
'Ikutlah dengan ku" GUmam Yoga kepada Nindya membuat Nindya bingung.
Tatapan itu dipahami oleh Yoga bagaimana penasarannya Nindya.
Yoga mendekatkan dirinya ke arah Nindya dan hendak membisikkan sesuatu.
Pipi Nindya memerah saat wajah Yoga sangat dekat dengannya. Namun tidak ada yang melihatnya karena warna kulitnya yang hitam.
"Markas rahasia" Bisik Yoga membuat Nindya ingin sekali mengatakan apa yang dibisikkan Aldo kepadanya.
Yoga pun menaruh jari telunjuknya ke mulutnya seakan NIndya diam dan menjaga rahasianya.
Whyza dan juga Trigo diam dan hanya menunggu kemarahan Aldo saat Yoga membawa gadis yang bahkan tidak disukai oleh Aldo ke markas rahasia yang memang tidak boleh siapapun mengetahuinya.
"Aku tidak ikut ikut" Gumam Trigo mengangkat tangannya dan pergi melangkah duluan menuju markas.
"Aku juga" Timpal Whyza dan menyusul langkah Trigo.
Membuat Nindya bingung.
"Ayo" Ujar Yoga.
"Tapi kak----
__ADS_1
AKhirnya Nindya mengikuti langkah Yoga karena Yoga melangkahkan kakinya seakan tidak ingin menerima penolakan Nindya.
Cherry dan teman temannya yang melihatnya pun semakin gerah dengan nindya yang dilakukan istimewa tidak hanya Yoga melainkan juga golongannya.
Bahkan pimpinan geng mereka, Aldo yang terkenal nakal dan tidak ingin berurusan hal yang sepele membela NIndya saat teman teman Cherry mengganggu dirinya.
"Kita harus melakukan sesuatu padanya" Gumam Terra.
"Tentu saja, aku mendiamkannya bukan berarti aku membiarkannya" Ucap Cherry tersenyum.
Sementara itu di sisi lain, Aldo yang tengah tertidur di sofa dimana sofa itu memang berada di markas mereka.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya aldo saat Yoga baru saja memasuki markas mereka.
Padahal Aldo sama sekali belum membuka matanya. Yang lainnya yang sudah berada di sana heran dengan apa yang dikatakan Aldo.
"Tentu saja kau sudah tau" Gumam Yoga dan tak lama kemudian Nindya pun masuk membuat kini semua mengerti.
Aldo pun membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Yoga pun menutup pintu markasnya.
Semua menghela nafasnya dan memijat kening mereka. Nindya tidak menyangka saat ada ruangan dibalik tembok yang kusam di sekolahnya.
Namun rasa bingungnya terhenti saat kini melihat bagaimana Aldo berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Ah kau benar benar mengotori dan menodai markasku" Gumam Aldo dan kemudian menatap Yoga.
"Kurasa kau tau alasannya" Jawab Yoga tanpa takut sekalipun.
"Seberapa tau alasanku kau tau tidak boleh ada orang asing mengetahui markas gue apalagi gadis jelek hitam sepertinya"Kesal Aldo sembari memaki NIndya.
Nindya memang sudah terbiasa dengan kata kata itu membuat dirinya tidak merasa tersinggung dengan ucapan Aldo.
Semua sedikit terkejut saat Aldo dengan mudahnya body shaming bahkan didepan Nindya langsung.
"Bagaimana kau dengan kejam mengatakannya? Apa kau gila?" Kesal Yoga.
"Memang kenapa?" Tukas Aldo.
"Lihatlah saja dirinya, aku melihatnya sama sekali tidak nafsu melakukan apapun" Lirih Aldo bergidik.
Nindya hanya bisa menundukkan kepalanya karena telah membuat keributan.
"Kau!!" Geram Yoga.
Aldo melambai lambaikan tangannya seakan akan mengijinkan Yoga melakukan apapun dengan gadis jeleknya.
Karena Aldo tidak pernah melihat sekalipun sahabatnya itu sepeduli terhadap wanita bahkan sampai membocorkan markas rahasianya.
__ADS_1
"Aku memang senang dia tidak menyendiri, tapi masalahnya" Aldo menggantung perkataannya dan menggelengkan kepalanya.
"Apa tidakada lainnya?"