
Tiba-tiba seorang kasim masuk ke dalam aula dengan tegesa-gesa dan panik memnuhi ekspresi diwajahnya.
"salam yang mulia"
"hamba mendapatkan kabar bahwa rombongan dari calon mempelai mengalami hambatan dan diserang oleh kelompok berbaju hitam yang menyebabkan pengawal dan pelayan mati di perbatasan" ucap kasim tersebut.
~§o0o§~
"
bagaimana itu bisa terjadi?" tanya kaisar.
"maaf yang mulia hamba tidak mengetahuinya secara pasti namun seorang pemburu yang tidak sengaja melewati tempat itu mengatakan bahwa saat rombongan pangeran Ciaze lewat sekolom orang tersebut tiba-tiba menyerang"
"apakah kelompok itu adalah bandit? Tapi bagaimana mungkin itu bandit biasa di lihat dari sisi pangeran Ciaze banyak ahli yang menjadi pengawalnya" kaisar bingung dengan penyerangan yang tiba-tiba ini dan mulai merasakan firasat yang buruk.
"benar yang mulia namun semua para pengawal ahli tersebut mati di tangan para bandit"
"lalu bagaimana keadaan pangeran Ciaze saat ini?" tanya kaisar.
"pangeran Ciaze saat ini tengah mengganti pakaiannya dengan yang baru karena banyak noda darah yang ada di tubuhnya" jawab kasim tersebut.
Salah satu pengawal pribadi kaisar tiba-tiba bersuara "namun yang mulia ada yang aneh dengan insiden ini"
"apa maksudmu?" tanya kaisar.
"begini yang mulia dari analisis saya setelah mendengar tadi tampaknya insiden ini bukan bertujuan untuk merampok atau kejahatan normal seorang bandit namun semua ini sepertinya telah direncanakan. Juga pangeran Ciaze bukan hanya bisa kembali dengan selamat namun di tubuh nya tidak memiliki luka sama sekali dan noda darah yang ada di tubuh pangeran kemungkinan besar adalah milik dari para pelayan dan para pengawal yang ikut dalam rombongan"
Kaisar mengangguk setuju akan perkataan yang diucapkan oleh pengawalnya "mungkin itu bisa terjadi untuk sekarang kita biarkan dulu" "saat ini adalah hari bahagia Ning'er jadi kita harus menunda dulu untuk penyelidikan. Juga apaka Xia'er sudah kembali saya belum melihat nya beberapa tahun" ucap kaisar dengan sedih bagaimana pun Han Yuxia adalah putri yang dirinya miliki bersama dengan permaisuri Ye.
__ADS_1
"hamba belum melihat putri Yu dan Pangeran Zhu yang mulia namun ada rumor mengatakan bahwa seorang gadis tiba di kota beberapa hari yang lalu"
"apakah itu Xia'er" kaisar sangat senang mendengar rumor tersebut dan berharap bahwa gadis itu adalah putrinya.
"hamba rasa gadis tersebut bukan lah Putri Yu karena gadis tersebut memiliki rambut perak sedangkan putri memilik rambut hitam legam dan juga gadis tersebut ditemani oleh 2 orang ahli yang kuat juga nampak nya gadis itu merupakan seorang ahli yang lebih kuat dari 2 pemuda yang menemani nya di restoran" ucap pengawal itu dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh orang.
"bagaimana bahwa gadis itu memanglah putri ini" seseorang tiba-tiba berbicara dari arah pintu aula seorang gadis berambut perak dengan aura yang mengagumkan berdiri dengan tenang dibelakangnya juga berdiri 2 pemuda yang juga memiliki aura yang hebat.
"Xia'er!!!"
"Zhu'er!!!"
"Pangeran Jingyu!?"
3 orang tersebut adalah Han Yuxia, Han Yuzhu dan Chen Jingyu. Han Yuzhen yang melihat kedua saudara nya kembali sangat senang karena dia tidak akan kesepian lagi seperti yang dia hadapi bertahun-tahun yang lalu.
"hi! Adik ku pakah kamu tidak merindukan putri ini setelah tidak bertemu selama beberapa tahun?" ucap Han Yuxia dengan nada yang sangat datar yang membuat 2 orang yang ada di belakang nya mendengus kesal.
