
Ana segera mengirimkan pesan untuk Shelin supaya tidak perlu menjemputnya.
Ana
Kakak setelah dari kantor langsung pulang ya. Ana pulang bareng temen Ana.
Didalam mobil Ana dan Kavin tidak berbicara satu sama lain. Ana hanya sibuk membaca novelnya.
"Na, tiga hari lagi gue tanding basket lo dateng ya" ucap Kavin dengan penuh harapan.
Ana hanya diam saja tak menjawab apapun. Tiba dirumah Ana. Ana pun turun dari mobil Kavin. Kavin hanya tersenyum tipis melihat Ana yang turun dari dalam mobilnya.
"Makasih ya" ucap Ana.
"Iya"
Ana hanya menggangguki.
"Na"
"Iya?"
"Kalo lo ngga mau dateng ngga papa kok"
Ana tersenyum lepas pada Kavin. Dan segera masuk kedalam rumahnya. Kavin melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Ana.
.
Ana masuk kedalam rumahnya yang terlihat sepi sekali. Tak nampak ada seorang pun didalam rumah.
Drittt...Dritt...
Ponsel Ana berdering ternyata itu pesan dari Kak Al.
Kak Al_
Na. Lo udah pulang belom? Abang sama yang lain ada dirumah Tante Aurel. Kalo lo mau nyusul kesini, sini aja ngga papa. Kemungkinan kita pulang nanti malem.
Anatasya_
Ana dirumah aja bang.
__ADS_1
Malam pun tiba Ana masih sibuk dengan Diary nya. Ia sudah sangat merindukan sosok Salsa. Namun apalah daya nya. Ia hanya bisa berdoa semoga semua ini cepat berlalu.
.
.
🍁
Mobil Dika sudah berada diparkiran sekolah, tandanya Dika sudah sampai disekolah lebih awal. Salsa segera masuk dan mencari keberadaan Dika. Ternyata Dika sedang duduk ditaman.
"Hai dik, gue boleh duduk disitu?" tanya Salsa.
"Eh salsa boleh. Tapi bentar dulu" sambil membersihkan bangku yang akan diduduki Salsa.
Salsa tersenyum dan duduk disebelah Dika, "Lo lagi ngapain sih?"
"Ini gue lagi nyiapin pembagian bus untuk Camping minggu depan"
"Lo udah sarapan belom? kalo belom nih gue bawain sarapan buat Lo"
"Buat gue?"
.
.
Dikelas...
Hari ini adalah akhir bulan. Dan seperti biasa, Ana sibuk dengan absensi kelasnya. Bolak balik kekantor dengan tumpukan kertas dan buku membuatnya lelah sekali.
Brukk..
Ana menabrak seseorang, dan itu adalah Kaira.
"Maaf Kai gue ngga sengaja" ucap ana.
"Santai aja kali Na. Ngga papa kok, mau gue bantuin?" tanya Kaira.
"Ngga usah, gue udah biasa kok ngerjain semua ini sendiri" jawab Ana.
"Udah ngga perlu nolak" paksa Kaira.
__ADS_1
"Ternyata Kaira baik ya" batin Ana.
Setelah semuanya beres Ana dan Kaira segera kembali ke kelasnya. Namun tiba tiba langkah Kaira terhenti saat melihat Salsa sedang berada ditaman bersama Dika.
"Lo kenapa Kai?" tanya Ana. Dan melihat ke arah taman, "Lo cemburu liat mereka berdua" lanjutnya.
"Ngga kok. Gue sama sekali ngga cemburu, lagian Dika itu sodara jauh gue" Jawab Kaira yang membuat Ana bingung.
Flashback On.
"Kayaknya nama lo lebih bagus lagi kalo Aila deh"
"Kok Aila sih??"
"Ai-laap-yuu" dengan terbata bata dan senyum yang sangat menggemaskan. Meskipun itu hanya rayuan gombal tapi bisa meluluhkan hati ratu sesurga.
"Ah bisa aja lo" sambil memukul pelan bahu Dika.
"Rumah lo dimana?" tanya Dika.
"Kompleks perumahan X, gang Z belok kiri rumah ke 2 itu rumah gue"
"Bentar deh itu bukannya rumah Tante Billa ya?
"Iya Tante Billa yang lo maksud itu nyokap gue. Lo kenal?"
"Lo kenal nyokap gue? Mama Tina"
"Loh jadi nyokap lo itu Tante Tina" dengan berpikir keras, "Tunggu tunggu, nyokap lo Tante Tina. Dan kakaknya Tante Tina itu nenek kandung gue. Jadi kita ini sodaraan dong, Lo masih adik gue" Kaira tertawa terbahak bahak.
"Gue sering kerumah lo, tapi kenapa ngga pernah liat lo ya"
"Ya kan gue tinggal sama nenek dari bokap gue, dan baru pindah kesini seminggu yang lalu. Ya wajar dong Lo ngga pernah ketemu gue"
Dika yang masih tak percaya hanya tersenyum dan masih terus terheran heran.
Flashback Off.
Seperti Biasa..
JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTEE🤗🤗
__ADS_1