
"hiks hiks hiks kumohon hentikan ini benar benar menyakitkan"
"tidak...tidak...... tidak...... itu bukan jawabannya.oh astaga aku haus dan sepertinya aku bisa minum itu"tunjuk sang pelaku ke tangan kanan si korban
sipelaku menjilat tangan kanan si korban yang masih deras mengucurkan darah kental berwarna merah .
si pelaku mendongakkan kepala keatas untuk melihat sikorban yang menangis semakin keras gara gara perih yang dia rasakan.
ia terseyum senang melihat korban yang dia tunggu tunggu kesakitan
"hentikan hiks....hiks...hiks......ini benar benar sangat perihhhh"tangis si korban semakin keras
si pelaku yang seolah olah tuli mengeluarkan jarum dari balik jaket hitam yang ia gunakan dan lalu mengarahkan ke kuku si korban tanpa ampun menusuk kuat benar benar kuat ke kuku si korban.
"aaaaaaaaa......aaaaaaaaaaaaaaaa......sakitttttttttt " teriak si korban menjerit kesakitan
__ADS_1
sementara itu
detektif steven yang sudah di area sekolah dengan beberapa mobil anggota ke polisian terkejut mendengar suara teriakan kesakitan yang menyayat hati.
mereka segera bergegas lari ke arah teriakan suara yang tadi mereka dengar dan suara yang mereka dengar dari arah gudang namun terkunci dari dalam
"siapa yang di dalam cepat buka pintunya atau kami akan mendobrak secara paksa"ucao detektif steven dengan suara yang dikeraskan agar orang yang di dalam mendengar,lalu menggerakkan tangannya seolah olah memberi kode kearah anggota polisi agar mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu tersebut.
"saya hitung sampai tiga jika tidak ada yang mrmbuka kami akan benar benar mendobrak pintu ini" detektif steven mulai menghitung.
"satu.........................dua.....................tiga............. "namun masih belumada yang membuka .detektif steven menganggukkan kepalanya seolah memberikan kode kepada anggota polisi untuk mendobrak pintu gudang tersebut.
"sekali lagi"ucap detektif steven dan mereka mengulangi lagi setelah mencoab yang kedua akhirnya pintu mulai retak dan salah satu polisi mengankat kakinya menendangkan ke arah pintu tersebut dan terbukala pintu itu .Disana mereka melihat darah yang bercecer di lantai dan masih menetes dari sumbernya yaitu tangan seseorang lalu mereka mengankat kepalanya disana terlihat seorang gadis dengan piyama berwarnah putih dan terdapat bercak darah serta rambut yang acak acakan dan air mata yang masih menetes.
saat di gadis melihat ke arah mereka ia berteriak dengan sangat sangat keras serta badan yang menggigil karena ketakutan.
__ADS_1
mereka yang mendengar teriakan si gadis terkejut dan mulai menenang kan di
namu si gadis bukan malah berhenti bahkan mulai menangis denagan air mata deras
"pergi...pergi....kumohon ampuni aku hiks...hikss....ini benar benar menyakitkan"ucap si gadis (si korban)
"tenang tenang kami dari anggota kepolisian tidak akan menyakiti mu kami akan membawa mu kerumah sakit"ucap kepala polisi lalu mengarahkan tangan kedua anggota nya untuk membuka tali yang mengikat sigadis.
mereka membuka tali yang mengikat si anak gadis tersebut dan tercetak hasil goresan tali tersebut (kagak tau namanya) pertanda bahwa tali tersebut cukup kencang di ikat.
~***tbc**~
kalian tau ngak author yang menulis tapi author yang menggigil kayak ngak sanggup membuat ceritanya.
tetap tunggu kelanjuatnnya yahhhhhh ok
__ADS_1
kutunggu komentar dari kalian*
see you again