
"Ayo masuk kelas udah hampir masuk jam pelajaran nih" ucap Kaira yang memecahkan lamunan Ana.
"Eh iya ayo" jawab Ana.
.
.
Bel Masuk pun Berbunyi
Tring..Tring...Tring..
Jam kosong dipelajaran pertama XI Akuntansi. Sebagian besar siswa lainnya hanya memainkan ponselnya, sedangkan Ana masih disibukkan dengan tugas negaranya. Kali ini Ana bukan lagi dibantu oleh Salsa melainkan Kaira. "Sa, biasanya lo yang bantuin kerjaan gue. Gue kangen banget sama lo" batin Ana sambil memperhatikan Kaira yang sedang membantunya.
"Lo kenapa Na?" tanya Kaira
"Ngga papa sih. Gue cuman bersyukur aja gitu, mapel pertama hari ini ngga ada guru ataupun tugas. Jadi gue bisa nyelesein kerjaan gue"
"Emang kalo ada guru kenapa?"
"Ya auto lembur lah gue"
Kaira membulatkan bibirnya dan tersenyum.
.
Salsa yang baru masuk melihat keduanya sedang asik mengobrol hanya melirik dan langsung menuju ketempat duduknya. Ana yang melihatnya pun hanya bisa mengambil napas panjang sambil tersenyum kecil.
Setelah beberapa lama jam pelajaran dimulai, akhirnya bel pulang pun berbunyi.
.
__ADS_1
.
Diparkiran..
"Riaa"
Ana tidak menghiraukan panggilan itu, karena ia tau bahwa itu adalah manusia yang paling rese.
Dengan napas ngos ngosan "Lo bu-deg a-pa gi-mana sih Ri? G-ue mang-gil ma-nggil lo dari tadi huhhh" ucapnya.
"Mau lo apa?" tanya Ana datar.
"Gue mau Lo...." belum sempat Kavin melanjutkan, sudah dipotong oleh Ana.
"Hah?! lo gila ya. Gue tu masih sekolah dan gue ngga mau sama lo!! lagipula masih banyak cowok diluar sana yang lebih ganteng, tajir, baik, dan ngga rese kaya lo!"
Kavin sontak tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Ana.
"Ri ri. Lo tu bisa ngga sih. jangan asal motong motong pembicaraan orang dulu napa?" dengan tersenyum lepas, "Gue tu mau lo anterin gue ke toko buku Ri" lanjutnya.
Ana menunduk malu sambil menahan pipinya yang sudah mulai memerah seperti tomat.
"Kenapa harus gue sih?"
Kavin segera menggandeng tangan Ana untuk naik kedalam mobilnya. Ana pun mengikuti kemauan Kavin. Didalam mobil kedua nya tidak berbicara satu sama lain. Ana hanya memilih untuk melihat kearah luar jendela.
"Tumben lo ngga baca novel?" tanya Kavin memecah keheningan.
Ana hanya diam tidak menjawab dan malas meladeninya. karena Ana tau jika ia menjawab pertanyaannya, Kavin akan terus bertanya.
.
__ADS_1
.
Di toko buku..
Ana melihat banyak sekali novel rilisan terbaru, Ana mengambil salah satu novel dan dibacanya setiap kata pada bagian sinopsis yang sudah membuatnya hanyut kedalam alur ceritanya.
Kavin berjalan mendekati Ana dengan membawa beberapa komik ditangannya.
"Ri, gue udah dapet bukunya nih. Lo gimana udah?"
"Emm. udah ni"
"Udah cuman satu ini aja?"
"iya"
"Gue tu sebenernya pengen banget gitu suka baca baca novel, soalnya banyak dari temen gue yang ngomong kalo novel itu selain bisa buat ngilangin gabut juga bisa ngedewasain seseorang. Emang bener ya gitu Ri?"
Ana mengambil nafas dan tersenyum kecil.
"Gue kenapa jadi cerewet banget gini sih. udah tau Ria lagi badmood. Ahh dasar mulut" batin Kavin.
🌻🌻
**Hallo guys..
Maaf ya lama banget up☹️
Karena author akhir" ini banyak banget kesibukan😴
Jangan lupa like, Comment and vote biar author tambah semangat UPP☺️**
__ADS_1