerajaan Hunxe karena tekadnya untuk dapat menjadi kan putri pertama Han Yuxia sebagai miliknya dan menaklukkan hatinya. Namun sepertinya akan sedikit sulit untuk menaklukkan seorang Han Yuxia. Akademi Taiyang sepertinya ia harus kembali kesana untuk menyelesaikan kan masalahnya.
Shadow yang mendapatkan tugas dari Han Yuxia langsung melesat ke halaman putri ketiga. Walau banyak pelayan dan penjaga disana namun sangat mudah bagi shadow untuk menyusup ke kamar putri ketiga. Seperti yang di perintahkan sebelumnya shadow mencampurkan ramuan yang di berikan Han Yuxia dengan obat putri ketiga. Setelah merasa bahwa tugas nya sudah selesai shadow pun pergi untuk melaporkan bahwa tugasnya selesai dengan baik. Di belakang nya Baize yang mengikuti shadow berjalan ke arah obat yang telah dicampur dengan cairan yang entah apa itu. Baize dengan hati-hati membuka tutup botol porselen yang berisakan obat tersebut lalu mengendus obat yang tercampur. Baize mengangkat sebelah alisnya dengan heran lalu pergiĀ untuk melaporkan hasilnya. Sampai di depan Xuan Tian Jun Baize melapor "yang mulia seperti kecurigaan anda bahwa ramuan yang di serahkan putri Yuxia kepada penjaga bayangannya merupakan sebuah racun yang sangat unik dimana racun tersebut tidak berwarna maupun berbau dan sangat sulit untuk di identifikasi oleh sembarang orang" Baize melanjutkan "dan hamba kira bahwa yang bisa memiliki racun tersebut hanya bisa menjadi seorang ahli racun atau.... "
__ADS_1
"putri kegelapan Yu?" Xuan Tian Jun tidak bisa tidak menebak nya dan seperti dugaannya Baize mengangguk kan kepalanya menyetujui perkataan tuannya "benar yang mulia hanya putri kegelapan Yu lah uang mampu untuk membuat racun yang sangat unik bahkan seorang ahli racun pun tidak bisa membuat penawarnya"