
perjuangan Cita tidak lah mudah tapi ia bisa menikmati hasilnya, ia mulai menampaki jika suaminya mulai membaik, dan ada perkembangan, Randa mulai menerima Cita sebagai istrinya, walau pun bergantung pada Cita, Cita tidak mempermasalahkannya
"ibu cita, suami ibu sudah mulai normal, ia sudah mulai kehidupan baru" ucap dokter
hari terus berjalan, sampai, dokter mengatakan, Randa mulai normal dan sedikit lagi akan sembuh dari penyakit mentalnya...
dan ketika hari itu tiba, dimana Randa benar benar sembuh walaupun ia harus mengulang sejak awal meskipun belum mengingat 100persen
"saya salut sama kamu, terimakasih sudah menemani Randa di masa tersulitnya" kata yiansan
"iya ma , itu pasti"
ketika Randa mulai bisa berkomunikasi dengan baik
"makasih kamu menjadi orang selalu ada untukku" kata Randa
"kamu tau?"
"yaa, ibu yang sering datang bersama anak kecil itu yang mengatakannya padaku" kata Randa
walaupun randa sembuh. tapi ia masih butuh diingatkan beberapa hal
kembalinya Randa menjadi normal, membuat Cita antusias tiap membuka matanya
bahkan ia mengatakan keputusannya kepada ibu Randa untuk mengganti nama mereka lagi..
yaa, Cita sudah menyiapkan nama untuk mereka ganti lagi jika Randa sembuh untuk menghilangkan kesialan
"yaa kalau itu yang akan kamu ambil, mama akan terima saja, kamu berhak segala hal tentang Randa sekarang"
"terimakasih ma"
"iya iya"
"lalu nama apa nanti?" tanya ibu Randa
keputusan tetap memakai nama Randa tapi bukan imanuel lagi, ia mengganti menjadi RANDA ARYANA, hanya menghilangkan nama depan FA didepan nama RANDA
dan kehidupan dimulai dilembar pertama, atas kemauan juga dari Randa yang mengganti namamya, perlahan Cita memberikan beberapa pengertian dan cerita pengalaman
"kamu cantik dan memiliki hati besar" ucap Randa
"iya kah?" tanya Cita
"kenapa kamu memutuskan bertahan bersama ku di masa kemaren aku gila?" tanya Randa
"karna cinta"
"kamu cinta sama aku?"
inilah kehidupan baru yang mereka mulai bersama lagi sejak awal..
banyak karyawan memanggil suami Cit tetap dengan sebutan pak meskipun tidak lagi bekerja jadi boss mereka tapi diolah istrinya
Nah kisah dimulai saat masuk pertama kerja bersama Randa, tapi tidak setiap hari randa ikut karna masih butuh banyak beristirahat
Cita mengambil untuk kepengurusan kuangan
Cita tak membawa kisah apapun dikehidupan baru ini, karna memang sudah menata yang lalu untuk pantas tidaknya dilanjutkan ke lembaran baru
"pak randa" sapa steffi
Steffi, karyawan lama yang juga menjadi tangan kanan Cita, steffi membicarakan beberapa hal kepada randa di pujasera itu
beberapa hari berlalu, dimana cita dan steffi orang yang saling dekat membuat keduanya menjadi teman karna seumuran
ya perkenalan yang unik, hanya karna steffi bisa mengimbangi beberapa hal obrolan dengan Cita
"Stef?"
"hai? pulang? mana pak randa?"
__ADS_1
"dia dirumah urus anak"
"yasudah Bareng gimana"
"Yok"
Steffi memang manja, sangat manja, entah di didepan Cita terlihat begitu dewasa
begitu banyak cerita tentang kehidupan mereka tentang Steffi minggalkan hartanya dan bekerja dengan keringat sendiri karna terlalu manja
"He... Standar dari Hongkong? Orang keluarga ditinggalin dengan harta seabreg begitu" jawab Cita..
"iya, tapi kan dikit buatku, karna aku manja tingkat dewa cit"
Hehe anggap saja steffi tempat ku sharing ucapan ku ini..
