
"Bagaimana kalian bisa ke sekolah tanpa tas?" Tanya Kepala Sekolah bernama Pak Andrew.
Semua terdiam karena mencari alasan percuma karena memang sekolah seharusnya embawa tas untuk menaruh peralatan yang menunjang pendidikan.
"Kali ini kalian saya maaf kan. Besok besok jika kalian tidak mengikuti peraturan maka hukuman akan menanti kalian" gumam pak Andrew.
Aldo dan para siswa yan berada di epan pun kembali ke tempat dudukmereka masing masing.
......
Bel pun berbunyi menandakan bahwa sudah masuk jam istirahat. Kantin sekolah pun perlahan lahan penuh dengan siswa.
Aldo dan teman temannya pun mengambil snack dan makanan lainnya yang mereka inginkan.
Semua wanita disana sangat terpesona dengan anggota geng tersebut. Tak hanya Aldo, tapi Yoga, Whyza, Joe, dan Trigo pun sama sama memiliki paras yang tampan.
Semuanya sangat menarik hati para gadis gadis terutama Aldo dan juga Yoga.
Mereka sama sama keturunan dari Amerika yang membuat mereka berwajah wajah campuran yang sangat dominan.
Namun mereka semua tak hanya perempuan tetapi juga jantan disana tidak ada yang mau untuk berurusan dengan Aldo dan teman temannya.
Karena mereka tau jika melakukan kesalahan terhadap mereka akan membuat dirinya berada ke dalam masalah besar.
__ADS_1
Cherry sudah lama menaruh hati dengan Aldo, namun beberap kali dirinya mendekati Aldo. Sama sekali Aldo tidak melirik ke arahnya.
Bahkan dengan cara apapun.
Cherry juga ada di sana, Ia meliha kedatangan Nindya pun dan memanggilnya.
Membuat menarik perhatian para siiswa dan semua yang ada di sana.
Nindya pun berjalan dengan menundukkan kepalanya menuju ke arah dimana Cherry dan teman temannya berada.
"Kau belikan kami air mineral" Ujar Cherry.
"Kami berbaik padamu karena aku tidak mood untuk mengerjaimu" Gumam Cherry.
'Sampai kapan Cherry akan terus menganggu adik kelas itu'
Gumam para siswa.
Yoga mendengar dan melihat semuanya. Begitu juga dengan para teman temannya.
"Dia benar benar memang keterlaluan apalagi dia masih baru saja masuk ke sekolah ini" Gumam Trigo.
Aldo menatap kemana arah tujuan pembicaraan dan tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Salahnya saja jelek" Ejeknya sembari menyedot minumannya.
Para temannya menatap nya dengan menggelengkan kepalanya.
"Kau sama saja mengejek dirimu sendiri karena kita semua diciptakan oleh tuhan yang sama" Tukas Yoga.
"Kau sama saja mengejek tuhanmu sendiri" Timpal Joe.
Aldo menatap ke arah temannya denan tajam membuat Joe tersenyum kikuk.
Aldo pun menatap kearah Yoga dan berkata.
"Kenapa tidak kau sendiri yang membantunya" Kesal Aldo karena Yoga membahas hal yang tidak penting menurutnya.
Aldo pun beranjak dan akan pergi ke markas mereka.
Yoga pun juga beranjak tapi tidak untuk menyusul Aldo melainkan menghampiri Nindya yang tengah berada ke kasir untuk membayar.
Yoga melihat Nindya yang hanya membawa 3 botol air mineral.
Yoga segera menyodorkan kartunya membuat Nindya terkejut.
Yoga pun tersenyum saat Nindya menatapnya membuat Nindya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Ia tau jika maksud Yoga yang akan membayar untuk membantunya. Namun Nindya tidak ingin membuat masalah dengan dirinya yang berinteraksi dengan pria yang sangat terkenal di sekolahnya.
"Itu akan menghabiskan sakumu" Gumam Yoga membisikkan ke Nindya