
***xu pov***
"hati parah orang tua itu pasti sakit,mereka mengharapkan anak mereka pulang selamat tapi yang mereka dapatkan kabar kematian anaknya"guman xu tidak jelas,sambil iri melihat para orang tua yang mengkhawatirkan anaknya.
"seandainya ayah dan ibu seperti itu. aku pasti sangat bahagia"pikirku semakin iri
aku mengingat ngingat kejadian kemarin sepulang sekolah.
flasback
aku pulang sekolah seperti biasa.aku masuk kerumah dengan tidak mengetuk pintu, jika akupun mengetuk pintu aku tidak akan mendapat balasan.
kubuka pintu,lalu meletakkan sepatuku dirak sepatu.
Dari ruang tamu dapat kudengar ayah dan ibuku bertengkar lagi.
inilah hari hariku,setiap hari pulang sekolah sudah disuguhkan pemandangan ayah dan ibuku bertengkar.
aku berjalan keruang tamu untuk menghentikan pertengkaran mereka walaupun aku yang berakhir banyak luka.
__ADS_1
aku melihat mereka,ibuku berteriak kepada ayahku
"hendri... kau masih tidak tahu malu yah
kau datang kesini dengan mabuk apa urat malumu sudah hilang. kau bahkan berani membawa. wanita ****** ini kesini... apa kau gila"tunjuk ibuku kepada wanita yang dibawah ayahku yang sebenarnya adiknya
"Diam kamu hikk.....yang ****** disini adalah kamu.Berani sekali kami menyebut wanitaku jalan hikkk "
plakkmm
ayah menampar ibuku dengan kuat lalu pergi menuju kamar dengan adik ibuku
"biadab kamu hendri...... pergi kamu dari sini"teriak ibuku dengan murka sambil mengedor gedor pintu kamar. ibuku merasot kelantai dengan tangisan yang kuat.
aku yang menyaksikan mendekati ibuku, aku tidak berani melerai mereka.
ibuku mendongak melihat kepadaku lalu tiba tiba memukulku kedinding dekat pintu kamar
brakkk
tes tes keluar darah mengucur keras
tidak sampai disitu ibuku tiba tiba bangun lalu menarik kerah bajuku
__ADS_1
"kamu..... kamu.... anak sialan. Aku akan memberimu pelajaran hari ini hehehehe"geram ibu sambil tertawa lalu menarikku kegudang.
saat digudang ibuku mehempaskanmu kelantai, aku tidak tau lagi mana dari bagian tubuhku yang sakit.luka yang 2 hari kemari terbuka lagi mengakibatkan darah segar merembes.Aku masih bersyukur 2 hari yang lalu ibuku tidak memukulku sehingga lukaku mulai sembuh dan tidak berakibat pada infeksi namun sepertinua hari ini aku harus menghabiskan uang tabunganku untuk membiayai lukaku lagi.
aku melihat ibuku sepertinya mencari sesuatu diantara barang barang yang tidak digunakan ibuku. aku hanya diam ketakutan ibuku kembali aku bisa melihat ibuku membawa tali dan pisau lipat yamg masih berkilau itu berarti pisaunya sangat tajam.aku berangsur mundur karena ibuku berjalan kearahku dengan senyuman bengis seolah olah akan ada pertunjukan yang menarik.
aku semakin ketakutan dan bergetar ketika tubuhku menyentuh tembok gudang, aku mendongak dapat kulihat ibuku sudah didepanku berdiri. ibuku berjongkok
"ibu..... "panggilku memelas menahan tangis yabg akan keluar
"cup.... cup.... anakku sayang sebentar lagi akan ada pertunjukan jadi kamu diam yahhh"suara ibuku terlihat semakin menakutkan
lalu tiba tiba ibuku menarik kedua lenganku kebelakang dan mengikat debgan cukup keras aku yakin pasri akan berbekas.
"tidak ibu ....tidak.... "ucapku dengan nada ketakutan
ibuku tidak menggubris melainkan ia melanjitkan aksinya mengikat kakiku.
aku menangis tersedu sedu walaupun aku menunjukkan wajah dingin ku diluar rumah tapi aku hanya seorang anak yang pasti memiliki berbagai macam ekspresi. wajah dingin hanya topebg yang kubuat untuk melindungi ku.
***Tbc
__ADS_1
nantikan kelanjutannyahhhh😜😜😜***