
"Kematian Pertama?" Alice mengernyit saat judul aneh itu terpampang jelas di halaman kedua di buku itu. Namun ia mengangkat bahunya berusaha abai. Masih berharap ia akan menemukan sesuatu di buku ini. Sesuatu yang bisa memberinya petunjuk yang lebih jelas tentang apa yang terjadi pada Caitlin dan siapa pelakunya. Agar paling tidak ia bisa menyeret mereka ke penjara dan memberi keadilan bagi Caitlin agar gadis itu bisa pergi dengan tenang.
"Pagi itu, pada tanggal 2 Januari 2022, tepatnya pukul sembilan lewat tiga puluh menit, bel istirahat berbunyi. Siswi yang pernah mengguyurku dengan air es itu pergi ke kantin untuk menghabiskan jam istirahat dengan mengisi perut kosongnya bersama teman-temannya. Karna asik bercanda, ia tersentak saat sadar bahwa sebentar lagi bel akan berbunyi. Ia yang tak sempat menyesap air es yang ia pesan akhirnya memutuskan untuk membawanya ke kelas untuk kemudian ia minum di sana."
Dahi Alice mengerut saat membaca bagian dari cerita di halaman kedua buku itu. Apa ini ditulis berdasarkan sudut pandang Caitlin? Tapi ini semua tidak masuk akal. Lihat saja tanggal yang tertera di buku itu, 2 Januari 2022. Itu adalah tanggal hari ini dan demi Tuhan, Caitlin baru saja meninggal kemarin pagi. Ini pasti hanya omong kosong, pasti ada orang kurang kerjaan yang menulis buku ini. Alice masih cukup waras untuk berpikir bahwa buku ini ditulis oleh arwah Caitlin. Alice tertawa kecil, menertawai dirinya yang mau-maunya dipermainkan. Sayangnya, rasa penasaran Alice lebih besar daripada rasa jengkelnya. Ia berakhir membaca halaman kedua itu, lagi.
"Pukul sembilan lewat empat puluh tiga, ia berjalan dengan santai bersama teman-temannya. Saling melontarkan canda satu sama lain. Tidak ada raut penyesalan di wajahnya setelah kematianku, pun dengan rasa kasihan. Seolah apa yang ia lakukan dulu bukanlah apa-apa. Baru beberapa langkah ia memasuki kelas, seseorang menyenggol bahunya. Akibatnya es yang ia pegang tumpah, membasahi tangan dan seragamnya. Ia berbalik, berteriak mengutuk orang yang menyenggolnya. Namun saat ia kembali menghadap ke depan ia kembali ditabrak oleh seseorang yang terlihat berlari terburu-buru keluar kelas. Siswi itu kehilangan keseimbangannya. Untuk menjaga tubuhnya tetap tegak, ia berusaha meraih dinding dengan tangannya yang basah karena air es. Sayangnya, tangan mulus nan lentik itu malah berakhir mendarat di sebuah stop kontak rusak yang hampir terlepas dari dinding hingga menunjukkan kabelnya yang koyak yang sesekali memercikkan api. Dia tersengat listrik, diperparah dengan Langan dan seragamnya yang basah membuat tangannya melekat dan tidak bisa ditarik. Orang-orang di sekitarnya hanya memandangnya, bahkan banyak di antara mereka yang hanya berteriak dan merekam kejadian mengerikan itu. Memang pada dasarnya tidak ada orang yang benar-benar berniat membantunya. Tepat saat listrik dimatikan, gadis itu jatuh ke lantai dengan keadaan mengenaskan dan tidak terselamatkan. Orang-orang menatap mayatnya jijik. Wajahnya memerah masak dengan tubuh kaku, mulutnya menganga dan bola matanya terlihat putih seolah retinanya tak pernah ada di sana. Hilang sudah kecantikan yang selalu ia pamerkan padaku. Selamat tidur cantik, sampai bertemu di neraka."
Alice langsung menutup buku itu. Konyol, buku ini sangat konyol. Tapi setelah membaca cerita itu jantung Alice malah berdetak sangat cepat. Entah kenapa dan bagaimana ia tiba-tiba merasa sangat takut. Hilang sudah tawa kecil dan wajah santai di awal ia membaca cerita itu. Dengan tangan bergetar, Alice menyimpan bukunya ke dalam tas. Ia lalu meraih botol air yang memang selalu ia bawa ke sekolah dan meminumnya dengan cepat. Memejamkan mata dan mengatur nafas, Alice berusaha menenangkan dirinya. Pandangannya jatuh pada jam dinding di depan kelas, matanya terbelalak saat jam menunjukkan pukul 9.43. persis seperti yang dikatakan di buku. Alice spontan mengalihkan pandangannya ke arah pintu, ia tercekat saal ia melihat dengan jelas, Angel, teman sekelasnya yang terkenal agak angkuh berjalan santai memasuki kelas bersama teman-temannya. Hal yang membuat jantung Alice berdetak sangat keras seolah berpindah dari tempatnya adalah fakta bahwa Angel sedang memegang secangkir air es di tangannya.
