
seriap randa berbicara, selalu tertawa tertawa gak jelas dan teriak
"kamu siapa?" ucap randa lagi dengan kembali tertawa gak jelas
dan seketika cita menangis..
yaaa.. disinilah awal dimulai cerita perjuangan seorang Cita..
dimana randa kehilangan akal sehatnya, depresi dialami randa cukup berat membuatnya langsung gangguan jiwa..
"kamu nangis... kenapa, ada apa, iam happy kenapa malah nangis?" ucap randa..
randa memainkan ponselnya seolah ada yang menelfon... padahal tidak, sesekali randa membanting ponsel itu
"aku belum mengatakan kepadamu jika aku hamil, kenapa kamu menjadi gini sayang... yatuhan, sayaaaang aku hamil, hamil anak kita, tiga bulan" jelasnya pelan namun randa sibuk dengan ponselnya
esoknya, saat cita bangun dari tidurnya, ia sudah melihat randa memberantakkan beberapa pakaian dari lemari mereka..
"randa.. apa yang kamu lakukan?" tanya cita
"aku main ini, aku dirumah ini kenapa tidak ada mainan, aku mau mainan, belikan mainan" kata Randa terus mengoceh
yaa.. Randa kehilangan akal sehatnya..
ia menjadi Gila karna tidak tahan dengan banyaknya masalah di kepalanya ditambah ia sering melihat penampakan
dan semakin terlihat membesar perut Cita membuat yiansan sadar jika Cita sedang hamil cucunya
"kamu hamil?" tanya Yiansan, ibu Randa
"iya ma, Cita hamil"
meminta Cita untuk lebih berhati hati melakukan aktifitasnya..
"kamu jaga perutmu saja, jangan banyak aktifitas, aku akan mengurus suamimu" kata yiansan
suatu kesempatan, Cita berpikir menghubungi ibunya di indonesia dan meminta ibunya untuk menerimanya tinggal bersama Randa dalam waktu panjang
"halo ma, maa aku sama Randa tinggal disana lagi sama mama boleh, soalnya seperti yang mama dengar, Randa sedang sakit jadi aku akan lebih tenang jika Randa bersama keluargaku dan aku bisa kerja mencari nafkah untuk kehidupan kami" kata Cita dalam telfon
"tidak ada, kamu diam disana saja, bikin malu kalau temen mama tau mama punya menantu sakit jiwa" bentak Lilik, ibu Cita...
"bukannya mama yang suka membanggakan Randa ma?" tanya Cita
"itu dulu, sebelum suami kamu gila" bentak ibu Cita menolak Cita kembali
ibu Cita menutup telfon nya dan tak lama, Yian, ibu Randa menarik ponsel Cita
"kamu jangan bawa anak ku pergi ke indonesia dengan keadaan seperti ini, jika kamu sanggup disini saja kamu urus Randa" jelas Yian
"tapi ma, kalau diindonesia, Cita bisa sambil kerja" jelas Cita
"memang disini tidak bisa?"
"ya bisa"
__ADS_1
"ya sudah ngapain harus ke indonesia, gak perlu kuatir, mama yang akan jaga Randa"
"bener ma?"
"iya.. bagaimana pun Randa kan anak mama juga"
Cita bekerja menggantikan Randa mengurus usaha rumah makan yang menjadi pujasera
pulang kerja menggantikan Yian mengurus Randa, memandikan, menyiapkan makanan, pekerjaan Cita double, menjadi pekerja diluar rumah dan ibu rumah tangga didalam rumah yang mengurus suami..
"sudah Cita, kamu tidur sana, mama bilang juga apa, jangan sering mengurus suami kamu, saya mamanya, saya lebih tau" kata Yian
yaa, Yian, ibu Randa memang orang yang terlihat sangat kasar dan galak tapi Yian sebenarnya adalah orang yang sangat peduli pada Cita
skip time..
waktu dimana Cita melahirkan anak pertama nya dengan Randa dan dengan kondisi Randa yang memprihatinkan..
selesai persalinan dan menginap beberapa hari setelah melahirkan ia pun diperbolehkan pulang..
nama Athan Aryana telah disiapkan cita untuk anak pertamanya, Athan permintaan nama dari yiansan dan aryana agar sama dengan nama belakang ayahnya..
