
"lupakan saja" ucap Han Yuxia sengaja menghentikan pembicaraan nya mengenai raja neraka.
"baiklah putri" Yu Yi hanya dengan patuh menganggukan kepalanya walaupun dirinya penasaran dengan kehadiran raja neraka tersebut.
Keesokan harinya kerajaan Hunxe kacau balau bagaimana tidak? Sesuatu telah terjadi di kota kekaisaran. Keluarga Min yang besar telah musnah seketika hanya dalam waktu semalaman juga berita tentang putri Minning yang tengah mengandung menyebabkan seluruh kekaisaran gempar. Walaupun Han Minning telah menikah namun tetap saja itu adalah hal yang aneh. Han Minning dan pengeran Jingle telah melewatkan malam pertama mereka jadi bagaimana Han Minning bisa mengandung kecuali
Mereka telah berhubungan sebelum mereka resmi menikah. Namun, walupun sekarang itu wajar tetap saja anak itu pasti tidak akan dibiarkan hidup. Pangeran Jingle telah tewas dalam penyergapan sedangkan untuk tahta Ciaze telah jatuh ketangan Jingyu jadi anak itu pasti tidak akan memiliki masa depan yanh cemerlang dan pasti akan menjadi bahan olok-olokan masyarakat.
Han Minning yang mengetahui dirinya telah mengandung tidak bisa untuk tetap tenang. Disisi lain ratu juga memiliki ekspresi yang sangat gelap. Keluarga nya kediaman Min telah musnah dalam semalam. Pilar pendukungnya telah musnah juga kediaman Min telah rata dengan tanah bahkan tidak ada mayat di tempat kejadian itu.
Ratu segera memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kematian seluruh anggota keluarga Min dia bertekad membalas dendam kepada orang yang telah membantai keluarganya. Namun yang tidak diketahui oleh ratu adalah bahwa seseorang telah mendengar seluruh rencananya. Orang tersebut kemudian meninggalkan ruangan ratu dan kemudian pergi menuju ke seekor burung elang dengan sebuah catatan yang berisikan rencana ratu.
Elang tersebut kemudian terbang menjauh dari kekaisaran Hunxe dan tiba di Ciaze. Elang tersebut masuk ke halaman istana Ciaze dan mendarat di kamar Han Yuxia.
Han Yuxia yang membaca pesan tersebut tersenyum sinis kemudian memerintahkan penjaga bayangannya untuk memberikan perintah ke Yu Liu yang memang telah ia tugaskan untuk menjadi bawahan ratu.
Han Yu Xia juga menghubungin Yu Si yang telah menjadi selir dari pangeran Minyuan agar segera melaksanakan tugas selanjutnya.
Di kekaisaran Hunxe, Yu Liu telah menerima pesan tersebut kemudian pergi untuk bertemu dengan Yu Si yang telah menetap di kediaman selir untuk memberitau waktu yang tepat agar Yu Si membunuh pangeran Minyuan.
"Yu Liu siapa target kita selanjutnya?" tanya Yu Si.
"sabar lah selir Si kau terlalu tidak sabaran" ejek Yu Liu yang menyebabkan Yu Si kesal.
__ADS_1
"kau sengaja mengejek ku Yu Liu. Kau pikir aku suka dengan menjadi selir dari pangeran bodoh itu" ucap Yu Si dengan nada kesal.
"baiklah, tenang lah aku tau kau tidak suka dengan pangeran anjing itu jadi aku datang kesini untuk memberimu berita yang menyenang kan" ucap Yu Liu.
"berita apa?" tanya Yu Si dengan tidak sabaran.
"putri telah memberi kita hak untuk memilih target selanjutnya yang perlu kita bunuh" ucap Yu Liu tanpa memperhatikan Yu Si yang sangat tak sabaran di sampingnya.
"benarkah?" tanya Yu Si dengan rasa bahagia yang tak terlukiskan di matanya. Yu Liu menganggukan kepalanya dan seketika Yu Si berteriak bahagia karena hal ini merupakan waktu yang sangat ia tunggu-tunggu sejak lama.
Yu Si yang memang di tugaskan untuk mendekati pangeran anjing itu memang sangat berat hati untuk menjadi selirnya. Tetapi untungnya pangeran anjing itu sangat bodoh dan mudah tertipu yang menyebabkan Yu Si tidak pernah ternoda oleh pangeran anjing itu walau dia telah menjadi selirnya. Dia tetap murni ok.
"baiklah Yu Liu kita harus menargetkan pangeran anjing itu terlebih dahulu. Kau taukan aki sudah sangat bosan hidup menjadi selirnya jadi yang perlu kita bunuh pertama adalah pangeran anjing itu" ucap Yu Si dengan penuh tatapan memohon di kedua matanya.
"tapi Yu Liu apa kau tau kapan kita akan menargetkan Put- ups janda bodoh itu?" tanya Yu Si
"entah aku tidak tau akan hal itu karena ******* itu adalah bagian dari Yu er jadi kita tidak akan mencampuri urusan Yu Er" ucap Yu Liu.