"Akh, hei! Apa kau tidak punya mata? Sialan, awas kau ya!" Angel berbalik meneriaki seseorang yang menabrak bahunya.
Tubuh Alice berubah kaku dan telinganya berdengung seketika saat dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan Angel ditabrak lagi dan mendaratkan tangannya di stop kontak rusak. Semua terjadi dengan cepat. Alice tak bisa berkata-kata. Tubuhnya seolah mematung seketika. Para siswa dan siswi di kelasnya dan kelas lain berkerumun, berteriak agar seseorang menyelamatkan Angel. Namun tak sesiapapun benar-benar membantunya. Ponsel terangkat di setiap sudut seolah merekam lebih baik dilakukan daripada menyelamatkan. Apa yang terjadi dalam cerita itu benar-benar terjadi saat itu juga di depan mata Alice. Pandangan gadis itu lalu menggelap, ia jatuh pingsan di tempat duduknya.
__ADS_1
*******
"Tidak!" Alice berteriak kuat setelah sadar dari pingsannya. Nafasnya tersengal seolah ia baru saja berlari mengelilingi lapangan berkali-kali. Keringat dingin membanjiri tubuh dan wajahnya. Dengan tubuh yang bergetar ketakutan ia menatap sekelilingnya. Ia sedang berada di ruang UKS sekarang, sadar bahwa ia jatuh pingsan bersamaan dengan kejadian mengerikan yang menimpa Angel, teman sekelasnya.
"Sayang, kau sudah sadar?"
"King!" Alice langsung memeluk King saat pria tampan yang masih menjabat sebagai ketua OSIS sekaligus kekasihnya itu menghampiri dirinya yang masih terbaring di ranjang UKS.
"Aku takut King, aku... aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Angel... aku sudah mengetahui ceritanya tapi aku pikir, aku... Angel..."
Butuh waktu cukup lama bagi Alice untuk menenangkan diri. Setelah nafas gadis itu mulai terdengar lebih teratur, King akhirnya meregangkan pelukannya. Mengusap dahi sang kekasih yang memang dibasahi keringat dingin, King lalu mengambil botol air minum dari tas Alice yang memang tadi ia ambil dari kelas Alice setelah bel pulang sekolah berbunyi, dan menyerahkannya pada Alice untuk segera diminum.
King tentu tahu apa yang menjadi penyebab kekasihnya pingsan beberapa jam lalu. Tak semua orang sanggup menyaksikan detik-detik kematian orang yang mereka kenal. Apa lagi pada kasus Alice, orang yang ia kenal, teman sekelasnya, meninggal dengan cara mengenaskan. Wajar bagi Alice untuk merasa takut dan khawatir.
__ADS_1
"Oke, sekarang ceritakan pelan-pelan. Aku akan mendengarkan apapun yang kau katakan, tidak usah takut, oke sayang? Bicaralah...." pinta King saat dirasa Alice sudah tenang
Cerita itu lalu mengalir begitu saja dari mulut Alice. Ia yang menemukan buku aneh di pemakaman Caitlin, cerita tentang betapa tersiksanya Caitlin semasa hidup, cerita aneh berjudul Kematian Pertama dalam buku yang ia temukan hingga semuanya benar-benar terjadi pada Angel, semuanya Alice ceritakan. Untuk lebih meyakinkan King, ia bahkan mengeluarkan buku yang ia maksud dan menunjukkannya pada King.
"Ini, lihatlah kalau kau tidak percaya. Lihat! Semuanya benar-benar nyata King, Angel mati di depan mataku sendiri. Segala hal yang diceritakan di buku itu sama persis dengan yang terjadi dengan Angel. Aku yakin Caitlin yang-"
"Oke cukup." potong King saat ia rasa Alice mulai berbicara hal konyol
"Semua yang kau katakan itu hanya omong kosong Tidak mungkin ada sesuatu seperti itu di dunia nyata. Apa maksudmu Caitlin yang menulis buku ini? Tapi bagaimana? Dia sudah meninggal sayang. Oke, katakanlah dia menulis buku ini sebelum meninggal. Lalu kau pikir dia bisa melihat masa depan begitu? Itu mustahil. Apa yang terjadi pada Angel dan apa yang ada di buku ini, semuanya hanya kebetulan Sekarang tenangkan dirimu, besok kita harus menghadiri pemakaman Angel. Buang atau bakar saja buku itu nanti. Jangan membaca atau mempercayainya lagi. Ayo aku antar ke asramamu."
Alice diam di posisinya. Ia lalu memejamkan erat matanya dan berusaha mensugesti dirinya bahwa apa yang King katakan memang benar adanya. Setelah menghela napas panjang, Alice memasukkan buku itu kembali ke tasnya lalu menerima uluran tangan sang kekasih untuk diantarkan menuju asrama putri.
*******
__ADS_1
Tinggalkan like dan komen. like udah bikin aku semangat lanjutin ceritanya. Terima kasih😘💕