The True Power Of Love

The True Power Of Love
06. Geram


__ADS_3

"Ana" panggil seseorang dari luar kamarnya.


Ana dan Shelin berdiam diri. Mereka takut itu suara Ayahnya. "Mati gue kalo itu ayah bisa dibakar semua nih buku buku gue apalagi sampe jam segini belum tidur bisa segue gue nya dibakar nih" Batin Ana.


Shelin segera menutup rapat mulut Ana dan menjatuhkannya ke ranjangnya.


"Husttt jangan berisik. Kita pura pura tidur aja" bisik Shelin ditelinga Ana.


Ana hanya mengangguki. Meskipun sulit sekali untuknya berpura pura tidur. Shelin yang sedikit mengintipnya pun melihat ternyata Ana masih membuka matanya, "Ni anak suruh merem kok masih melek gitu sih, ngga takut dibakar kek sampah sama ayah ya" batin Shelin.


"Heh buruan mejem napa sih, lo mau ya dibakar idup idup sama ayah" ucap Shelin dengan sedikit menyikut pinggang Ana.


Ana yang sedikit membayangkan ketika dirinya dibakar, "Hihh" dengan sedikit bergidik dan segera berpura pura tidur. Terdengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat. Tiba tiba...


Cklekk...


Suara pintu kamar terbuka. Langkah kaki itupun semakin mendekat kearah mereka.


"Udah kagak usah pura pura tidur gitu. Ini gue" ucap seorang lelaki yang ternyata itu adalah Bang Al. Kakak kandung Ana sendiri.


"Eh abang gue kira lo ayah. Udah kalang kabut nih jantung gue dikit lagi udah melarikan diri"

__ADS_1


"Hilihh kek apaan aja deh. Lagian kalo ayah napa sih? Lo berdua takut?" Tanya bang Al dengan menaikan kedua alisnya.


"Ana aja sih yang takut gue mah ngga" jawab Shelin dan segera bangkit dari ranjang Ana.


"Ngga darimana. Ekspresi lo udah kaya toge disiram aer panas tauk" ucap Al kepada istrinya itu.


Shelin menunjukan wajah cemberutnya. Yang sangat terlihat menggemaskan dimata Al.


"Idih marah, yuk ah pindah kamar. Ngga enak nih kelamaan dikamar bocah, nanti malah pengen ikutan" dengan menggendong tubuh munggil istrinya dan membawanya pergi dari kamar Ana.


Ana yang melihat kemesraan Bang Al dan kakak iparnya itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.


.


🍁


Tin...Tin..


Terlihat seseorang membukakan gerbang. Dan itu adalah Bi Ijah pembantu Kaira.


"Tunggu sebentar den" ucap Bi Ijah kepada seorang yang berada didalam mobil. Dan segera masuk untuk memberitahu Kaira. Tak lama kemudian Kaira keluar dari rumahnya dan memasuki mobil yang sudah sedari tadi menunggunya.

__ADS_1


Didalam mobil nampak Kaira dan lelaki itu berbincang bincang dan sesekali Kaira melirik kearahnya.


.


Salsa yang baru saja sampai diparkiran melihat mobil Dika juga baru saja datang. Ia sengaja berjalan lebih cepat agar berbarengan dengan Dika. Namun langkahnya terhenti ketika yang keluar dari mobil Dika adalah seorang perempuan yang terlihat begitu anggun, dia adalah Kaira. Keduanya pun berjalan dengan berdampingan. Tak peduli berapa banyak siswa yang melihatnya bahkan ada yang sesekali melemparinya dengan sindiran karena tidak suka Dika bersama Kaira.


"Dih murid baru aja gaya, sok sok an deketin Dika" ucap salah satu siswa


"Iya tuh. Belom tau kali gimana busuknya Dika"


"Udah ngga usah didengerin Kai" ucap Dika.


Salsa semakin geram melihat keduanya yang semakin dekat, "Gue ngga boleh tinggal diem" lirihnya dengan melihat punggung Kaira yang semakin menjauh.


.


.


Jangan Lupa tinggalkan jejak🥰


Like, coment and Votee terus biar author semakin bersemangat😘😘

__ADS_1


__ADS_2