
hari ini seperti biasa aku hanya duduk diam dipojokan.hanya bisa melihat pertengkaran orang tuaku tanpa bisa mendamaikan mereka.
"plakkk" Terdengar tamparan. ayahku menampar ibuku sampai jatuh tersungkur.
"diam kamu ******"hendri berucap dengan sangat marah.
"brengsek!!hendri kamu yang jelas jelas selingkuh bahkan kau membawa perempuan ****** ini masuk kerumah"tunjuk anita kepada perempuan yang dibawah ayah.
beginilah kehidupanku sehari hari.
namaku xu huan. aku masih berumur 13 tahun. ayahku bernama hendri huan dan ibuku bernama anita huan.ayahku seorang pejudi yang akut, ibuku bantin tulang setiap hari hanya untuk kami bisa makan.
"diam kamu anita yang ****** sebenarnya disini adalah kamu bukan dewi. kamu bahkan menjajahkan tubuhmu ke laki laki hidung belang diluaran sana"seru hendri sangat marah
"iya aku memang menjajahkan tubuhku diluaran sana itu karena kamu tidak becus menjadi kepala keluarga. tiap hari kerjanya hanya menjudi dan mabuk mabukan dengan sijalang ini bahkan kamu memakai uangku hanya untuk membeli barang yang diinginkanya. Kamu tidak pantas disebut suami yang baik"kata anita dengan menekankan kata kata.
__ADS_1
henri yang mendengar tambah marah dia bahkan menampar hingga anita jatuh tersungkur dan menjambaknya.
lalu membisikkan sesuatu
"jika bukan karna kau selingkuh dariku dulu aku tidak akan melalukan ini kepadamu ******.ingat kau menghianatiku. menghianatiku"lalu menekan kepala anita dengan kakinya kelantai.anita hanya terdiam sambil menangis sesenggukan. menyesal karena pernah menghianati suami yang mencintainya saat itu.dia sungguh menyesal hanya karena uang dia sampai menghianati suaminya sendiri.
"ayo dewi sayang kita pergi dari rumah ini. jika kita berlama lana disini hanya akan menambah emosi kita. kita jadi tidak bisa bersenang senang"kata hendi sambil berbalik kearah pintu
sedangkan wanita yang dibawah hendri hanya terseyum kemenangan lalu berjalan kearah anita yang masih tersungkur.
seorang anak kecil menangis dipojokan dengan tersedu sedu. seharusnya dia bermain dengan ayah dan ibunya bukan jadi seperti ini. seharunya mereka menjadi keluarga bahagia bukan menjadi keluarga yang hancur. seharusnya mereka menjalani hari hari yang indah bukan hari hari suram seperti sekarang ini.
"ayah"panggil anak kecil itu sambil berlari kearah ayahnya. akan tetapi bukan pelukan yang dia dapatkan melainkan sebuah tamparan yang keras yang sanggup membuat anak itu menabrak meja yang disampingnya
anak itu merasakan pusing sebentar lalu ia merasa ada cairan menetes dari kepalanya.
__ADS_1
anak itu berusaha berdiri lalu sambil menangis ia berkata dengab terbata bata. "kenapa hikss.... ayah melakukan ini kepadaku hikss...dan juga ibu hikdss... "seru anak itu sambil menangis sesegukan
"kenapa.... kenapa kau bertanya kenapa anak sialan. baiklah jika kau bersikeras ingin mengetahuinya itu karena kau bukan anakku. kau hanya anak wanita ****** itu dengan selingkuhanya. sekarang kau sudah mendengarkan menjauh dariku"hendri berteriak dengan marah
"tidak ayah aku, anak ayah.aku ridak percaya dengan apa yang ayah katakan barusan"kata anak itu bangkit lalu memeluk hendri dengan sangat erat. sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"aku bilang menyingkir bocah.menjauh dariku kau sudah membuatku jijik. kau seharusnya berterimakasih padaku karena nembiarkan mu tinggal dirumahku"seru hendri lalu menyingkirkan anak itu dari tubuhnya dengan sekuat tenaga lalu...
brukkk terdengar suara benturan antara kepala dan tembok saling beradu kekuatan.
**Tbc
__ADS_1
nantikan kelanjutannya yahhv**