Titip Rindu Untuk Randa

Titip Rindu Untuk Randa
10


__ADS_3

karna ada tanah kosong di pujasera untuk kumpulkan uang buat nanti bangun sendiri


"boleh, serius?" tanya stefi


"iya" jawab Cita


cita dan steffi pun menuju tanah kosong dan mulai membayar orang membersihkan


"stef, dari tadi ku lihat kamu murung?"


"Em aku banyak ketakutan"


"Udah jangan begitu, kan udah aku bilang, harta akan bisa dicari"


"Hem iya"


"semangat ya"


"Iya, makasih ya"


"Iya"


Hari-hari pun kembali semula, tapi tidak dengan kondisi keuangan hampir naik turun


melihat baik Randa dan Cita yang sama sama tidak pelit tapi harta bertambah, itu memang kekuatan bersedekah


Setelah pulang kerja, badan Cita entah seperti ada yang error mungkin kelelahan


Esok paginya, saat sedang malas untuk bangun dari ranjang, dan Randa menyiapkan semuanya


mengetahui badan cita demam, randa pikir itu pasti kelelahan dan membiarkan istrinya beristirahat


begitu juga Cita pun lanjutkan tidur, karna waktu masih menunjukkan 7 pagi, masih terlalu pagi, dan saat ia terbangun melihat ke arah jam masih menunjukkan waktu 9.30 seketika diam di atas ranjang dengan memainkan ponsel


Betapa kagetnya cita, yang tadinya mata setengah melek, mendapat pesan manis dari Randa menjadi sangat lebar terbuka


bangun bangun, lihat ponsel sudah tersenyum sendiri


ia menghubungi Randa


"Halo"


"Em sudah bangun?" sapa Randa


"iya"


"jangan lupa makan"


"Em iya"


"Kamu? Kenapa?"


"Enggak gak enak badan"


"Oh, Yaudah, istirahat?"


"yaaa"


beberapa hari berlalu..


ketika steffi mendapat kabar jika Cita tidak enak badan


steffi berada di luar rumah cita


dan menelfon cita jika ada diluar

__ADS_1


melihat dari jendela kamar, benar, ada mobil yang terparkir tepat didepan gerbang rumah


"Em.. iya aku turun" ucap cita


"Yaudah sana, aku matiin telfonnya ya, aju tunggu loh dibawah"


"iyaaaa iya"


Karna tak mau terlihat sangat kusam karna belum mandi, ia pun hanya mencuci muka dan mengganti baju


Lalu ia membuka pintu depan menuju gerbang dan mobil steffi


ketika hari berlalu... waktu terus juga berjalan..


sudah banyak waktu Cita habiskan diluar untuk menggantikan pekerjaan Randa..


kini yiansan, sang ibu mertua meminta agar Cita tidak memikirkan pekerjaan saat Mengurus Randa


sama sekali tidak ada keberatan dari yiansan jika mengurus perusahaan tapi ia mau nya mengurus juga Athan..


Cita memutuskan mengurus suami..


beberapa hari berjalan, Cita mendapat kabar ibunya sakit..


ia pulang ke indonesia, tapi ia harus membawa Athan, anak nya, karna athan harus kenal keluarga dari ibunya..


setelah sampai di indonesia tepat nya dirumah hendi, ayah Cita.. betapa senangnya hendi, saat tau Cita membawa anak nya


setelah mengobrol dan esok pagi akan pergi bersama..


"jangan kerumah ibumu, papa gak rela cita, turuti papa deh"


"tapi bagaimana aku bisa lihat pa?"


tapi sayang sesampainya di rumah di indonesia, hendi melarang cita datang dan memberikan waktu hanya sehari, karna demi kebaikan Cita juga, setiap cita datang para adiknya dengan tanpa otak meminta uang uang dan uang


"dari sini lihat cukup nak" kata hendi


"iya pa, semoga ibu baik baik saja"


setelah melihat ibunya meskipun dari jauhnya..


cita harus balik ke negara tinggalnya lagi..


