The True Power Of Love

The True Power Of Love
04. Semilir Angin


__ADS_3

Ana tidak bisa berbicara sedikit kata pun. Seketika ia teringat dengan sosok Takey. Sahabat terbaik Ana sebelumnya. Namun lagi lagi segera ia tepis.


"Lambat laun lo pasti ngerti Sa kenapa gue nglakuin ini semua" batin Ana sambil berjalan menuju kelasnya.


.


🍁


Dikelas..


Ana terlihat sibuk sekali, membereskan tugasnya dari mulai mengisi absen kelas sampai dengan kasus kasus pelanggaran. Salsa yang duduk disebelahnya pun hanya sibuk memainkan handphone ditangannya. Tak lama kemudian seorang guru mata pelajaran biologi datang untuk mengajar.


"Assalamualaikum Wr. wb....."


Sepanjang mata pelajaran Ana dan Salsa tidak berbicara satu sama lain. Bukan karena Ana tidak mau menjelaskan dan meminta maaf kepada Salsa, namun Ana memberikan sedikit ruang untuk Salsa agar mengetahui semuanya sendiri.


"Cukup sekian mata pelajaran bapak hari ini. Saya akhiri Wassalamualaikum wr. wb" ucap guru Biologi.


Tring..Tring..Tring...


Bel istirahat berbunyi. Salsa segera membereskan buku bukunya dan pergi ke kantin tanpa memperdulikan Ana.


Ana mengambil napas panjang, "Maafin gue Sa" lirih Ana sambil melihat punggung Salsa yang perlahan mulai menghilang.


"Asal lo tau Na. Gue ngga suka ada diposisi ini. Tapi mau gimana pun gue pengen lo bener bener anggep gue ada buat bantu lo disetiap lo lagi seneng maupun kesusahan dan begitupun sebaliknya" batin Salsa.


.


🍁


Ditaman..


Ana duduk di bangku taman memakan makanan yang sudah Ana beli dikantin sambil membaca novel barunya.


"Hai" sapa seorang pria.

__ADS_1


"Iya" jawab Ana spontan.


"Gue boleh duduk disini?" tanya nya.


"Boleh silahkan, ini kan tempat umum" jawab Ana.


"Nama lo siapa?"


"Ria Anatasya"


"Maaf buat yang tadi" Ucapnya.


"Kenapa?"


"Ya gu-e kan yang ngga sengaja nabrak lo tadi pagi" sambil menggaruk lututnya yang tidak gatal.


"Oo jadi lo, oke ngga papa" jawab Ana.


"Kenalin gue Kavin Praditya" dengan tersenyum melihat Ana yang masih sibuk dengan novel nya.


"Minjem sih, kayaknya seru nih novelnya" sambil mengambil novel yang dipegang Ana.


"Nih" terpaksa memberikannya pada Ana, "Gue tu ngomong sama lo, lo kenapa sih baca novel terus? seenggaknya hargain gue disini dong" cetus Kavin.


"Lo kenapa sih baru kenal gue aja kayak gini. Gue yang udah kenal lo lama B aja kok" ucap Ana dengan santai dan meninggalkan Kavin ditaman.


"loh Ana udah kenal gue? kenal darimana? makin penasaran gue sama dia. Atau jangan jangan dia punya..." tanya Kavin pada dirinya sendiri, "Eh gue mikirin apaan sih" mengusap wajahnya prustasi.


Tring...Tring..Tringg...


Bel pulang sekolah pun berbunyi.


Salsa masih sama diam tak bersuara dan terus menerus menyibukkan dirinya sendiri.


"Sa lo mau balik bareng gue ngga? Lo kan dianterin tadi. Yuk bareng aja" ajak Ana.

__ADS_1


"Ngga Na. Gue udah dijemput adik gue" jawab Salsa dan lagi lagi meninggalkan Ana sendirian. Padahal Salsa tidak dijemput oleh adiknya. Dia berbohong agar dapat menjauh sementara dari Ana.


Mengambil napas panjang, "Sabar Na".


🍁


Dijalan..


Jalanan cukup sunyi dan sepi. Semilir angin yang dingin sedikit membuat mrinding Salsa karena suasana yang semakin gelap.


"Aduh sebentar lagi hujan. Mana ngga ada angkot lagi" ucap Salsa dengan sedikit ketakutan. Dia takut jika ada orang jahat yang menghampirinya.


Dan benar saja saat Salsa memasuki gang nampak di tengah gang ada tiga orang lelaki dengan badan kekar dan tinggi. Salsa yang ketakutan pun menghentikan langkahnya dan perlahan berjalan kebelakang.


Brukk...


Salsa tergelincir dan jatuh. Hingga sulit sekali untuk bangun karena kakinya sedikit berdarah.


"Suara apa itu?" tanya salah seorang preman.


"Wah lihat ada mangsa baru boss" ucap preman lainnya.


Ketiga preman itu menghampiri Salsa. Salsa terus berusaha untuk bangkit, namun lagi lagi gagal. "Tuhan selamatkan aku dari preman preman laknat ini" batin Salsa sambil menangis.


"Hei gadis cantik siapa namamu" sambil mengelus rambut panjang Salsa.


"Tolong tolong tolongin gue" teriak Salsa.


"Husttt.. tidak perlu berteriak karena itu percuma. Tidak ada siapa siapa disini selain kita" ucap Preman itu dengan terus mengelus rambut dan sesekali menyentuh pipinya.


Tiba tiba dari belakang ada seorang lelaki yang mendorong keras punggung preman itu hingga terjatuh.


"Sini lawan gue kalo kalian bisa ngalahin gue. Silahkan ambil wanita itu" ucapnya.


Tanpa berpikir panjang ketiga preman itu pun menghajarnya. Salsa yang tersenyum melihat ada yang bersedia menolongnya, namun tiba tiba pandangan Salsa menjadi kaburr dan jatuh pingsan.

__ADS_1


**Thank for Reading...


JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTEE GUYSSπŸ™πŸ™β™₯️😊**


__ADS_2