The Sun Rice

The Sun Rice
four


__ADS_3

dari tempat duduknya xu dapat melihat para polisi membawa jenazah yang sudah membusuk dibungkus plastik warna kuning (saya kurang tau namanya😂😂😂)


xu yang membaca tiba tiba


braakk


suara pintu yang ditendang keras terlihat seorang pria dengan tubuh yang tambun memakai jas hijau lumut, topi dan pakai kacamata tidak lupa ditangannya terdapat buku dan juga pena dia terlihat seperti detektif.


"anak muda kenapa kau hanya sendirian disini?? kenapa kau tidak pergi untuk menemui mereka yang berkumpul di depan gudang untuk melihat korban pembunuhan itu??? "tanya detektif itu dengan nada penuh kecurigaan.


"ada katah pepatah sebelum bertanya kepada orang asing sebaiknya perkenalkan diri dulu. nah pak sebelum bertanya bapak harus memperkenalkan diri dulu. "xu berucap dengan pandangan dingin.


detektif yang melihat xu seperti itu memandang aneh


"berani sekali anak ini mengalihkan perkataan"pikir detektif tersebut dengan pandangan marah namun dia tetap menjawab.


"Baiklah perkenalkan namaku steven ham. dan aku adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi 4 hari lalu.nah sekarang anak kecil perkenalkan namamu dan jawab pertanyaanku barusan"


"baik perkenalkan namaku xu huan. tentang pertanyaan bapak yang pertama aku menyukai kesendirian dan pertanyaan bapak yang kedua aku hanya malas untuk berjalan ke arah gudang"xu masih memandang steven dengan pandangan dingin.


akab tetapi dimata steven xu semakin mencurigakan.

__ADS_1


"pak steven kenapa bapak mendobrak pintu tadi bukankah pintu itu tidak dikunci?. lalu apa tujuan bapak datang kekelas saya"pertanyaan xu yang keluar semakin menguatkan kecurigaan steven.


"mengapa anak ini masih bisa tenang padahal teman temanya dibawah gudang berteriak histeris karena ketakutan" pikir steven.


steven berusaha mengendalikan emosinya dan tetap memasang wajah biasa biasa saja namun sayang xu sudah menyadari perubahan wajah pada si detektif.


"mengenai aku yang mendobrak pintu itu memang kebiasaan ku... "kata detektif sambil menggaruk kepalanya seperti sedang berusaha menghindari tatapan kecurigaan xu


"yah memang kebiasaan yang buruk. kalo rusak tinggal ganti memang orang kaya"mendengar ucapan xu.


steven hampir mengeluarkan amarahnya namun dia tahan.


"dan tujuan saya datang kekelas untuk menemui kamu... "


"anak kecil jangan memotong pembicaraan orang dewasa"ucap steven menahan kekesalanya.


"baik baik"balas xu dengan nada dinginya


"alasan saya menemui kamu, karena hanya kamu saja yang tidak ada dibawah "


"jadi bapak mencurigai saya??"ucap xu masih dingin.

__ADS_1


"iya.sebaiknya kamu mengikuti saya kebawah untuk menjawab beberapa pertanyaan dari saya dan teman teman saya"ucap steven sambil berusaha mengajak xu ke gudang untuk melakukan introgasi


"hanya berdasarkan saya tidak turun kebawah jadi kalian mencurigai saya, begitu?? "ucap xu


detektif yang mendengar ucapan xu terkejut.


"jangan banyak bertanya anak kecil... "


"bukankah tadi saya sudah memperkenalkan diri saya kenapa bapak masih memanggil saya anak kecil"xu berkata dengan sorot mata yang tajam


"uhuk uhuk.... baiklah an... ehem maksudku xu ayo ikuti saya jika kau tidak ingin masalahmu tambah banyak"ucap steven "baiklah " xu beranjak dari kursinya mengikuti si detektif yang duluan pergi.


sesampainya di gudang ia dapat melihat teman temannya juga diintrograsi,kapan mereka bertemu terakhir kali dengan korban.


"baiklah xu silahkan duduk di meja itu"tunjuk steven kearah meja yang kosong.


xu berpikir seolah olah dialah yang dicurigai sebagai pembunuh disini karena melihat tatapan mereka yang mengarah kepadanya,tapi xu hanya memandang dingin. xu yang masih dalam pikirannya dikagetkan dengan kursi didepan mejanya yang bergeser lalu duduklah seorang pria yang berbeda dari pria yang mengajaknya dari kelas. pakaian pria itu sama dengan pakaian yang dikenakan pria yang tadi.


 


***Tbc

__ADS_1


 


nantikan kelanjutannya yahhb🤗🤗🤗***


__ADS_2