The Rebirth Of Han Yuxia

The Rebirth Of Han Yuxia
Chapter 31


__ADS_3

5 tahun telah berlalu dan selama waktu tersebut kekaisaran Hunxe telah sangat damai dan makmur. Di bawah kepemimpinan kaisar mereka, Han Mu Yao. Selain itu juga ada sesosok gadis yang sangat membantu di belakang dan juga berdiri di samping kaisar. Gadistersebut telah membantu kekaisaran dalam mengurus berbagai urusan. Pertahanan dan penjagaan kekaisaran juga tak kalah kuatnya dengan komando yang dilakukan oleh seorang pemuda yang sangat cerdik. Sang pewaris tahta yakni pangeran mahkota sangatlah bijaksana dalam menanggapi masalah. Tiga sosok di belakang kaisar ini lah yang membuat kekaisaran semakin kuat. Ketiga sosok tersebut tak lain adalah Han Yu bersaudara. Mereka bertiga telah tumbuh menjadi dewasa dan memiliki kecantikan yang dapat membuat kekaisaran hancur. Han Yuxia gadis yang penuh misteri saat ini telah menjadi wanita yang sangat anggun dan bijaksana dengan kecantikan yang dimilikinya membuat semua tuan muda dan pangeran berlari ke arahnya. Sikap dingin dan acuh tak acuh nya membuat pria maupun wanita terpikat kepadanya. Han Yuxia kini tengah duduk di sisi pagoda yang berada di tengah kolam teratai yang di hadiahkan oleh kedua saudaranya. Mengenakan gaun berwarna putih membuat orang-orang melihatnya menganggap bahwa Han Yuxia merupakan seorang dewi. Kulitnya yang sehalus batu giok dengan fitur wajah yang cantik dan aura yang mulia siapa yang akan mengira bahwa seorang dewi telah jatuh ke dunia fana.


"kak!"


Tiba-tiba sebuah suara terdengar suara tersebut mengandung jejak kelembutan dan rasa sayang yang kuat.


"kenapa?"


"kak, ayah memanggil kita bertiga untuk datang ke ruangannya"


"baiklah ayo kita kesana"


"kak, apakah kakak dapat menebak apa yang akan dikatakan ayah kepada kita?"


"tidak"


"oh ya kak apa kau tidak merindukan ku? Aku baru saja kembali setelah sebulan pergi untuk pengecekan di perbatasan"


"tidak"


"huh~ kak kau menghancurkan hati adik kecilmu"


"owh"


Setelah pembicaraan mereka pergi ke ruangan kaisar. Sampai di ruangan kasim mengumumkan kehadiran mereka berdua. Disambut oleh penjaga yang menunduk hormat. Di dalam ruangan telah terdapat kaisar dan putra mahkota.


"ayah? Kenapa ayah mengumpulkan kami?"

__ADS_1


"ada yang ingin ayah sampaikan kepada kalian dan Zhu sepertinya kau sedikit lebih gelap dari sebelumnya"


"AYAH!!!"


"sudahlah Zhu kau seperti tidak mengenal ayah saja. Jadi apa yang ingin ayah diskusikan kepada kami?"


"owh"


"apa kalian ingat kalian telah berusia berapa sekarang?"


"aku dan kak Xia baru berusia 25 tahun dan Zhu sendiri 23 tahun" jawab Zhen dengan bingung dengan pertanyaan ayah nya itu.


"APA!!! BARU!!! ish kalian ini cepatlah berikan ayah menantu. Kalian telah dewasa dan lagi Zhen kau perlu seorang anak untuk meneruskan tahta kalo tidak akan ada kehancuran di istana ini kalian ini. Tidak kah kalian lihat saudara dan saudari kalian yang lain telah memiliki keturunan sendiri dan kalian bertiga masih saja melajang jadi ayah menyarankan kalian untuk menghadiri pernikahan saudara kalian"


"itu adalah undangan dari kekaisaran Ciaze. Kaisar mereka saudara sumpah kalian Jingyu akan menikah dan mengundang kalian untuk hadir apakah kalian ini saudara nya hah~"


"aku sudah tahu dan aku sarankan buang jauh-jauh keinginan ayah untuk ku dan berharaplah pada kedua saudaraku ini" Han Yuxia tiba-tiba menanggapi perkataan kaisar.


