The Rebirth Of Han Yuxia

The Rebirth Of Han Yuxia
Chapter 25


__ADS_3

Di lain sisi benua tepatnya di kekaisaran Hunxe kaisar sangatlah cemas setelah mengetahui bahwa ketiga anaknya kini hilang. Tidak cukupkan 2 anaknya menghilang setelah bertahun-tahun dan sekarang malah ketiga anaknya.menghilang dari istana dan bukannya untuk beristirahat. Kaisar Hunxe juga merasa kasihan pada putri nya Minning. Pernikahaan baru saja dimulai beberapa jam yang lalu dan Sekarang putrinya ini telah menjadi istri yang ditinggal oleh suaminya. bagaimanapun putrinya ini akan menghadapi fitnah yang akan datang setelah hari ini.


o0o


Putri Han Minning yang masih belum sadar semakin membuat ratu dan pangeran Han Min Yuan khawatir. Han Min Yuan yang merupakan kakak dari Minning tidaklah khawatir akan adik perempuannya namun khawatir akan kegagalan rencana yang telah disusunnya dengan matang.


Sebagai seorang pangeran Han Min Yuan sangatlah ambisius dalam mengejar tahta kaisar tetapi karena kehaduran dari saudara kedua dan ketujuhnya membuat dirinya semakin susah untuk menfamankan posisi tersebut. Dia telah berusaha untuk membuat beberapa menteri dan jendral berada disisinya.


Di sebuah restoran yang mewah tepatnya di lantai dua seorang pemuda duduk sambil mengesapi tehnya. Pemuda tersebut mengenakan sebuah topeng yang menutupi sebagian wajahnya namun walaupun sebagian wajahnya tertutupi tetapi masih dapat mengungkapkan ketampananya. Pemuda tersebut juga memiliki aura yang sangat dingin dan agung dengan jubah berwarna merah yang ia kenakan dan rambut panjang nya yang seperti air terjun semakin membuat pesonanya semakin tinggi.


"Yang mulia Putri Yuxia telah pergi dari istana dan sekarang berada di kekaisaran Ciaze"


"baiklah, karena istriku telah pergi ke kaisaran Ciaze maka Zhen yang merupakan suaminya harus menemaninya disetiap rencana yang dia buat" ucap pemuda tersebut dengan senyum tipis diwajahnya.


"Baize, Bairu kita pergi ke Ciaze sekarang" setelah mengatakan hal tersebut kedua pria yang berdiri di belakangnya pun menganggukan kepala. Namun dalam hati mereka berkata 'yang mulia jika putri kegelap-eh putri Yuxia mendengar hal ini dia pasti tidak akan setuju dengan perkataan anda yang berani'.


Pemuda tersebut pergi menuju kekaisaran Ciaze. Han Yuxia saat ini tengah bersantai dengan duduk di sebuah balai di tengah kolam buatan dengan berbagai ikan di dalamnya. Han Yuxia duduk sambil memegang seruling di tangannya. Dirinya merasa bahwa rencana nya secepatnya akan mencapai puncaknya dimana ratu akan dilengserkan dan sedangkan untuk pangeran ketiga Min Yuan akan di eksekusi oleh dirinya.


Dia dengan tenang menutup matanya secara perlahan dan mengangkat serulingnya. Dia memainkan seruling dengan sangat merdu sampai kedua saudaranya dan Chen Jingyu tiba. Mendengar suara langkah kaki Han Yuxia membuka matanya dan bertanya "ada apa?"


"saudari apakah urusan kita telah selesai disini?"


"belum sepenuhnya namun Zhen'er kita tidak boleh terburu-buru untuk menyerang ratu juga menyerangnya tidak lah mudah dia masih memiliki kartu truf di tangannya jadi kita tidak bisa melakukan rencana kita kepadanya"


"lalu apakah kita akan tinggal disini?"

__ADS_1


"benar kita akan tinggal disini untuk beberapa hari ada sesuatu yang perlu kita lakukan disini sebelum kembali ke kaisaran Hunxe karena kurasa saudara ketiga memiliki beberapa trik di lengan bajunya jadi kita tidak bisa gegabah dalam hal itu karena jika hal.itu tidak sesuai dengan rencana maka hal itu akan merugikan ayah dan Hunxe"


"aku mengerti saudari tapi jika kita tidak menyerang sekarang maka Min Yuan pasti akan membalas cepat atau lambat"


"aku tau Yuzhen. Sangatlah mudah bagi kita untuk menghancurkan semut namun apa kamu tidak ingat janji yang telah kita buat dengan ibu?"


"janji? Janji apa kak?" tanya Yuzhu dengan kebingungan memenuhi tatapannya.