"Cita" panggil Yian
"ya ma?"
Yian membuat keputusan besar yang meminta Cita untuk memilih diantara anak atau suami..
"baik... karna semua sudah kembali.. sekarang mama mau tanya sama kamu Cita, kamu pilih mana? kamu berikan anakmu padaku dan uruslah anakku atau kamu kembalikan anakku dan uruslah anakmu" kata Yian
"ya kamu pilih.."
"pilih?"
"iya.. gini.. jika kamu pilih Randa, aku akan membawa bayi ini, tapi jika kamu pilih anak ini, aku yang akan urus Randa, selebihnya kamu" jelas Yian
Cita menguras kembali otaknya..
"jika aku pilih bersama anakku, mama akan bawa Randa, tandanya aku dan randa cerai, tapi jika aku pilih Randa, aku mengurus Randa, kita masih bersama tapi aku terpisah dengan anak ku" gerutu Cita dalam hati
"citaa" panggil Yian lagi
"i-iya ma"
"bagaimana jawaban kamu?"
"mama mau pisahin aku sama anak ku ma?"
"siapa yang mau pisahin sih Cit? gini ya, ya kalau kamu pilih Randa, mama yang akan mengurus anak ini, mulai dari memberi nama, makan, sekolah, kebutuhan semua aturan mama, tapi kamu tenang aja, mama gak sejahat dipikiran kamu menjauhkan kamu sebagai ibunya dengan anakmu" kata Yian
"oh kirain... seperti itu ma... ya kalau begitu Cita lega, ya cita pilih urus Randa saja" jawab Cita
yaa, cita memilih Randa..
ia menerima tawaran itu karna memang ia lebih mengutamakan rumah tangganya, karna tau jika ia memilih anaknya, mertuanya akan memilih mengusir nya bisa jadi..
__ADS_1
"Randa, makan dulu sini" ajak Cita
Cita selalu mengajak mengobrol suaminya itu berharap tuhan tiba tiba membantunya menyembuhkan Randa
"kamu Cita? cita itu kamu kan? memang cita siapa?" tanya Randa
"cita itu aku, teman kamu, aku akan temani kamu selamanya, selama kamu mau"
"benar kah, ah kamu sangat baik, terimakasih" kata Randa
duduk berdua dengan Randa..
dengan penuh cinta nya, cita memberikan banyak perhatian, ia juga membawa Randa pergi setiap keluar rumah, ia selalu membawa Randa kemana pun
"kamu ingat siapa tuhan?" tanya Cita
"siapa?"
"kamu tidak ingat sama sekali?"
"tidak? apa kamu agama?" tanya nya
"agama kita sama, islam, tuhan kita allah"
dengan penuh sabar dan hati besar, Cita menyusupkan sedikit demi sedikit tentang kehidupan pada Randa
tidak ada niat lain dari nya.. hanya saja ia benar benar ingin Randa sembuh
ia tak ingin Randa merasakan kesendirian..
perhatiannya besar, cintanya besar, pedulinya besar
menjadi alasan ibu Randa mulai membuka hati pada cita..
sering tiap sebulan sekali ibu Randa mengajak Athan (anak Randa dan Cita) menemui Cita agar tidak terlupakan juga siapa ibu dan ayahnya
malamnya, ketika tidur..
Cita kira Randa tertidur, ia turun untuk mengambil minum tapi randa menggenggam tangannya..
"randa?" ucap Cita kaget
"jangan pergi"
"aku hanya ambil minum"
Randa masih terus menggenggam lengan Cita, Cita pun mengalah dan diam disana
beberapa hari berlalu..
ketika Cita mengajak Randa ke pujasera nya
Cita menitipkan Randa pada imanuel dan Yayuk, tapi randa menolak, ia tidak mau dititipkan, ia mau bersama sama Cita
ketika tiba di hari dimana Cita terus melakukan aktifitasnya mengurus suaminya
__ADS_1