"intinya kalian harus cepat menikah" ucap Han Yuxia dengan santai dan kemudian melanjutkan.


"itu hanya untuk kalian saja ya. Aku masih memiliki banyak tugas yang perlu ku lakukan lagian juga aku masih terlalu muda untuk menikah"


Kaisar, Han Yuzhe, dan Han Yuzhu menjatuhkan rahang mereka setelah mendengar ucapan sang putri legendaris ini. Diantara tiga bersaudara Han Yuxialah yang tertua tapi kenapa dia dengan entengnya menyebutkan bahwa dirinya masih muda dan menyuruh mereka untuk menikah bukankah itu menyatakan bahwa mereka lebih tua darinya.


"KAKAK!!!"


"sudahlah kalian terlalu berisik"

__ADS_1


"toh kalian sudah memiliki wanita yang kalian suka jadi itu lebih baik untuk kalian segera menikah. Kalau perlu aku yang akan menyiapkan segalanya dan kalian hanya perlu melaksanakan prosesi nya saja. Bagaimana?"


"kak apakah kau tau kau seperti menjerumuskan kami ke dalam lubang neraka di lapisan ke-19"


"benar Zhu aku setuju dengan mu" Han Yuzhen menganggukan kepalanya dengan tegas.


Kaisar yang melihat perdebatan ketiga anaknya hanya bisa menghela nafas pasrah dan bertanya-tanya kenapa dirinya sangat sulit untuk menikahkan putra dan putrinya ini? Apakah mereka akan benar-benar melajang seumur hidup mereka? Li'er apakah seumur hidupku aku tidak akan pernah membopong cucu dari anak-anak kita ini? Ah~ tolong bantu aku istriku~.


Ketiga saudara itu akhirnya selesai berdebat dengan pendapat mereka yang sama sekali tidak masuk akal. Kaisar yang melihat dan mendengarkan pendapat mereka sedari tadi hanya mengeluh dan bertanya-tanya apakah ada sebuah rencana untuk membuat mereka menikah.


Saking frustasinya kaisar bahkan jika anak-anaknya menyukai sesama jenis atau batu atau apapun itu dia setuju untuk menikahkan mereka. Anak-anaknya ini tidakkah mereka tidak menyayangi nya huh~ apakah kecantikan di seluruh benua tidak ada yang memikat mereka.


Akhirnya pertemuan mereka tidak menghasilkan apapun. Anak-anaknya sama sekali tidak memiliki niat untuk menikah bahkan setelah pertemuan itu akhirnya kaisar memutuskan untuk memberikan sebuah perintah kepada pengawal pribadi anak-anaknya ini dan memberitahukan bahwa jika mereka nyukai sesuatu dan jatuh cinta buat mereka terikat dan tidak peduli dengan konsekuensinya.


Jika mereka bertiga mendengar hal ini maka sudah dipastikan bahwa mereka akan muntah darah. Apakah ayah mereka telah gila dan berpikir bahwa anak-anak nya telah bengkok?


Namun, untungnya mereka tidak mendengarnya. Jadi aman saja untuk saat ini tapi entah apa yang akan terjadi nantinya. Mereka bertiga akhirnya pergi untuk mengurus urusan mereka sendiri.


Han Yuxia pergi ke halamannya karena mendapat berita dari pelayannya, Yu Yi bahwa terjadi bencana di istananya. Sampai di halamnya Yu Yi segera menyerahkan surat yang telah dirim oleh Ning Mei dari istana dengan menggunakan burung elang. Han Yuxia yang menerima surat itu segera membaca isi dari surat tersebut namun, semakin ia membaca semakin mengerutkan kening dan akhirnya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Yu Yi yang melihat ekspresi tuan putri bertanya.


"putri ada apa? Apakah itu sesuatu yang serius?"


Han Yuxia tidak menanggapi pertanyaan Yu Yi yang menyebabkan pelayannya itu semakin bingung.


Setelah beberapa saat akhirnya Han Yuxia berbicara "Yu Yi ayo kita kembali ke istana sebentar"


"..putri akah seserius itu?"

__ADS_1


Han Yuxia kemudian melanjutkan


"benar. Ada iblis yang sedang mengamuk disana"


__ADS_2