Time Master

Time Master
Prolog


__ADS_3

Hari ini aku gajian. Aku berniat langsung menyisihkan sebagian gajiku untuk dikirim ke orangtuaku di kampung sebelum uang itu habis kubelanjakan. maklumlah, kebutuhan wanita sangat banyak.


Setelah selesai dengan semua urusanku dikantor, aku langsung berangkat ke Bank terdekat untuk mengambil gaji dan mengirim uang.


Setibanya di Bank, ada seorang pria yang menarik perhatianku. Dia memakai pakaian yang unik. Sekilas kupikir dia sedang ber-Cosplay ala Superhero barat. Maksudku disini bukan Superhero dengan kostum berbahan spandek yang ketat, apalagi dengan celana dalam diluar. Melainkan lebih seperti kostum dengan nuansa gelap, bertudung kepala, pakaiannya tidak ketat, namun tetap memperlihatkan lekuk tubuhnya  yang kekar.


Pria ini mengingatkanku dengan karakter Green Arrow dari serial TV yang kutonton semalam. Bedanya dia tidak memakai topeng serta busur dan anak panah di punggungnya.


Sepertinya aku menatapnya terlalu lama. Dia balik menatapku dengan tajam. Aku mengalihkan pandangan dan beberapa saat kemudian dia sudah berada didekatku.


Sepertinya dia marah padaku. Sebenarnya bukan salahku menatapnya terlalu lama, melainkan salah dia yang memakai pakaian mencolok seperti itu. Namun untuk menghindari masalah, aku buru buru tersenyum dan berniat minta maaf. Namun sebelum ada kata yang keluar dari mulutku dia malah menjambak rambutku dan membuatku menunduk.

__ADS_1


Aku tidak percaya apa yang dilakukannya. Beraninya seorang pria berbuat kasar pada wanita di tempat umum seperti ini!


Namun saat itu juga aku mengerti, karna sesaat setelah dia melakukan itu terdengar suara tembakan dari arah luar. Sekelompok perampok memasuki bank dengan membawa senapan dan pistol yang diarahkan ke segala penjuru.


"Semuanya tiarap!! Yang berdiri dan melakukan tindakan mencurigakan akan ditembak! Keluarkan semua barang berharga kalian sekarang!"


Salahsatu perampok berteriak. Aku langsung tiarap setelah pria tadi melepaskan rambutku. Namun bukannya ikut tiarap pria tadi malah berdiri menyambut para perampok tersebut.


"Hei, Kau! Sudah bosan hidup!?" kata perampok sambil menodongkan senapannya. Namun pria tadi hanya diam. Aku tidak tau ekspresinya karna terhalang tudung kepalanya. Sementara perampok lain sudah mulai menjarah isi Bank tersebut


Perampok yang sebelumnya tersenyum sekarang menjadi ragu. Si Pria mengangkat tangan dan melepaskan sarung tangan hitamnya. Terlihat seberkas cahaya kehijauan memancar dibalik telapak tangannya. Sesaat kemudian pria tersebut memegang laras senapan yang tengah diarahkan padanya.

__ADS_1


Kejadian aneh pun mulai terjadi. Senapan yang dipegang si pria dengan cepat mulai berkarat. Dalam beberapa tarikan napas senapan tadi menjadi rapuh dan hancur menjadi rongsokan besi berkarat.


Si Perampok yang entah kenapa sedari tadi hanya berdiri tak bergerak sekarang menjadi terkejut dan ketakutan. Dia berniat mundur, namun Si Pria dengan cepat menangkap lehernya.


Kejadian berikutnya benar benar di luar nalar. Si Perampok yang setengah bertopeng itu perlahan mulai tampak berkeriput. Bibirnya pecah pecah dan rambutnya mulai memutih dan rontok. Dalam waktu singkat Perampok tadi hanya tinggal tulang berbalut kulit.


Kawanan perampok lain yang melihat hal tersebut langsung mengarahkan tembakan pada pria tersebut. Namun saat berada dalam jangkauan tertentu, peluru yang melesat cepat tadi menjadi bergerak dengan sangat pelan.


Si Pria yang berdiri di tengah hujan peluru itu menatap para perampok satu per satu. Dia kemudian mengarahkan tangannya ke salah satu perampok. Sesuatu seperti bola cahaya berasap yang berwarna hijau terang muncul dari telapak tanganya. Sesaat kemudian bola cahaya tersebut meluncur cepat ke arah Si Perampok. Perampok yang terkena bola cahaya tersebut mengalami hal yang sama dengan perampok sebelumnya. Namun kali ini tidak hanya sampai berkeriput saja, melainkan hingga tubuh si perampok hancur dan berubah menjadi debu.


Hal yang sama juga dilakukan pada sisa perampok lainnya. Semuanya berubah menjadi debu.

__ADS_1


Si Pria tadi berjalan melewati peluru yang masih beterbangan dengan sangat pelan. Beberapa peluru bahkan digeser arah lajunya dengan dengan mudah. Saat sampai di pintu keluar, dia mengibaskan tangannya. Seketika itu juga peluru yang bergerak pelan tadi kembali ke kecepatan awalnya. Peluru tersebut memporak porandakan isi didalam Bank tersebut. Kaca dan perabotan banyak yang pecah dan rusak. Untung semua yang ada didalam Bank masih dalam keadaan tiarap, sehingga tidak ada yang terluka.


Keadaan sudah aman, namun tidak ada yang berdiri ataupun bicara sampai polisi datang. Semua hanya diam, mencerna apa yang baru saja terjadi.


__ADS_2