The Rebirth Of Han Yuxia

The Rebirth Of Han Yuxia
Chapter 18


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang sangat di nanti-nantikan oleh semua orang di istana bagaimana tidak hari ini adalah hari pertunangan putri Han Minning dengan seorang pangeran dari kerajaan Ciaze.


Istana menjadi lebih ramai karena kedatangan tamu undangan dari berbagai wilayah untuk mengucapkan selamat kepada keluarga kekaisaran Hunxe. Kaisar beserta ratu duduk di tempat paling tengah aula sedangkan tamu kekaisaran lain duduk di tempat VIP aula.


Han Minning saat ini mengenakan gaun pengantin berwarna merah dengan hiasan sulaman burung phoenix menggunakan benang emas. Han Minning duduk di depan sebuah kaca yang lumayan besar dan memperlihatkan wajahnya yang cantik. Namun, setelah menatap diri nya di cermin ia mendengus kesal. Sebab tadi pagi dirinya melihat salah satu pelayan Han Yuxia yang membuatnya ingat akan saudari perempuan yang sangat dibencinya itu. Kecantikan nya memang bisa menjatuhkan kota namun saudarinya tersebut memiliki kecantikan yang bahkan dapat menjatuhkan sebuah negara. Hal itu lah yang membuat nya semakin benci terhadap Han Yuxia.


"oh putriku kamu sangat cantik dengan gaun itu seakan gaun itu memang di ciptakan hanya untuk mu" ratu berkata tiba-tiba yang menyebabkan Han Minning tersentak kaget.


"ibu anda berlebihan" Han Minning berkata dengan malu-malu karena dipuji oleh sang ratu.


"putriku kamu adalah putriku yang paling cantik yang pernah aku lahirkan. Jadi kenapa masih malu akan kelebihan dirimu itu" "Dan lagi calon suami mu sangatlah tampan dia juga merupakan seorang pangeran mahkota kekaisaran Ciaze. Putriku tak lama lagi kamu akan menjadi putri mahkota Ciaze"


"ya, ibu"


"baiklah, ibu akan keluar terlebih dahulu untuk menunggu kedatangan calon suami mu Ning'er" setelah itu ratu pergi menuju aula utama tempat acara pertunangan dilaksanakan.


Di Kekaisaran Ciaze hampir sama dengan kekaisaran Hunxe dimana banyak tergantung lampion dan hiasan di setiap sudut kerajaan. Di sisi lain seorang gadis tengah duduk di sebuah restoran elit yang ada di kekaisaran. Gadis tersebut sangat tenang dan henyap seakan tak ada suara yang mengganggunya. Gadis tersebut tiba-tiba menyeringai setelah melihat sesosok pemuda datang dari arah pintu. Pemuda tersebut kemudian duduk di depan gadis itu lalu berkata dengan penyesalan.


"maaf Xiao Yu aku terlambat"


"hm* tidak apa-apa. Aku tau kesibukanmu sebagai seorang pangeran" gadis tersebut berkata dengan tenang.


"jangan seperti itu Xiao Yu. Kamu juga seorang putri jadi tak sepantasnya kamu berkata begitu" kata pemuda tersebut sambil melingkarkan tangannya di dada.


"baiklah"


"hmm Xiao Yu kenapa kamu memanggilku kesini? Kamu seharusnya bisa sangat mudah ke istana bukan untuk mencariku?" tanya pemuda tersebut heran.


"aku hanya ingin bicara pribadi di sini"


"bicara tentang apa?" tanya pemuda tersebut bingung.

__ADS_1


"Aku bisa membantumu menjadi pangeran mahkota" gadis tersebut kemudian berbicara dengan serius.


"APA!?" Pekik pemuda tersebut


"apa kamu serius Xiao Yu? Bagaimana jika ayah tidak setuju? Lagi pula saudaraku hari ini akan bertunangan dengan putri kerajaan Hunxe dan sudah di pastikan bahwa ayah akan semakin mendukung saudaraku untuk tahta"


"aku bisa membuat ayah kaisar berubah pikiran dengan mudah" ucap gadis itu tenang."bagaimana? Apa kamu mau saudaraku?"


Pemuda tersebut linglung sejenak akan perkataan gadis yang dipanggilnya Xiao Yu. Dia seakan berharap bahwa perkataan gadis tersebut dapat di buktikan namun bagaimana pun ayahnya sangatlah mendukung saudaranya tersebut dan semakin bias terhadapnya karena dapat bertunangan dengan putri Han Minning.


"saudara?" panggil gadis tersebut yang menyebablan lemuda tersebut kembali ke akal sehatnya.


"baiklah, Xiao Yu kali ini aku akan mencoba saran mu itu" ucap pemuda tersebut setelah berpikir lama.


"baiklah, saudaraku Chen Jingyu" "sangat mudah untuk menjadikanmu sebagai pangeran mahkota dan menggantikan pangeran kedua Chen jingle dengan mudah" lanjut gadis tersebut.


"bagaimana caranya?" tanya pemuda tersebut yang tak laun adalah pangeran ketiga Ciaze, Chen Jingyu.


"aku ingin dia dipermalukan tepat saat dia menikah. Namun, aku ingin dia dapat di turunkan dari posisinya sekarang juga. Apakah kamu bisa mengabulkannya Xiao Yu?"