Han Yuxia menghela nafas kemudian berkata "janji yang telah kami buat saat kami berusia 5 tahun tepat sebelum ibu kita meninggal"


Seorang wanita duduk di depan kedua putra dan putrinya. Wanita tersebut setidaknya berusia 23 atau 24 tahun Wanita tersebut mengenakan pakaian berwarna emas dengan corak phoenix yang sangat indah. Wanita tersebut tak.lain adalah ratu sebelumnya ibu dari Han Yu bersaudara, Ye Mei Li. Ratu Ye memiliki Kecantikan yang lembut Yang membuat pria bertekuk lutut dihadapan nya. Ratu Ye adalah putri dari Jendral Ye yang merupakan seorang yang paling dihormati karena jasanya dalam peperangan. Ye Mei Li memiliki sifat yang hangat dan lembut yang membuat rakyat sangat menghormatinya dan raja yang mencintainya ditambah dengan kehadiran ketiga anaknya yang membuat posisinya tidak dapat di geserkan. Ye Mei Li dulunya juga merupakan seorang jenius di sekolah kekaisaran dan di terima oleh seorang master dari sekte yang sangat kuat.


Ye Mei Li yang melihat kedua anaknya tersenyum namun di jauh di dalam matanya terdapat penyesalan yang amat dalam.


Melihat tatapan ibunya Han Yuxia kecil bingung dan bertanya "ibu ada apa? Kenapa ibu bersedih?"


"janji apa bu?" Yuxia kecil memiringkan kepalanya dan kemudian meletakan dagunya di telapak tanganya.


"ibu akan sedikit egois dengan janji ini karena yang pertama ibu ingin kalian berjanji untuk saling melindungi dan saling menyayangi"


"tentu bu" jawab Yuxia dan Yuzhen serempak.


Ratu Ye mengangguk dan kemudian berkata "yang kedua ibu ingin kalian berdua selalu menghormati dan menyayangi ayah kalian bagaimana pun nantinya jangan pernah menyakiti hatinya"


"baik bu kami akan selalu menyayangi ayah" jawab Yuzhen kecil namun Han Yuxia kecil bingung dengan janji yang di buat ibunya. Bagaimana pun dirinya bukanlah jiwa anak berusia 5 tahun namun jiwanya merupakan Kaisha seorang jenius abad-24 jadi dirinya curiga akan perkataan ibunya di kehidupan ini. Namun dia tidak menanyakan alasannya sekarang karena bagaimanapun adiknya bukan lah seorang yang telah berenkarnasi jadi adiknya ini merupakan anak yang memiliki sifat yang umum yang akan dimiliki anak seusianya.

__ADS_1


Malam tiba Han Yuxia kecil pergi menuju kamar ibunya dan kemudian disambut hangat oleh ibunya. Yuxia kecil duduk di tempat tidur ibunya dan kemudian bertanya.


"ibu kenapa ibu ingin kami berjanji tadi siang?"


Ratu Ye terkejut dan menatap putrinya ini dengan kaget "putriku ada saatnya kamu akan tau hal itu" ucap Ratu Ye sambil mengusap puncak.kepala putrinya yang imut.


"bu tolong jawab aku kenapa?" tanya Yuxia dengan ketegadan dimatanya yang membuat Ratu Ye akhirnya memberitau putrinya


"sayang ibu hanya merasa ada sesuatu yang salah akan hari ini jadi ibu hanya membuat kalian berjanji akan hal itu" Ratu Ye memang mengetahui kalau putrinya ini memiliki kedewasaan yang tidak sesuai dengan usianya yang membuat dirinya terkejut pada awalnya namun akhirnya terbiasa dengan sikap tegas putrinya jika menginginkan suatu jawaban.


"ibu! Ada asap!" pekik Yuxia kecil.


"Xia'er cepat keluar dari sini! Pelayan cepat bawa putri Yu keluar dari sini!" teriak Ratu Ye.


"lalu ibu? Kalau ibu tidak mau pergi maka aku pun tidak.akan keluar dari tempat ini!" tegas Yuxia kecil.


Melihat anaknya membuat hati Ratu Ye melemah "sayang ibu tidak akan bisa keluar ini adalah akhir kisah ibu disini walaupun ibu keluar sekarang itu akan membuat semua orang akan mencari ibu"


"ibu harus kembali ketempat ibu karena waktu ibu disini sudah habis jadi ibu hanya ingin mengingatkan mu ingatlah janji mu kepada ibu dan ibu ingin kamu mencari saudara ketujuhmu dia bersama master ibu juga ibu mohon padamu lindungi ayahmu dari para ular-ular itu.


Ratu Ye tersenyum kemudian melanjutkan berkata "rahasiakan hal ini dari saudaramu dan ayahmu jangan katakan pada mereka bahwa ibu bukannya meninggal tapi menghilang dan kembali ke asal ibu mengerti"


"ibu apa maksud ibu?" tanya Han Yuxia kecil bingung.


"Xia'er ini hanya rahasia di antara kita ibu akan memberitahumu ibu bukanlah berasal dari dunia ini tubuh ini memang bernama Ye Mei Li namun ibumu ini bernama Shasha yang berasal dari abad-24 di tempat bernama bumi"

__ADS_1


Han Yuxia terkejut mendengar kebenaran dari mulut ibunya dia terkejut bahwa selain dirinya ternyata ibunya berasal dari abad yang sama dengannya. Han Yuxia ingin bertanya namun sosok ibunya mulai menghilang dan masuk kedalam kobaran api.


__ADS_2