
Dear Diary...
Jika pagimu indah
Maka harimu akan menyenangkan
Meskipun seberat apapun masalah
Yang kamu hadapi
Yakinlah doa dan usahamu akan bekerja.
"Ana lo harus bisa. Lo harus bisa lupain Dika demi sahabat lo sendiri. Lo harus yakin Tuhan itu maha adil. Meskipun terkadang hasil dari perjuangan lo sedikit mengecewakan. Tapi paling tidak jangan pernah putus semangat" ucap Ana pada dirinya sendiri yang berhadapan langsung dengan cermin dikamarnya, "Bismillah lo pasti bisa Na" sambil menggendong tas sekolahnya dan menuju tempat makan.
"Na ayo sarapan dulu" Ucap Ibu Ana.
"Tidak Bu, Ana sarapan disekolah saja. Pagi ini Ana mau mampir ke toko buku untuk membeli beberapa Novel dan Buku Diary bu" Jawab Ana dengan mencium tangan ibu nya.
"Oo yasudah. Hati hati ya nak".
__ADS_1
Ana mengangguk dan tersenyum kearah ibunya.
"Kamu memang tidak pernah berubah Na. Selalu menganggap buku dan pena adalah tempat terbaik untuk mencurahkan segalanya. Padahal masih ada ibu disini yang siap menjadi tempatmu untuk berbagi" lirih Ibu Ana sambil menatap punggung Ana yang perlahan mulai menghilang.
.
🍁
Disekolah..
Brukk....
"Iya ngga papa. Makasih" jawab Ana lalu pergi meninggalkan pria itu.
"Gadis yang cantik. Siapa dia? kenapa dia membawa banyak sekali novel? dan kenapa dia pergi tanpa melihat ke arahku" batin pria itu.
Ana memang tidak suka dengan orang yang belum terlalu dekat dengannya. Meskipun ia terlihat seperti orang gila saat bersama sahabatnya. Ya hanya Salsa yang bisa melihat seberapa gila nya Ana.
Brukk....
__ADS_1
Ana berdecak "Ya ampun siapa lagi sih" mengusap wajahnya dengan kasar.
"Eh Ana maaf ya maafin gue, gue ngga sengaja" ucap Salsa yang tak sengaja menabraknya dari belakang.
"Salsa lo bisa ngga sih hati hati sedikit aja. Gue tu capek dari tadi ditabrak orang mulu, mana belom sarapan lagi" jawab Ana dengan kesal.
"Lo belom sarapan? Ah ngga mungkin. Ibu lo pasti udah bersabda kalo lo berangkat ngga sarapan dulu. Oh gue tau jangan jangan lo ngrayu ibu lo lagi supaya lo sarapan bareng gue. Terus kebanyakan makan sambel, nyampe rumah mules dan gue yang kena semprot ibu lo. Iya kan? Lo seneng liat gue diomelin ibu lo Na!" dengan nada sedikit tinggi.
"Lo apa apa sih" ucap Ana sambil tertawa kecil, "Gue tu mampir ke toko buku dulu buat beli novel sama buku buku diary ini. Ya kali gue mau buat Lo diomelin ibu gue lagi. Gue kan juga punya rasa empati ke lo" lanjutnya sambil menaikan kedua alisnya.
Salsa terdiam sejenak.
"Gue heran deh Na sama lo. Lo kan udah punya gue lo punya Abang, lo punya kakak ipar yang baik banget dan lo juga punya kedua orangtua lo bahkan ibu lo sendiri juga siap buat dengerin semua keluh kesah lo. Cuman kenapa sih lo masih milih buat nuangin semuanya sama pena dan buku?? Jujur Na dengan sikap lo yang masih belom bisa terbuka sama gue, gue tu ngerasa gagal jadi sahabat terbaik buat lo. Gue malu sama diri gue sendiri. Ternyata gue belom bisa gantiin posis Yani dihati lo" ucap Salsa dengan wajah sangat sedih dan pergi meninggalkan Ana.
Ana tidak bisa berbicara sedikit kata pun. Seketika ia teringat dengan sosok Takey. Sahabat terbaik Ana sebelumnya.
JANGAN LUPA LIKE, COMENT, AND VOTE🙏🙏
Simak terus kelanjutannya😊😊
__ADS_1