
Tanpa berpikir panjang ketiga preman itu pun menghajarnya. Salsa yang tersenyum melihat ada yang bersedia menolongnya, namun tiba tiba pandangan Salsa menjadi kaburr dan jatuh pingsan.
.
π
"Gue dimana" lirih Salsa sambil melihat sekelilingnya.
"Lo udah sadar" ucap seorang lelaki itu, Dika dia adalah orang yang sudah menolong Salsa.
Salsa memeluk erat tubuh Dika. Ia masih merasa ketakutan, tanpa sadar ia meneteskan air mata.
"Lo ada dirumah gue. Ngga usah nangis, lo udah aman kok. Disini ada gue lo ngga perlu takut" ucap Dika menenangkannya.
"Ma-makasih Dik" jawab Salsa dengan terbata bata, "Gue harus pulang, udah hampir malem. Pasti ibu gue khawatir banget".
"Tunggu bentar gue ambil mobil dulu"
"Ngga usah Dik gue bisa pulang sendiri kok. Lagipula lo pasti capek banget" dengan tersenyum kecil.
"Lo ngga takut? kalo di gang tadi lo ketemu sama ketiga preman itu lagi gimana? Lo mau dilecehin sama preman preman tak beradab itu?" ucap Dika dengan menunjukan sisi perhatiannya.
Salsa hanya berdiam diri. Baru kali ini ada lelaki yang perhatian sekali dengannya. "Ah tidak usah berlebihan, bukankah ini sudah terlalu sering ia katakan pada perempuan lain" batin Salsa. Yang tidak ingin terlalu berlebihan dalam menyikapi tingkah Dika padanya, agar tidak menimbulkan kekecewaan yang mendalam.
"Lo mau sampe kapan diem disitu?" ucap Dika yang sudah berada didalam mobil sejak lama.
Salsa pun berjalan dan memasuki mobil Dika. Didalam mobil mereka tidak berbicara satu sama lain. Salsa lebih memilih untuk menikmati semilir angin dingi yang menerpa wajahnya. Dan Dika lebih fokus untuk menyetir.
"Lo kenapa bisa pulang sendirian?" ucap Dika memecahkan keheningan.
"Gue..." Menarik napas panjang, "Gue ngga bawa motor dan kebetulan ngga ada angkot yang lewat, jadi gue jalan kaki" lanjutnya.
__ADS_1
"Baru pertama kali ini lewat gang itu?" tanya Dika.
"Iya, aku fikir itu jalan pintas agar lebih cepat sampai dirumahku" jawab Salsa cengingisan.
"Lo kan cewek jangan sembarangan milih jalan. Kalo gue tadi telat nolongin lo mungkin aja udah-"
"Hus.. Yang penting kan lo udah tolongin gue. Makasih ya" potong Salsa dan menunjukkan wajah imutnya.
"Iya deh" jawab Dika.
Dika yang sedang menyetir pun sesekali sedikit melirik ke arah Salsa. "Cantik" batinnya, "Baru kali ini gue sekhawatir ini sama cewek".
"Sa udah sampe rumah Lo" ucap Salsa yang ternyata ia tertidur. Dika yang terpana akan kecantikan Salsa pun terus memandangi wajahnya.
"Eh lo mau ngapain!" teriak Salsa sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.
"Gu-e gu-e gue mau bangunin lo tadi cuman ngga bangun bangun. Ya kali gue mau aneh aneh ke lo. Ngga napsu" jawab Dika dengan wajah pura pura kesal. Ia takut Salsa tau jika Dika memandangi wajahnya.
"Sa" panggil Dika.
"Iya" menoleh kearahnya.
"Lo ngga suruh gue mampir gitu?" tanya Dika dengan tersenyum kecil.
"Ngga. Kan udah malem, lain kali aja kalo mau mampir. Okeee" jawab Salsa dengan tersenyum lepas.
"Okee dehh. Guee pulang ya, salam buat nyokap bokap lo" jawab Dika yang beranjak pergi"
"Iya" jawab Salsa dengan senyum yang terus mengambang.
.
__ADS_1
π
Jam sudah menunjukan pukul 23.00 WIB. Dan Ana masih sibuk dengan tumpukan buku diatas meja belajarnya. Apalagi kalau bukan Diary yang sedari tadi ia tulis.
Tok...tokk..tokk...
Suara ketukan pintu kamar Ana.
"Ana lo belum tidur?" tanya seseorang yang ternyata adalah kakak iparnya yaitu Shelin Azalia.
"Belum kak, masuk aja pintunya ngga dikunci" jawab Ana. Yang langsung membereskan buku buku Diary dan novel miliknya.
"Lo lagi ngapain aja sih jam segini belum tidur?" tanya Shelin dengan mengelus pelan rambut panjang Ana.
"Kakak" dengan menyuntuh tangan kakaknya, "Ana baru selesai ngerjain tugas sekolah" lanjutnya
"Yaudah kan udah selesai yuk buruan tidur. Udah malem kasian mata lo nanti jadi mata panda lho" ejek Shelin pada adik iparnya ini.
"Iya iya kak bawel banget sih" sambil mencubit kedua pipi Shelin.
"Hihh sakit!!" teriak Shelin sambil menggelitik pinggang Ana. Dan Ana pun tertawa sejadi jadinya.
"Ana" panggil seseorang dari luar kamarnya.
Ana dan Shelin berdiam diri. Mereka takut itu suara Ayahnya. "Mati gue kalo itu ayah bisa dibakar semua nih buku buku gue apalagi sampe jam segini belum tidur bisa segue gue nya dibakar nih" Batin Ana.
.
.
**THANKS FOR READING...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTEEπππβ₯οΈ**