Chen Jingyu sangat membenci saudaranya tersebut dan gadis tersebut? Dia sudah mengetahui segalanya tentang kenapa Chen Jingyu membenci saudaranya.


7 tahun yang lalu dimana sebelum Chen Jingyu bertemu dengan Xiao Yu. Chen Jingyu merupakan pangeran yang sangat lemah dan bahkan dijadikan sasaran empuk untuk di bully. 7 tahun yang lalu tepat saat musim dingin Chen Jingyu diseret dari halamannya menuju kolam yang ada di halaman oleh pangeran-pangeran lain. Chen Jingyu yang sedang sakit saat itu tidak bisa melawan dan membebaskan diri dari tangan seorang pangeran yang mencengkram tanganya hingga merah. Chen Jingyu saat itu hanya mengenakan pakaian tipis di udara yang sangat dingin. Dia menggigil kedinginan namun, tidak ada seorang pun yang bergerak untuk membantunya seakan dirinya hanyalah hewan malang yang akan menghadiri raja Yama. seorang anak laki-laki kemudian berjalan kedepan dari kerumunan orang yang sedang menonton seakan itu adalah pertunjukan yang spektakuler. Anak laki-laki tersebut tak lain adalah pangeran kedua Chen Jingle yang merupakan pangeran mahkota. Chen Jingle kemudian mendorong cambuknya ke arah Chen Jingyu berada dengan sangat kuat hinga pakaiannya berlumuran darah dengan daging yang terkoyak terkena cambukannya tersebut. Chen Jingyu hanya meringis untuk menahan dirinya berteriak karena dalam prinsipnya seberapa lemahpun dirinya dia tidak akan mengeluh ataupun bertediak betapapun sakitnya.


Setelah Chen Jingle puas mencambuk Jingyu ia kemudian menenggelamkan Chen Jingyu ke dalam kolam es. Chen Jingyu hanya bisa pasrah akan kehidupannya. Luka yang di sebabkan oleh cambukan Chen Jingle terasa sangat perih ketika bersentuhan dengan air kolam yang hampir membeku itu. Sedengkan Chen Jingle dan kelompoknya setelah melihat Chen Jingyu semakin jauh ke dalam kolam mereka pun pergi.


Di kolam Chen Jingyu yang semakin tenggelam mulai merasakan sesak dan sakit di dadanya visinya mulai kabur dan seakan dirinya akan bertemu dengan kematian. Kedua mata Chen Jingyu mulai tertutup dengan helaan nafas terakhirnya sebelum pingsan.


Entah berapa lama Chen Jingyu kesadaraan Chen Jingyu di ambil hingga matanya mulai terbuka perlahan. Chen Jingyu mengira bahwa dirinya telah mati namun sebelum memahami segalanya suara gadis tiba-tiba terdengar.


"kau sudah bangun?" tanya gadis tersebut.

__ADS_1


"..."


"kamu masih hidup tenang saja" ucap gadis tersebut. Kemudian melanjutkan "luka-luka mu sudah sembuh itu hanya luka dangkal dan untuk dirimu yang tenggelam itu.... Mungkin jika aku terlambat sedikit saja kamu akan mati dengan sia-sia"


Chen Jingyu mulai mengerti kenapa dirinya sudah tidak merasakan sakit lagi akibat luka cambukan Jingle dan terbaring di tempat tidur yang cukup sederhana namun terkesan mewah.


"terima kasih"


"hn*" "kau tidak perlu berterima kasih aku menolong mu karena aku memerlukan sesuatu dari mu" gadis tersebut berkata. Chen Jingyu bingung akan perkataan gadis tersebut. Membutuhkan nya? Rasanya itu mustahil untuk membutuhlan sesuatu dari seorang pangeran dengan posisi lemah seperti dirinya.


"tak perlu bingung akan ada saatnya aku akan membutuhkan mu untuk menjalankan suatu rencana" "untuk saat ini aku tidak menagih apapun untuk kompensasinya adapun dirimu yang lemah aku bisa melatih mu untuk menjadi lebih kuat"


"melatihku?"


"benar"


"tapi saya tidak tau siapa anda dan lagi anda tampaknya lebih muda dari saya" Chen Jingyu semakin penasaran akan perkataan gadis tersebut seakan-akan gadis itu memiliki semacam metode ubtuk membuatnya tumbuh kuat.


"oh benar, kau memang tidak mengenal ku namun aku mengenal mu dengan sangat baik"


Kemudian gadis itu melanjutkan "kau adalah pangeran ketiga yang lemah, Chen Jingyu. Pangeran yang selalu menjadi bahan olokan di istana adapun dengan wajahmu yang cantik itu tidak berguna untuk mendapatkan kasih sayang kaisar dan ......"


Chen Jingyu semakin suram setiap mendengar satu demi satu kata yang di keluarkan oleh gadis tersebut.


"bagaimana apakah aku benar pangeran Chen Jingyu" ucap gadis tersebut tiba-tiba setelah selasai dengan penjabaran tentang Jingyu.


"baiklah itu memang benar"


"hn*" gadis gersebut kemudian menanggukan kepalanya "oh kau pasti penasaran dengan nama ku"


Chen jingyu menganggukan kepalanya dengan antusias karena itu adalah hal yang sangat ingin di ketahuinya.

__ADS_1


Gadis tersebut kemudian berkata "...


__ADS_2