
"Kau seharusnya tidak berkata semacam itu langsung di depannya!" Ujar Whyza berbisik ke telinga Aldo.
Aldo hanya memutar bola matanya dan kembali menaikkan kakinya ke atas kursi dan kembali tidur.
Nindya pun memutar bola matanya mengelilingi semua sudut ruangan itu. Ternyata disinilah para anggota genk itu memboloskan diri.
Ruangan yang lumayan luas dengan desain perpaduan coklat dengan pernak pernik motor di sana.
Bernuansa semacam anak motor.
"Kenapa kau malah diam saja duduklah dan ambil beberapa minuman dan snack disana. Makanlah disini saja kau akan aman" Gumam Yoga membuat Nindya tersadar dan berhenti menatap keseluruhan ruangan itu.
Nindya tidak menyangka bahkan terdapat makanan disana. Memang benar benar tempat untuk membolos yang baik.
"Iya kak makasih" Lirih Nindya.
"Kau akan kembali ke kelas bersamaku jika tidak kau akan diganggu lagi apalagi dengan Aldo yang membentak golongan Cherry dan membelamu" Ujar Yoga dengan sedikit keras karena memang niatnya agar Aldo mendengarnya.
Para teman temannya yang lainnya pun tertawa kecil.
Aldo tetap acuh tak acuh dan lebih memilih untuk tidur.
__ADS_1
"Kau tidak boleh mengganggunya saat tidur atau kau akan dalam masalah" Bisik Yoga bercanda.
...
Sementara itu tak terasa jam istirahat akan habis dan tiba waktunya saat para siswa siswi kembali ke kelas.
Cherry terus saja membuat matanya kesana dan kemari untuk melihat dan menemukan keberadaan Nindya yang sama sekali belum muncul.
"Dimana sih" Ujar teman Cherry.
"JIka aku tau aku tidak akan mencarinya sampai seperti ini" Kesal Cherry kepada kedua temannya.
Namun seketika mereka terhenti saat menangkap sosok NIndya yang berjalan dengan dihimpit Yoga dan kawan kawan kecuali Aldo pastinya.
Pertanyaan itu secara bersamaan muncul di otak Cherry dan kedua temannya.
Melihat bagaimana Nindya seakan di jaga dan di kawal oleh anggota genk yang ditakuti tak hanya di dalam sekolah namun di luar sekolah sekalipun.
"WHAT? Aku yang harusnya ada di sana dan dijadikan ratu oleh mereka" Geram Cherry merasa kesal.
"Kita harus melakukan sesuatu. Dia yang membuat kita melakukan ini" Gumam Cherry dan merencanakan sesuatu apa yang akan dilakukannya kepada Nindya.
__ADS_1
"Kalau perlu bunuh saja dia" Timpal lagi Cherry yang pergi dan memasukii kelas dengan kesal.
"Ha?"
"Beneran Cher?"
Kaget kedua temannya saat mendengar kalimat apa yang keluar dari mulut Cherry.
Yoga, Nindya dan juga lainya terlihat memasuki kelas dan kembali duduk ditempat mereka masing masing.
Terlihat bagaimana Cherry menahan kesal dan emosinya. Dirinya yang selama ini hampir saja tiga tahun sama sekali belum berhasil untuk mendapatkan hati para teman temannya Aldo.
Dan sekarang dengan mudahnya Nindya merebut apa yang diinginkannya dari sulu dengan mudah. Yaitu menjadi dekat dengan anggota yang paling populer dan tidak main main dengan ucapannya.
Seakan hidup Nindya lebih mulia dari pada kehidupannya.
"Kau pikir dengan dekat dengan Yoga aku takut padamu?" Gumam Cherry sembari menatap tajam ke arah Nindya yang juga berpapasan Nindya yang menatapnya.
Nindya pun sudah berperasaan buruk dengan tatapan itu. Yoga yang menyadari.
Nindya pun menundukkan kepalanya dari pada menatap Cherry yang membuatnya takut.
__ADS_1
"Aku hanya ingin lulus dari sekolah ini, menahannya dan sekarang aku harus berada dalam masalah yang lebih besar' Batin Nindya.