The Sun Rice

The Sun Rice
two


__ADS_3

Aku hanya bisa melihat ayahku pergi dengan wanita lain tanpa bisa berbuat apa apa. selang berikutnya aku menangis,aku memang memiliki tubuh anak kecil tapi otakku sudah dewasa. aku menangis sesegukan aku tidak peduli apa kata orang orang bahwa anak laki laki tidak boleh menangis.Yang aku tahu dengan menangis beban dipundakku dapat berkurang.Aku melihat kearah ibuku dia masih terdiam menangis meratapi kepergian ayahku.


aku berusaha bangkit. Dengan tertatih tatih aku melangkah kearah ibuku.


"ibu......"panggil xu sambil memeluk ibunya. Dia tahu bahwa ibunya memerlukan hiburan saat ini dan xuan ingin menghiburnya dengan cara memeluknya menunjukkan bahwa ia sangat menyayangi ibunya.


"ibu jangan bersedih yahh.... walaupun ayah pergi meninggalkan kita tapi besok ayah pasti kembali kerumah ini ia tidak mungkin meninggalkan kita. bukan kah hari hari sebelumnya juga begitu. ibu jangan terlalu memikirkan ayah ya bu.kan masih ada xu yang menemani ibu"kata xu memberi kata kata menenangkan kepada anita.


plakkk


"minggir kamu hikss... anak sialan hiksss" anita melepas pelukan xu dengan kasar lalu pergi meninggalkan xu menuju kekamarnya.

__ADS_1


xu hanya menatap kepergian anita dengan pandangan kosong. lima detik kemudian anita keluar dari kamarnya dengan masih bercucuran air mata ditanganya ia membawa ikat pinggan, lalu berjalan kearah xu.


xu yang menatap ibunya datang merasa senang mungkin ibunya masih peduli padanya itulah yang dipikirkan xu tanpa ia sadari bahwa ia akan mendapatkan pukulan seperti sebelum sebelumnya.


"ibu datang... xu sangat senang.xu pikir ibu akan meninggalkan xu seperti yang ayah lakukan tapi ibu kembali xu sangat senang"ucap xu dengan senyuman lebar dan mata berbinar tidak memedulikan darah yang masih merembes dari kepalanya lalu dia berdiri menghampiri anita .xu yang masih berjalan kearah anita tidak menyadari anita sudah bersiap siap memukul xu dengan ikat pinggannya.


blaaassss


terdengar suara diruang tamu dengan sangat keras. xu yang terkejut sekaligus merasakan sakit melihat kearah ibunya yang terseyum kesenangan melihat xu.


"hahahaha...... "anita tertawa bak kesetanan. seakan akan ada lelucon yang lucu didepanya lalu dia kembali memukul xu dengan ikat pinggan tersebut sampai menghasilkan luka baru ditubuh xu.

__ADS_1


luka yang lama belum kering lalu datang lagi luka yang baru. xu hanya memangdang anita dengan pandangan kosong yang ditujukan kepada ibunya tanpa ada tangisan,tanpa ada ringisan yang keluar dari mulutnya, tanpa ada permohonan agar ibunya berhenti menorehkan luka, dia hanya terdiam,seolah olah disana bukan dia tapi patung.


xu hanya membiarkan anita memukulnya dengan ikat pinggan menorehkan luka luka baru,dihatinya ia ingin mengatakan kepada ibunya agar berhenti memukulnya tapi otaknya memberontak untuk mengatakan agar mulutnya diam. xu hanya diam membiarkan kenapa ibunya selalu menyalahkannya,sebenarnya didalam hatinya yang terdalam xu ingin bertanya kenapa ibunya selalu melampiaskan amarahnya dengan cara memukulnya tapi lagi lagi otaknya memberontak.


xu bukan lagi anak anak walaupun tubuhnya anak anak tapi pikiranya sudah dewasa bukanya dia tak tahu kenapa ibunya melampiaskan amarahnya kepadanya tetapi ia ingin mendengar sendiri dari mulut ibunya. "ibu kenapa..... kenapa ibu selalu memukul xu apa salah xu kepada ibu"akhirnya xu dapat mengeluar suara hatinya dengan susah payah.


tubuh xu tidak mampu bertahan berdiri lagi akhirnyA ia terjatuh dengan luka yang menganga ditubuhnya.


 


***Tbc

__ADS_1


 


nantikan kelanjutanyahhh 😉😉😉***


__ADS_2