
si penyusup mendudukkan korban yang diculiknya diatas kursi,mengikat kedua tangannya dibelakang dan kakinya.
sipenyusup membangunkan korban dengan menyiram air dingin seember yang telah disiapkan sipenyusup.
***byurrr***
korban yang masih tertidur terkejut dengan air dingin yang menimpanya.
"kau...siapa kau....lepaskan aku"marah sikorban setelah membuka kedua matanya
si penyusup hanya melihat dengan keryitan didahi yang tentunya tidak bisa dilihat sikorban karena tertutupi topeng
"melepaskanmu?apakah bisa semudah itu?"tanya si penyusup
"siapa kau....."
"tenang sayang mari kita bersenang senang dulu "seringai sipenyusup dibalik topeng
***sedangkan ditempat lain***
__ADS_1
"hoammm...dasar senior han menyuruh nyuruhku dengan seenak jidatnya"keluh orang yang didepan kamera sambil mengantuk
"bagaimana dia enak enakan tidur aku harus bejaga disini ini tidak adil"
"tapi kalau dipikir pikir apakah pelaku pembunuh itu mempunyai sakit jiwa?mengapa membunuh orang ditempat yabg sama dan selalu meninggalkan jejak ?apakah dia menganggap kami rendah?tidak bisa dimaafkan,tapi juga mengapa dia membunuh ditempat yang sama berturut turut 2x? pasti ada yang tidak beres.dan senior juga berfikir mungkin si pelaku pembunuh mempunyai dendam,tapi kenpa malah anak sekolah yang terbunuh atau jangan jangan pembunuhnya berasal dari sekolah tersebut"pikir detektif steven dan tiba tiba lansung berdiri dan berjalan mengambil handphonenya dan mendial nomor seseorang untuk dihubungi.
yang ditelepon masih belum mengankat,detektif stevan melihat kearah komputer yang menampilkan ruangan gelap.
detektif steven melihat dengan seksama ada seseorang yang mengendong sebuah keranjang.
dan orang yang berada di rekaman cctv tersebut menunjukkan sebuah surat yang membuat detektif steven keluar menuju tempat yang akan terjadi pembunuban selanjutnya .detektif steven buru buru mengambil kunci mobil dari sakunya dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi
detektif steven lagi lagi menghubungi seniornya tapi masih belum siangkat
"halo...ada apa kau menggangguku malam malam begini tidak taukah kau kalo kurang tidur bisa sakit."suara dari sebrang sana
"apa?"
"cepat berangkat ke gudang sekolah sepertinya dugaan kita bahwa itu salah satu pembalasan dendam teryata benar."
"baik aku akan berangkat sekarang"
digudang
__ADS_1
"apa..apa yang akan kau lakukan?"ucap korban gemetaran berusaha melepaskan diri namun karena ikatannya kuat jadi sia sia
"aku hanya melakukan pembalasan saja.tenang saja adik kecil"si penyusup mengusap wajah si korban dengan lembut
"ah..aku menyimpan sesuatu disakuku kau mau tebak"
"tidak"
"kenapa tidak"ucap si penyusup mencekal dagu sikorban
sipenyusup mengeluarkan pisau lipat dari sakunya,menunjukkan betapa menkilatnya pisau itu
sikorban hanya berteriak histeris ketakutan.si penyusup yang kehilangan. kesabaran mengikat mulut sikorban dengan kain hitam
"hmm...aku penasaran jika pisau ini diarahkan kewajah cantikmu apa yang akan terjadi yahh?"ucap si penyusup penasaran
"kalau tidak di coba mana kita tau"seringai sipenyusup mulai menggores pisau itu seperti sedang melukis di kanpas putih yang mengeluarkan warna merah seperti sedang diwarnai
sikorban berteriak tertahan merasakan benda dingin membela kulit mulusnya,ia menangis tersedu sedu memohon untuk menghentikan tindakan yang dia lakukan itu benar benar menyakitkan
si penyusup terseyum melihat karya nya
"hei cup...cup...jangan menangis kita akan melihat sebuah karya yang maha indah.dimananya kacanya ...
ah dapat.lihatlah wajahmu yang manis makin manis bukan"bangga si pembunuh.
***tbc
__ADS_1
see you again***