The Romance Story Gadis Berkulit Hitam

The Romance Story Gadis Berkulit Hitam
episode 10 Markas Rahasia?


__ADS_3

"Sekali lagi lo berisik di depan gue! Abis lo!" Ancam Aldo.


Aldo pun beranjak dan pergi dari sana. Semua terdiam karena terkejut. Bahkan Nindya sampai mengelus dadanya saat mendengar gebrakan meja itu.


Yoga pun menggandeng tangan Nindya untuk pergi dari sana membuat kedua teman Cherry itu semakin tersulut kesal.


Cherry pun menggelengkan kepalanya dan mendekat ke ara dua temannya.


"Gue bilang ngebiarin bukan berarti tidak memberinya pelajaran!" Gumam Cherry.


Yoga dan Nindya pun beralih ke kantin, Nindya segera menarik tangannya membuat Yoga tersenyum merasa tidak enak.


"Maaf!" Gumam Yoga dan Nindya hanya menundukkan kepalanya.


"Kau harus tegas kepada mereka, kau akan terus diganggu jika kau diam saja diperlakukan!" Timpal Yoga.


Namun Nindya hanya diam dan menundukkan kepalanya. Yoga pun mengajaknya untuk membeli makanan.


"Aku ke kamar mandi dulu kak!" Ujar Nindya.


Yoga pun mengangguk.


"Rasanya benar berbeda saat ia berbicara" Tukas Yoga.

__ADS_1


Karena memang Nindya tidak pernah mengucapkan kata dan hanya berbicara seperlunya.


Seakan berbicara itu adalah langka.


Di dalam kamar mandi, Nindya menatap di cermin dengan hati yang berdetak dengan kencang.


Menatap dirinya sendiri dan tak lama kemudian sebuah senyuman terbentuk.


Mengingat bagaimana Yoga membelanya dan dia adalah orang disekolah yang peduli kepadanya.


Istirahat masih terus berlanjut dan Nindya pun pergi ke kantin dan membeli beberapa makanan dan minuman.


Dia membeli beberapa makanan dan minuman kemudian ia duduk di kantin sendirian.


Begitu juga para siswa lainnya yang juga tidak ingin berurusan dengan NIndya setelah bagaimana Yoga dan juga Aldo membelanya yang berarti berurusan dengan Nindya sama juga berurusan dengan geng Aldo.


Dan itu adalah masalah besar.


Nindya pun menghela nafasnya bagaimana melihat siswa yang dilihatnya langsung mengalihkan pandangannya.


"Aku hanya ingin sekolah dengan tenang dan tidak ingin menimbulkan masalah apapun" Ujar Nindya dengan lirih sembari memakan camilan yang dibelinya.


Waktu istirahat pun berlalu dan kini kembali ke jam pelajaran namun karena adanya rapat untuk para guru yang tidak mengikuti tour membuat jamkos seluruh kelas.

__ADS_1


Banyak para siswa adek kelas yang ingin kembali ke kelas mereka dan ada juga yang menetap karena kenal dengan kakak kelas mereka.


NIndya pun demikian dan hendak kembali ke kelasnya namun ditahan oleh Yoga.


"Kenapa tidak disini saja?' Tanya Yoga.


Nindya pun menggelengkan kepalanya dengan perlahan menolak apa yang dikatakan Yoga.


Karena dia sudah tau bagaimana tatapan Cherry dan teman temannya terhadapnya.


Yoga yang menyadari pun menoleh ke arah Whyza dan juga Trigo yang masih ada disana karena yang lainnya sudah menuju ke markas mereka.


"Haruskah kita membawanya ke markas?" Tanya Whyza berbisik kearah Yoga dan juga Trigo.


"Kau gila? Kau tau Aldo tidak menyukai gadis itu" Gumam Trigo.


"Kau benar! Lagipula kita tidak boleh membawa siapapun ke markas"' Timpal Whyza.


"Aku akan membawanya ke markas" Gumam Yoga membuat mata Whyza dan Trigo melotot.


"Yog--


"Gue tau, gue yang akan menghadapi Aldo" Timpal kembali Yoga karena dirinya merasa tidak yakin jika meninggalkan Nindya sendirian.

__ADS_1


Dan dia yakin jika Nindya akan dapat dipercaya untuk menjaga rahasia keberadaan markas rahasia.


__ADS_2