The Romance Story Gadis Berkulit Hitam

The Romance Story Gadis Berkulit Hitam
episode 5 pekerjaan baru


__ADS_3

"Kau pura pura saja kau sendiri yang membayarnya. Kau bisa mengganti uangku nanti" Bisik Yoga.


Yoga pun membayar dan mengambil beberapa minuman dan memberikan Nindya satu botol minum karena ia tau Nindya hanya membawa tiga yang otomatis itu akan diberikan kepada Cherry dan teman temannya.


Nindya tidak mengatakan apapun dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih. Tapi sebelum itu Nindya menundukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih.


"Pergilah sebelum aku menjadi mood untuk mengganggumu" Kekeh Cherry.


Nindya pun melangkahkan kakinya dan kembali ke kelasnya.


Di dalam kelas, nindya mentap botol air mineral yang diberikan oleh Yoga. Ia terlihat tersenyum tipis. Ia merasa setidaknya ada yang memperdulikannya walaupun dalam hal kecil.


"Bagaimana? kau membantu adik kelas itu?" Tanya Whyza saat Yoga masuk ke dalam markas.


Yoga hanya mengangat alisnya.


"Apa gunanya jika kau hanya membantunya sekali! Gadis jelek itu akan terus diganggu" Tukas Aldo.


"Dia itu tidak jelek, bahkan tubuhnya juga tidak terlalu gemuk" Gumam Yoga.


"Hanya saja--


"Kulitnya yang---

__ADS_1


"Hitam!" Sahut Aldo tanpa sensor sekalipun.


"Kau sangat terus terang kawan" Ujar Trigo.


Mereka tertawa bersama dan mengeluarkan rokok mereka masing masing.


Selama jam pelajaran dan sampai jam pulang Aldo dan teman temannya masih betah di markas mereka.


Karena memang Pak Andrew yang tidak akan berkeliaran.


Jam sekolah pun telah selesai. Beberapa siswa menyiapkan semua peralatan dan meninggalkan kelas. Ada juga yang masih berada di kelas.


Nindya pun membereskan peralatan tulisnya dan beranak untuk pulang ke kostnya.


"Kau lihat pesan yang kukirim padamu dan kerjakan tugas kita bertiga" Ujar Cherr yaang pada akhirnya mengibaskan rambutnya ke arah Nindya dan beranjak pergi.


Nindya menatap Cherry dengan tatapan sendu.


"Setidaknya aku bisa mempelajari materi untuk nanti aku kelas 12" Batin Nindya yang tetap mengambil sisi positif dari apa yang ia dapatkan.


Nindya pun melanjutkan perjalanannya dan sesampainya ia dikostnya, Nindya pun segera membersihan dirinya.


Beristirahat sejenak dan akhirnya melanjutkan untuk pergi bekerja di panti jompo untuk membantu merawat para lansia.

__ADS_1


Di panti jompo, Ninyda telah dinanti kedatangannya oleh para orang tua disana.


Nindya memang sangat ramah dan lemah lembut membuat para lansia merasa nyaman dan mudah dekat dengan Nindya.


Dan tiba tiba pemilik panti jompo pun menghampiri Nindya.


"Nindya," Panggil ibu pemilik panti jompo.


"Ada apa bu?" Tanya Nindya.


"Ibu hanya mau tanya kepadamu" Ujar ibu pemilik panti.


"Tentang apa bu?" Tanya kembali Nindya.


"Kamu pernah bilang jika tidak ingin untuk menerima privat merawat dirumah, tapi kali ini ada yang ingin meminta perawat untuk mengurus seorang adiknya" Jelas ibu panti.


"Adik? Kenapa tidak cari saja di panti asuhan bu? Kan di sana banyak para perawat yang lebih cocok!" Timpa Nindya.


"Ibu juga kurang tau, padahal adiknya juga sudah masuk pendidikan SMP" Gumam ibu panti.


"Katanya jika panti asuhan hanya memiliki pengalaman untuk anak kecil, sedangkan adiknya sudah besar" Sahut kembali ibu panti.


"Gimana Nin? Kamu mau ambil ini?" Tanya ibu panti.

__ADS_1


"Saya hanya bisa dari pulang sekolah sampai maghrib saja bu" Jelas Nindya


__ADS_2