Cita menjalani hidup nya disana sebagai istri dan anak sepenuh nya juga menjadi menantu yang hidup bersama ibu mertua juga


ia benar benar merasakan kebahagiaan bersama suaminya apapun keadaan Randa..


"aku percaya.. ketika aku berada dititik paling lemah, tapi tuhan tidak akan biarkan aku berada di titik lemah itu selamanya" kata Cita dalam hati


hari berlalu..


yiansan meminta mereka untuk tidak dulu fokus pekerjaan, yaa dimasa kembali nya randa, mereka butuh waktu berdua dan menikmati bulan madu kembali


mereka terbang ke itali, negara yang begitu diingin Cita ketika masih kecil ingin berlibur di itali, yiansan tau karna dulu, jauh sebelum anaknya gangguan jiwa, randa menceritakan segala hal tentang gadis dicintainya itu


pergi berdua, harapan yiansan agar mereka kembali nendapatkan anak, karna athan terbilang sudah pantas punya adik


disana Cita dan Randa menikmati indahnya dunia berduaan


beberapa hari disana mereka pun memutuskan pulang, sepulang dari itali..


"gimana jalan jalan disana?" tanya yiansan


"karna kita sama sama baru kesana ma, jadi sedikit canggung ya sayang" kata cita

__ADS_1


"iya ma, karna kan tiap negara beda aturan" sambar randa


beberapa bulan berlalu, hampir 6 bulanan, tidak ada yang sadar Cita hamil lagi..


cita sendiri berpikir ia kelelahan..


"sayang, kamu sakit?" tanya randa


"aku pusing, mual, jangan lah kamu pakai parfum" kata cita


sering terjadi kelakuan aneh, membuat randa bingung dan menanyakan kepada ibunya, tapi ibunya tidak sadar ada apa dengan cita, mereka pikir cita sakit..


beberapa hari tak juga sembuh bahkan semakin aneh, seperti salah satunya makan buah yang sulit ditemukan di negara mereka


akhirnya randa membawa cita kerumah sakit..


menunggu antrian semakin membuat cita mual karna aroma semua orang bercampur aduk


sampai salah satu nenek nenek menyapa randa


"itu hamil, jangan bawa dia ditempat ramai orang, aroma nya bikin mual" kata nenek itu


seketika keduanya saling tatap dengan bingung, mereka berharap itu benar


saat tiba giliran, dokter memeriksa, tak lama menunggu hasilnya


"selamat istri bapak hamil" kata dokter


dan..


rasa bahagia tidak terbendung


cita hamil, cita akan menjadi ibu baru dan randa juga sama akan jadi ayah baru tentu adik baru untuk Athan


mereka memberi kabar kepada yiansan yang betapa senang mendengar itu..


tapi semakin hari, semakin aneh, bahkan cita mengidam perbandingan satu banding seribu ibu hamil didunia mungkin mengidam untuk sekali pakai kendaraan..


"dengar, dia hamil anak kamu, kamu harus turuti mau dia ya Randa" kata yiansan


"iya ma, apapun aku akan lakukan demi Cita dan bayiku"


ngidam yang sangat sulit dimengerti tapi harus dilakukan


seperti memakai motor matik, hanya sehari, esoknya tidak mau, ia hanya akan diam dan bahkan menangis jika tidak dituruti mau tidak mau randa meminjam kendaraan tetangganya bergantian tiap harinya


"sayang, perutku sakit, sepertinya akan ada yang keluar dari perutku" kata Cita


dengan sigap Randa membawa kerumah sakit..


tiba dimana cita lahirkan anak mereka yang kedua..


dimana usia anak pertama mereka sudah menginjak usia 5 tahun


baru saja bayi kedua Randa lahir.. sudah disiapkan sejak awal mereka tau cita hamil, nama anak kedua adalah Deoponi Justian


hari berlalu


tiba tiba suatu ketika..


randa berbicara pada ibunya..


kalau sebenarnya ia lelah


"maa, aku jujur, sebenarnya aku lelah" kata randa

__ADS_1


__ADS_2