"oh. Kapan kita akan membunuh pangeran anjing itu?"
"malam ini!"
Setelah pembicaraan mereka Yu Liu pergi dari kediaman Yu Si dan kemudian pergi ke kediaman ratu untuk melaksanakan tugasnya yang belum selesai yakni meyakinkan ratu untuk semakin membenci Han Yu bersaudara karena semakin ratu membenci Han Yu bersaudara maka semakin cepat akhir dari cerita ratu ini.
__ADS_1
Malam harinya...
Pangeran Minyuan tengah melaksanakan kegiatannya untuk.memenuhi nafsu nya dengan salah satu selir yang ia miliki. Selir tersebut merupakan selir yang telah diberikan ratu untuk pangeran Minyuan.
Minyuan yang memang memiliki nafsu bejat di dalam hatinya menerima keputusan ratu karena bagaimana pun hobi yang dimiliki oleh Minyuan adalah mengoleksi gadis-gadis cantik untuk di jadikan pemuas nafsunya.
Minyuan juga pernah memiliki rencana untuk mengoleksi Yuxia karena kecantikan yang dimilikinya namun ratu yang mengetahui hal itu segera melarangnya karena bagaimanapun ratu tau kalau Yuxia pasti memiliki skema bila Minyuan berhasil menjadikannya selir.
Ditengah-tengah nafsunya Minyuan merasakan ada seseorang yang mendekatinya. Dia seketika berbalik dan melihat bahwa selir yang paling ia sukai datang menemuinya di kediaman selir lain. Minyuan seketika melepaskan cengkramannya dari gadis yang tidur di bawahnya dan pergi menuju arah Yu Si yang tengah berdiri depan pintu masuk ruangan.
Yu Si adalah selir yang paling disukai oleh Minyuan karena kecantikan dan pesona misterius yang dimiliki Yu Si yang membuatnya ingin mengikatnya[Yu Si] untuk dirinya[Minyuan] sendiri. Namun Min Yuan belum berhasil untuk membuat Yu Si berada dibawahnya hingga membuat Minyuan melampiaskan nafsunya kepada selir-selir dan para gundik nya.
Yu Si yang melihat pemandangan di depannya menatapnya dengan penuh cemoohan dan kenajisan dimatanya. Bagaimana tidak pangetan anjing ini sama sekali tidak pernah puas akan selir dan putri yang dimilikinya. Berapa banyak selir dan gundik yang dia miliki. Mungkin bila dihitung jumlahnya bahkan dapat bersaing dengan total yang dimiliki oleh kaisar sendiri bahkan melebihi mungkin bila dikumpulkan dapat membangun sebuah kota kecil hanya dengan selir dan gundik dari orang ini.
Melihat Minyuan yang berjalan ke arahnya Yu Si tersenyum dengan sangat misterius namun disalah artikan oleh Minyuan yang menganggap bahwa selir kecil nya ini mungkin cemburu dan ingin dirinya berada di atasnya sesegera mungkin. Namun, ketika Minyuan berdiri 3 langkah kaki jauhnya dari Yu Si ia merasakan dadanya seperti ditusuk oleh pedangnyang sangat tajam dan telah di asah dengan sangat baik.
Min Yuan menatap ke arah selir kecilnya dan mendapati bahwa itu bukan lah ilusi melainkan kenyataan dimana selirnya ini telah menikamnya dengan pedang panjang tepat di jantungnya. Darah segar mengalir dari luka tikaman pedang dan kemudiam Minyuan memuntahlan seteguk darah segar dari mulutnya dan berkata.
"ka-u ke-na-pa?" ucap Minyuan terbata-bata.
"kenapa? Itu kurang cocok karena yang cocok mengapa karena untuk kondisimu sekarang adalah apa yang terjadi selanjutnya" "kau sudah memiliki banyak waktu untuk memuaskan nafsumu namub jangan salahkan saya untuk membunuh anda pangeran salahkan saja ibu mu karena kejam" ucap Yu Si dengan penuh kepuasan di hatinya. Dia sudah bosan untuk terus bermain drama dengan pangeran anjing ini dan sekarang adalah waktunya untuk mengakhiri hal itu.
Yu Si yang melihat bahwa Minyuan telah jatuh ketanah segera mendengus keji dan melemparkan pangeran anjing itu tepat berada di sebelah selirnya di tempat tidur. Selir itu akan menjadi kambing hitam untuk dirinya karena bagaimanapun dia harus membersihkan namanya maka dari itu Yu Si membuat selir itu menjadi gila dengan memecahkan sebagian dari saraf-saraf otaknya dan membuatnya tidak dapat berbicara agar Yu Si tetap aman. Yu Si memberi belas kasihan pada selir itu karena Yu Si sendiri memiliki kebencian pada selir ini karena telah membuatnya kesal beberapa kali sebelumnya.
__ADS_1
Melihat bahwa tugasnya sudah selesai Yu Si segera meninggalkan kediaman dan pergi menuju ruangannya. Yu si menulis sebuah surat dan pergi ke istana kegelapan.