The Sun Rice

The Sun Rice
seven


__ADS_3

ibuku berdiri,dengan memegang pisau lipat dia membuka bajuku dengan kasar.mataku tidak bisa tidak mengeluarkan air mata, saat kulihat pisau itu mulai digoreskan ke tubuhku. Aku merontah dan memohon belas kasih saat merasakan dinginnya pisau itu mulai menembus kulitku,mengeluarkan cairan bewarna merah.


"ibu.... hiks.... hikss... hentikan ini cukup sakit ibu"tangisku tersedu sedu,akan tetapi ibuku tidak menggubris ia masih melanjutkan niatnya.


"tenang yah xu.... sebentar lagi kau akan melihat karya ibu ditubuhmu dan diwarnai darah bukan dengan cat air melainkan darah ha... ha... ha... "tertawa ibuku kesenangan.


aku meringis merasakan sakitnya dan kututup mataku berharap bisa mengurangi sakitnya.


"nah xu lukisan ibu sudah selesai. coba kamu lihat... ahk kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa memilikinya kamu tidak perlu berterima kasih kepada ibu. sudah jam b'rapa ini. haih..... seperti nya aku terlambat bekerja nah sayang hari ini cukup sampai disini yahhh. Terimakasih sudah menghiburku.


Baiklah sekarang aku akan buka ikatanya.sekarang kamu boleh bekerja menjadi pemulung. byeee.... ibu akan pergi"ibuku pergi setelah membuka ikatanku. Membiarkanku tergeletak dilantai.


hanya aku sendirian disana


"siapa aku..... dimana aku..... "gumanku kecil


aku melihat kearah luka yang baru diberikan ibuku darah masih merembes.


"haihhh.... sepertinya aku harus membeli seragam baru. tapi apakah uang tabunganku cukup untuk membeli seragam baru?. sedangkan akhir akhir ini uang memulungku kupakai untuk membeli obat luka, perban"helaku dengan napas berat.

__ADS_1


"tapi tak apa aku pernah membaca buku di perpustakaan sekolah ku bahwa selama kita masih bernapas kita harus tetap bersyukur. jadi walaupun aku begini aku harus bersyukur. setidaknya aku tidak bayar uang sekolah karena aku dapat beasiswa jadi kurasa tabunganku cukup untuk membeli seragam"aku menyemangati diri sendiri


"jadi ayo bangun xu.kita harus obati luka kita. agar bisa bekerja dan dapat uang"aku bangun dari tidurku dengan semangat


"akh... issss... sepertinya lukanya agak dalam, tapi tidak masalah selama bisa berjalan,aku pasti bisa bekerja"semangatku untuk bekerja membara. aku keluar dari gudang menuju kamarku.


kubuka pintu kamarku, aku melihat lihat sekitar tidak ada barang berharga disini hanya ada tikar untuk aku tidur,selimut yang robek sana sini tapi masih hangat jika dipakai,aku membuka lemari yang sudah kropos sana sini. Dari dalam lemari ku ambil sesuatu,sebuah kotak yang dibungkus koran.


"ah ini dia kotak obatku, coba kulihat apakah masih ada obat luka ( betadin)"kubuka kotak obatku


"uhhh untungnya masih cukup kupakai betadinnya dan juga perban"aku meneteskan obat luka (betadin) kelukaku


"uhk.... cukup sakit"ringisku


"astaga... aku terlambat "pekikku


aku buru buru menyimpan obatku karna aku sudah terlambat memulung.


kuganti bajuku dengan kaos biru yang sudah pudar warnanya dan memakai celana selutut bewarna hitam yang juga sudah pudar warnanya. aku berlari kebelakang rumah untuk mengambil keranjangku,kugendong keranjang ku lalu berlari.

__ADS_1


"Semoga aja belum terlambat, jika aku terlambat maka habislah sampah sampah itu diambil orang lain."pikirku sambil berlari mempercepat langkahku.


Β 


***xu pov end


Β 


Tbc


Β 


Β 


nantikan kelanjutannya πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


oh iya author ingin mengatakan bahwa author ingin mengganti sinopsisnya


jika ada yang bertanya kenapa itu karena ceritanya tidak sesuai sipnosisnya

__ADS_1


terimakasih yang sudah membacaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


oke sampai jumpa di chap selanjutnya***


__ADS_2