Yaa.. steffi memang banyak harta karna kedua orang tuanya, tapi apalah arti semua, tanpa steffi tau cara mencari lebih susah
jika aku yang jadi Steffi aku memutuskan, harta banyak tak semua milikku, ada titipan untuk kaum orang-orang miskin, yatim piatu, fakir, orang yang berjuang dijalan Allah yang pasti dan aku bagikan itu pasti
"Cit.. jalan yuk besok sore" ajak Steffi
"kemana?"
"aku kenalin ke Beni"
"siapa itu?"
"pacarku"
"Ya enggak dah, kita bertiga nanti aku jadi obat nyamuk.."
"Serius , enggak bakal"
"emm"
"mau kan?"
"Boleh deh"
"Ah pesen nah, kaga asik nih gak ada makanan" ucap cita
"Lu sih makan Mulu, tuh perut, karet yak, usaha udah makanan mulu lu?" Ledek Steffi
Semua yang membayar pengeluaran untuk hari itu adalah Beni, pacar steffi
"cit, gakpapa nih?" Tanya steffi
"Santai, udah nikmati, enjoy kawan" ucap cita, mereka kembali bersuka ria
esoknya kembali bekerja
"Eh eh stef, tuh anak siapa?" Tanya cita
"anak beni, boleh ya aku bawa dia"
"beni?"
"Kenapa?" Sambar stefi
"beni udah punya anak?"
"iya"
"Ah masak?" Tanya cita
Menurut cerita Beni dan tiga cowok cool dan semua satu geng yaitu paling cool, Yopi, kedua Deni, ketiga Jefri, jefri kakak kandung steffi
Kalo Yopi tau kan kenapa gak punya pacar? Ya karna begitu, dia terlalu pemilih, sementara Deni, terlalu playboy, menurutnya jika bisa dekat dengan perempuan tanpa berpacaran kenapa tidak berteman saja, dan Jefri, cool sih, tapi biasa kok, gak cuek juga gak banyak cewek
sementara Beni adalah lelaki yang pernah menikah dengan satu anak dan bercerai
__ADS_1
Yaa.. walaupun gak pernah ketemu sama Jefri, kakak steffi dan yang lain..
tapi bisa diambil pikiran jika Steffi berteman dengan beberapa orang yang lebih tua darinya
Beberapa hari kemudian
Jefri tiba tiba sering datang menjemput adiknya dan sering juga menyapa Cita
"Hai" sapa nya
"Em hai"
"jefri" ucap cita menyapa
"oh hai aku cita"
"Oh cita"
perkenalan pun terjadi antara cita dan jefri
Hari-hari pun berlalu, sejak perkenalan itu, memang cita lebih dekat dengan jefri, ditambah dengan beberapa teman jefri yang sering meminta ditemani oleh Cita
beberapa hari berlalu..
"citaaa" panggil Steffi
"Eh stef"
"Kamu Deket sama jefri ya"
"Hehe iya deket biasa, emang kenapa?"
"kok mau sih? kan dia cuek"
"baik kok aslinya"
Steffi memang sering mengingatkan cita tentang kakaknya untuk lebih berhati-hati dari seorang jeffri, karna memang Steffi sedikit tidak suka dengan hubungan mereka
"Kamu kenapa sih" tanya cita
"Ya gak papa"
Cita mulai curiga dengan kelakuan steffi
"Yang kaya gak suka sama aku"
"Bukan sama kamu, sama jefri"
"Loh ya kenapa?"
"Gak tau gak suka aja kalau kalian dekat, aku kuatir"
"Heeeemmm"
"Yaudah sih terserah kamu aja deh" ucap steffi
"kamu aneh deh stef"
"oooh biasa aja"
"Heeeeyoooo, pada ngapa?" Tiba-tiba saja Randa datang
"randa, kebiasaan" ucap Cita
"Eh stef, gimana pekerjaan?"
"baik"
mereka pun kembali melakukan aktivitas yang dilakukan
Randa yang sering membeli makanan untuk orang-orang pengemis dijalanan dengan harga makanan yang tidak murah membuat semua karyawan heran
__ADS_1
karna soal berbagi, cita bukan orang yang pelit
"Kok gitu sih ekspresi nya?" Tanya cita