The Romance Story Gadis Berkulit Hitam

The Romance Story Gadis Berkulit Hitam
episode 9 waktunya istirahat


__ADS_3

Soal kedua pun telah dikirim oleh bu Hesti dan masuk ke web ponsel siswa.


Nindya mencoba berpikir tanpa menghitung. Seakan kalkulator sudah berada di otaknya.


Begitu juga dengan Yoga yang menggunakan jarinya untuk menghitung tanpa mencatat.


Semu kesulitan karena soal itu adalah soal yang seharusnya diajarkan pada kelas 12 semester 2.


Yoga yang menyerah pun menoleh ke arah Nindya yang menyipitkan matanya mencoba menjawab pertanyaan tersebut.


Yoga pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Bagaimana ambisi Nindya untuk menyelesaikan sesuatu.


Aldo yang menyadari hanya bisa mengangkat alisnya. Ia pun kembali tidur dan memilih untuk tidur dengan merangkul lengannya.


"Tidak ada yang bisa soal ini?" Tanya bu Hesti dengan bercanda.


Namun tidak mengendahkan Nindya untuk tetap menghitung jawaban dari soal itu.


Sedangkan Yoga pun masih sibuk menjengku kepala dengan tangannya sembari terus melihat Nindya yang lama kelamaan terlihat manis dengan wajah seriusnya.


"Jawabannya ini kak---


Perkataan Nindya terhenti saat ia menoleh dan melihat Yoga yang menatapnya dengan senyuman.


Nindya pun menundukkan kepalanya.


"Submit saja jawabannya. Aku sudah tidak tau!" Gumam Yoga yang masih tidak memindahkan pandangannya

__ADS_1


Membuat Cherry dan temannya yang menyadari menggenggam erat tangan mereka.


Nindya pun mengangguk.


Ting.


Laptop Bu Hesti pun berbunyi. Membuat semua menghentikan perhitungan nya karena memang hanya satu jawaban yang dapat masuk.


Bu Hesti sendiri juga menganggukkan kepalanya merasa hebat dengan siapa yang menjawab nya karena sama sekali belum ada guru yang membahas mengenai materi ini.


"Ini benar! Siapa yang menjawabnya?" Tanya bu Hesti.


Namun lagi lagi Nindya terdiam.


"Kenapa kau tidak mengangkat tanganmu?" Tanya Yoga.


Nindya menoleh sebentar dan kembali menundukkan kepalanya dan menggeleng.


Nindya pun perlahan mengangkat tangannya membuat semua menatapnya.


Bagaimana siswa kelas 10 awal sudah bisa menjawab pertanyaan yang belum waktunya ia pelajari.


"Ini adalah model soal yang kemungkinan besar akan masuk ujian kelas 12 nanti. Bagaimana kamu bisa menjawab nya?" Tanya bu Hesti.


Cherry sudah memutar matanya malas dengan drama dan memilih untuk membuka ponselnya saja dibawah loker mejanya.


"Saya hanya mencoba bu!" Lirih Nindya.

__ADS_1


Bu Hesti pun mengangguk walaupun belum puas dengan jawaban yang diberi Nindya.


"Bu!!!" Panggil seorang yang sudah sangat jelas bahkan dari suaranya.


Dan ya dia adalah Aldo.


"Ini sudah waktunya istirahat!" Gumamnya.


Bu Hesti pun menggelengkan kepalanya. Nindya pun menatap ke arah pria itu terlihat bagaimana aura nakal dan malasnya terlihat.


"Baiklah kalian istirahat dulu!" Gumam bu Hesti yang keluar dari ruangan kelas.


Para teman teman Cherry pun akhirnya berdiri dan bersiap menghampiri Nindya namun lebih dulu Cherry menahan teman temannya.


"Kalian mau apa? Tidak lihat Yoga masih bersamanya?" Tanya Cherry.


"Bodo amat Cher!" Kesal Mey.


Dan akhirnya mereka berdua pun menghampiri Nindya.


"Heh culun, gemuk, hitam, jelek!!" Gertak Mey tiba tiba.


Yoga sudah menatap tajam ke arah mereka. Cherry hanya bisa memutar malas bola matanya melihat teman temannya yang keras kepala.


"Ikut gue lo!"


Di saat Yoga akan menghalangi tiba tiba sebuah gebrakan meja pun terdengar keras.

__ADS_1


BRAKKK


Membuat tidak hanya mereka berdua melainkan juga satu kelas ikut terkejut.


__ADS_2