The Sun Rice

The Sun Rice
ten


__ADS_3

detektif steven berjalan disekitar lorong hingga terdengar suara


krasak krusuk


detektif steven menolehkan kepalanya keujung jalan,ia bisa melihat diujung lorong terdapat siluet anak kecil.


detektif steven memicing mata melihat mencoba mengenali siluet tubuh itu


***steven pov***


"apakah itu xu "pikirku melangkah mendengkati siluet anak tersebut yang sepertinya mengambil sesuatu dari tong sampah yang didepannya lalu memasukkan kekerangjang yang di gendong di belakang tubuhnya


"tunggu apakah itu botol bekas yabg diambil pemulung? apakah xu seorang pemulung?,tapi setauku orang tuanya masih lengkap dari data yang kubaca tentang xu"


aku masih berjalan mencoba memastikan bahwa anak yang didepanku ini adalah xu.


aku berhanti berjalan sambil memikirkan tentang data yang kuterima tentang anak yang bernama xu tersebut.


"ahh...masa bodoh jika anak kecil tersebut adalah xu maka aku bisa tanya nanti tentang orang tuanya yang perlu aku pastikan sekarang apakah anak yang memulung sampah itu adalah xu"


aku mengankat kepalaku dan anak itu sudah hilang

__ADS_1


"dam it"ucapku mengumpat karena aku kehilangan anak itu


"haizzz ...sebaiknya besok saja kucari xu di rumahnya"ucapku membalik arah bermaksud untuk pulang


***steven pov end***


sedangkan disisi xu dia hanya berjalan santai tanpa mengetahui bahwa dia diikuti dari belakang hingga salah satu dari sisi dirinya terbangun saat ia sudah hampir sampai di rumah.


"adik manisku saatnya tidur malam,anak manis tidak boleh tidur larut loh"sisi lain xu sudah mulai terbangun namun xu masih harus bertahan ia tidak ingin kakaknya yang satu ini mengusai tubuhnya lagi karena ia sudah bosan dengan masalah yang dibuat oleh kakaknya ini yang harus merepotkannya.


"tidakk..kak..jangan hari ini yah kak"ucap xu mencoba mempertahankan kesadarannya namun lama kelamaan xu mulai merasa gelap hingga ia tergantikan oleh sisiny yang gelap


"tapi sebaiknya aku mengantar keranjang adikku kerumah dulu"putus sisi gelap xu


keesokan harinya saat xu sampai di gerbang dia dikejutkan oleh sirene ambulans sehingga ia berjalan kearah sirene tersebut disana ia melihat sudat terdapat tempat pembungkus mayat yang sedang diangkut untuk otopsi oleg petugas medis


"lagi lagi mayat "pikir xu melihat lihat keadaan


sedangkan disisi detektif


"ini sepertinya korban pembunuhan berantai"ucap detektif han menganalisa tempat korban pembunuhan

__ADS_1


"iya dan sepertinya pembunuh itu juga menggunakan lilin.lihat itu!"tunjuk detektif steven bekas lilin yang dibersihkan namun masih ada bekas lilin tersebut


"mungkin ini adalah pembunuh yang sama yang membunuh lima orang yang kemarin"ucap detektif han


penyelidikan masih berlangsung hingga pulang sekolah


xu berjalan kearah rumahnya ia sudah cukup lapar.xu tidak sabar untuk memasak mie instan denga tambahan tomat yang benyak memikirkannya xu mulai ngiler.


xu mempercepat langkahnya pulang kerumah karena ia sudah tidak sabar makan makanan kesukaannya lagi.


sesampai dirumah xu membuka pintu tanpa permisi karena jika permisi pun ia tidak akan mendapat salam dari dalam.


saat xu melangkah masuk sebuah buku ensiklopedia sekitar 200 halaman melayang kearah xu sehingga membentur kepalanya.


xu melihat kearah sumber datangnya buku itu ia bisa melihat papanya marah besar


"apa ini yang diajarkan gurumu kepadamu,pulang kerumah tidak mengucapkan salam langsung masuk saja seperti pencuri"marah papanya


***tbc***


see you again๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

__ADS_1


__ADS_2