"berhenti lah menggrutu Jingle, Zhu'er itu tidak ada gunanya" ucap Han Yuxia dengan datar.
"Hah!? Bagaimana kamu mendengar nya?" pekik Zhu'er dan Jingle bersamaan setelah keluar dari pikirannya yang hanyut.
"sudahlah" ucap Han Yuxia
"Zhen'er kemari lah jiejiemu sangat merindukan mu"
"sejak kapan kakak menjadi aneh seperti ini?" tanya Zhen dengan bingung.
"kenapa? Apakah kau tidak suka kakak kembarmu kembali pulang" ucap Yuxia mendengus kesal setelah mendengar pertanyaan saudara kembarnya itu.
__ADS_1
"bagaimana mungkin aku tidak senang. Tentu saja aku senang Xia'jie" ucap Han Yuzhen sambil memeluk saudarinya itu.
Han Yuxia kemudian membalah pelukan saudaranya dan berbisik "Zhen apakah penyerangan pangeran mahkota Ciaze adalah perintahmu." Han Yuzhen yang mendengar bisikan saudarinya tertegun bagaimana mungkin saudari nya mengetahui rencana penyerangannya saat hendak menjawab Han Yuxia tiba-tiba memotong "tenanglah aku juga mempunyai rencana namun rencana mu terlalu kuat hanya untuk menjatuhkan semut-semut yang sangat kecil itu"
"Xia'jie kau memiliki rencana?" tanya Han Yuzhen yang ikut berbisik.
"benar namun rencanaku sudah dimulai dari lama jadi kamu hanya perlu dengan sabar menunggu dan menontonnya"
"baiklah"
Saat hendak bertanya tentang rambut saudarinya yang berubah warna Han Yuzhu menarik mereka berdua.
"kalian terlalu lama berpelukan kalian sungguh tak tahu malu" ucap Han Yuzhu kesal melihat kedua kakak nya melepaskan rindu dengan berpelukan di depan umum seperti sekarang. Namun Han Yuzhu jelas bukanlah orang yang bodoh dia memgetahui bahwa kedua kakaknya membicarakan sesuatu yang dirinya tidak ketahui hal itu juga lah yang membuatnya sangat kesal.
Han Yuzhu juga tahu bahwa tempat ini bukanlah tempat yang sesuai untuk memnintanya menjawab perranyaan nya jadi dia hanya bisa diam dengan tenang.
Kaisar yang melihat kedekatan tiga bersaudara tersebut bahagia. Ketiga putra dan putrinya akhirnya bertemu sekali lagi.
Disisi lain Chen Jingle yang sudah berganti pakaian memasuki aula. Namun tepat setelah memasuki aula dia terkejut karena melihat seseorang yang menurutnya itu adalah ilusi dia menggelengkan kepalanya namun tetap saja orang tersebut masih berdiri di tempat awal.
"Jingyu?!" tanya Chen Jingle ragu dan berpikir bahwa ia sedang berhalusinasi.
"owh sepertinya kakak kedua masih mengingat ku" ucap Chen Jingyu acuh tak acuh.
"bagaimana mungkin kau ada disini? Kau seharusnya sudah mati waktu itu namun bagaimana kau bisa ada disini?" ucap Chen Jingle sambil menggretakkan giginya menahan amarahnya sendiri. Aku bagaimana mungkin sampah ini hidup setelah tenggelam di kolam beku. Seharusnya ia memeriksanya sekali lagi sebelum bergi hari itu mungkin sekarang dia tidak akan bertemu lahi dengan sampah ini di kekaisaran Hunxe.
"kenapa kakak kedua? Apakah kau terkejut atau marah setelah melihat ku ada di hadapan mu saat ini dan bukannya mati"
"tapi maafkan aku kakak kedua sepertinya kamu tidak akan bisa memenuhi keinginan mu untuk membunuh ku bahkan jika kau ingin"
__ADS_1
"apakah kau tahu kenapa? Aku karena kau terlalu lemah berhadapan dengan ku bahkan kamu tidak layak untuk mendapat satu pukulan dari ku"
"Kau!!" ucap Jingle emosi dan semakin membenci saudara ketiganya yang sampah ini.