
Tahun terakhir akan melepaskan masa SMA adalah masa tersulit bagi semua pelajar karena harus meninggalkan masa masa yang dibumbui banyak kejadian di sekolah.
Dandra Aldo Ramussen, putra dari kedua orang tua yang bernama Adnan dan juga Alva. Merupakan siswa kelas 12 SMA Elite di Jakarta, SMA BAKTI JAYA.
Yang merupakan sekolah dimana memiliki pemasok dana terbesar dari keluarga Mahardika yang merupakan keluarga dari mamanya sendiri.
Tentu saja Mahardika, semua tau nama itu.
Kedua orang tua Aldo berada di Amerika bersama adik bungsunya bernama, Destriara Nava Ramussen.
Aldo memilih tinggal di Indonesia sendirian karena dia berpikir bahwa ia adalah seorang pria yang harus mandiri.
Namun dengan jauhnya dirinya dengan kedua orang tuanya membuat Aldo menjadi pemimpin geng di sekolahnya.
Pulang larut malam, balapan motor, pergi ke club bersama temannya. Adalah kebiasaannya tinggal di indonesia.
Semua anggota keluarganya tau, namun mereka tidak dapat mengatasi keras kepalanya. Lagi pula nilainya juga sangat bagus. bahkan tertinggi di angkatannya membuat kedua orang tuanya dan keluarganya yang lainnya menghalanginya.
Toh setidaknya Aldo belajar dengan giat di kesehariannya yang menjadi anak laki laki yang nakal di sekolahnya maupun lingkungan yang dipimpinnya.
Tidak tau saja jika nilai yang didapat Aldo bukan dari kepintarannya sendiri melainkan dari para guru guru yang seenaknya memberi nilai karena beberapa alasan yang salah satunya adalah, uang.
Semua para guru memberikannya nilai secara keinginan Aldo. Dan tidak ada yang menolaknya.
__ADS_1
Disekolahnya Aldo benar benar bersiap bahwa dirinya adalah pemimpin di sana.
Semua guru dan para staf menurut kepadanya kecuali kepala sekolah yang merupakan teman dari papanya.
Ia harus berhati hati dengan kepala sekolahnya karena jika tidak maka dirinya yang akan dilaporkan kepada papanya.
Dan tentu saja yang akan berdampak kepada kehidupannya.
"Bos, apa kita harus masuk ke kelas?" Tanya salah satu teman komplotan Aldo di sekolahnya.
"Menurutmu? Kau bodoh atau lupa?" Gertak Aldo.
"Memang apa?" Tanya Whyza.
Whyza, Yoga, Joe, dan juga Trigo adalah salah satu teman temannya dari banyaknya teman Aldo.
Namun mereka lah yang sangat dekat dengan Aldo semenjak SMP.
Bagaimana bisa?
Tentu saja, Aldo bisa melakukannya bukan?
"Kepala sekolah akan berkeliling untuk mengecek kebersihan dan kerapian kelas" Tukas Joe.
__ADS_1
"Oh ya kau benar" Kekeh Whyza yang menatap bosnya.
Aldo pun berdiri dari tempat duduknya dan bersiap pergi untuk ke kelas mereka.
Salah satu tempat kosong yang juga berada di sekolah, merupakan markasnya.
Tidak ada yang tau, bahkan staf disana tidak tau karena Aldo membangunnya sendiri dan tempatnya terlihat seperti tembok.
Jadi semua berpikir bahwa itu adalah tembok dari sekolah.
Pintu?
PIntunya sangat kecil dan Aldo menutupinya dengan poster.
Semua pun keluar dan memasuki kelas mereka.
Selama dikelas komplotan itu sangat malas dan mengantuk mengikuti pelajaran.
Kecuali Yoga yang memang notebene nya pria rajin, cool, kalem, dan juga pintar.
Ia merupakan siswa kedua setelah urutan pertama dari Aldo sebagai pria terpintar.
Yoga tidak resah akan hal itu. Karena ia tidak ingin menjadi yang pertama dan menjadi berambisi. Ia sangat menikmati kehidupannya.
__ADS_1
"Yog, apa kau akan terus berkutik dengan kertas dan pulpen mu itu?" Gumam Trigo.