The True Power Of Love

The True Power Of Love
07. Perlahan Tapi Pasti


__ADS_3

Salsa semakin geram melihat keduanya yang semakin dekat, "Gue ngga boleh tinggal diem" lirihnya dengan melihat punggung Kaira yang semakin menjauh.


.


Ana yang sudah berangkat lebih awal hanya duduk sendirian di taman sambil membaca novelnya.


"Hai Ri" Sapa Kavin yang tiba tiba ada di hadapannya.


"Gue Ana"


"Ya gue tau"


"Panggil gue Ana!"


"Gue cuman mau panggil lo Ria"


"Serah lo deh"


"Lo kenapa sih suka banget baca novel?" tanya Kavin penasaran.


"Bukan urusan lo" jawabnya singkat.


"Iya gue tau tapi kan...."


"Udah lah gak usah berisik. Lo tu disini cuman ganggu gue tau gak sih!" jawab Ana kesal. Dan meninggalkan Kavin ditaman.


"Eh lo mau kemana sih, Ri ri riaaa" teriak Kavin.


Dengan wajah kesal Ana masuk kelas dan duduk dibangkunya. "Setidaknya gue aman disini tanpa adanya si pengganggu macam Kavin" ucap Ana yang melanjutkan novelnya. Saat hendak membuka novelnya tiba tiba.


Bruakk....


Salsa mengebrak meja dengan keras hingga mengejutkan seluruh penduduk kelas yang ada. Dan menuju ke arah Ana. Ana yang terheran dengan sikap Salsa yang berubah.


"Sa lo kenapa sih?" tanya Ana.


Salsa hanya diam tak berkata apapun.


"Sa cerita sama gue lo kenapa?


"Bukan urusan lo Na" jawab Ana.

__ADS_1


Ana yang mendengarnya pun hanya terdiam. Ia tau Salsa masih marah dengannya.


.


.


🍁


Setelah jam pelajaran selesai Salsa bertemu dengan Dika.


"Sa lo mau kemana?" tanya Dika.


"Mau ke perpustakaan Dik"


"Kebetulan gue juga mau kesana. Yuk bareng aja"


Salsa yang mendengar ajakan Dika pun ber oh ria. Mereka berdua nampak berbicara satu sama lain dengan akrab sekali. Dan sesekali terlihat Salsa menepuk pundak Dika dengan lembut.


Setelah Salsa mengambil beberapa buku, "Gue duluan ya Dik" ucap Salsa.


"Bentar! Lo bawa buku segini banyak? Sendirian?" tanya Dika memastikan.


"Iyaa" jawabnya.


Salsa hanya mengangguki dan mengekori tubuh Dika.


Sementara Ana yang juga berada di perpustakaan pun hanya tersenyum melihat keduanya sudah mulai dekat. Meskipun hatinya sakit, Perlahan tapi pasti Ana yakin akan melupakan semua perasaannya demi Salsa.


Diary ku...


*Surat Kecil Untuk Tuhan..


Engkau yang maha membolak balikkan hati manusia..


Aku berharap semua yang engkau berikan pada hatiku hari ini.


Sesegera mungkin engkau ambil.


Aku ingin melihat orang ku sayangi dapat bahagia


Meskipun berat dan menyakitkan untukku*..

__ADS_1


.


.


Tringg....Tring...


Bel pulang pun berbunyi, semua siswa SMK X berkumpul di lapangan. Karena ada pengumuman untuk Camping minggu depan.


"Baiklah anak anak disini bapak tidak akan berbicara banyak. Cukup baca kertas yang bapak berikan. Semua perlengkapan yang harus dibawa sudah tertera dalam kertas itu. Jika kurang paham bisa langsung temui bapak dikantor" ucap Pak Budi selaku Wakasis disekolah itu.


Semua meninggalkan sekolah tak terkecuali dengan Ana yang duduk di halte dekat sekolahnya untuk menunggu Shelin menjemputnya. Kavin yang melihat Ana segera pergi menemuinya.


"Ri mau pulang bareng gue?" tanya Kavin.


"Gue nanti dijemput Kak Shelin. Lo duluan aja"


"Gue temenin lo nungguin Kak Shelin"


Ana hanya mengangguki, jujur ia juga takut jika harus menunggu Kak Shelin sendirian.


Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB dan Shelin belum juga datang menjemputnya. Ana sudah menghubunginya berkali kali namun tidak ada satu pun jawaban dari Shelin.


"Udah jam segini Ri, pulang bareng gue aja. Gue ngga bakal ngapa ngapain lo kok" ucap Kavin yang sudah terlihat begitu lelah, karena setelah latihan basket.


Ana yang melihat wajah Kavin yang begitu lelah pun tidak bisa menolaknya, "Yaudah tapi lo jangan macem macem sama gue".


"Siap boss" jawab Kavin seraya hormat kepada Ana.


Ana segera mengirimkan pesan untuk Shelin supaya tidak perlu menjemputnya.


Ana


Kakak setelah dari kantor langsung pulang ya. Ana pulang bareng temen Ana.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT AND VOTE

__ADS_1


BIAR AUTHOTNYA TAMBAH SEMANGAT UPπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2