Titip Rindu Untuk Randa

Titip Rindu Untuk Randa
9


__ADS_3

"suamimu kok boros sih, itu makanan mahal cit, kamu beliin buat mereka yang paling murah juga mereka bakal seneng banget" ucap steffi


"Ets jangan salah, justru karna mereka tidak pernah merasakan ini semua kita harus kasih, kan biar setidaknya mereka pernah merasakan"


"Nanti kalo uangmu habis?"


"Nah ini nih, kalo soal uang habis, harta habis hanya karna memberi orang begini, jangan salah, jangan, justru itu kita akan mendapatkan yang lebih besar, apa? Yaitu doa"


cita pun Menjelaskan mengapa iya bisa dikatakan boros hanya untuk bersedekah


cita mendengar jika jefri mengatakan ia hanya suka kepadanya, hanya karna uangnya, hanya karna cita sering memberikannya banyak barang makanya ia memperjuangkan


aku mendengar itu hanya menanggapi dengan biasa


Hingga saatnya jefri menyatakan bahwa dirinya mengajak sebuah hubungan berpacaran, tanpa banyak berfikir panjang siapa Cita


"Apa? Pacaran?" Tanya Cita


"iya" jawab Jefri


"Enggak, aku akan menuliskan sejarah bagaimana aku bisa menaklukkan seorang jefri tapi maaf jefri aku sudah bersuami"


Saat hubungan berjalan enam bulan


Aku mendapatkan masalah baru, ia dinyatakan oleh pengacara keluarga jefri jika banyak tagihan kartu kredit hanya karna terlalu royal dalam pengeluaran sementara diriku masih kuliah, belum berpengalaman kerja


"kak.. anak anak bilang kamu bangkrut itu gak mungkin kan? Bilang sama aku mereka hoax!" Ucap Stefi


karna stefi tau, jika kakaknya begitu royal dan masih manja menghamburkan harta keluarga, kini disaat Stefi sudah bekerja sendiri jefri harus mendapatkan nasib untuk mengejar stefi bekerja sendiri


tidak mungkin meminta kepada cita karna selain malu, cita pasti menolak membantunya


akhirnya jefri memutuskan mencari kerja sendiri dan berusaha dari bawa..


"gini kak, pertama kamu memanfaatkan ayah ibu, juga kamu dekati cita apa maksudnya? itu kamu dapat karmanya sekarang kan"


stefi terus memberikan masukan kepada kakaknya, dan sadar jika sikap busuk dibalik sikap manisnya kepada cita membuatnya harus terjatuh dari ketinggian


"a.... a... Aku aku gak berniat buruk dekati cita" jawab jefri mengales


ketika banyak yang mendengar tentang jefri yang jatuh miskin, teman temannya bertanya dan memastikan


"Jadi beneran kata semua orang, kamu sudah miskin? Kan aku sering bilang. Jangan sering boros" sambar yopi


"nah, mending kasih orang yang gak kamu kenal apalagi gembel, malah kamu kasih makanan mewah, kaya suami Cita, dia gak miskin tapi makin kaya, udah udah aku capek sama sifat kamu, aku mau kita selesai berteman" ucap sambar yang lain juga


"Apa? kalau aku jatuh kalian pergi?" Tanya jefri kesal


"buat apa juga kan dekat sama orang miskin yang dulunya sombong abis dan moroti orang baik dan gak ngaku lagi"


"nggak, please jangan tuduh aku begitu"


dimana kehidupan jefri semakin rumit, kehidupan cita semakin bahagia..


"steff, kok dia cuek? Ada masalah ya?" Tanya cita


"Em, aku gak ngerti, biar deh urusin masing masing cit, kita sama sama gede"


"Kenapa sih cerita aja" kata Cita


menceritakan tentang buruknya kakaknya yang dekati cita hanya karna harta


"Gila aja ternyata dia, tapi aku gak masalah kok"

__ADS_1


" dekat dan saling bersama udah habis berapa kamu keluar duit buat dia" gerutu steffi


"Udah udah, gini, sekarang lupain itu, aku iklas"


stefi memeluk cita untuk permintaan maafnya


"Sekarang kamu tau dia siapa kan?"


"Iya, sudah, fokus, sama kerja, kita sekarang bisa santai, lama lama kita akan lembur berat karena santainya kita ini"


"Iya cit, sudah"


Saat stefi baru pulang dari rumah cita membicarakan beberapa pekerjaan,


kembali ke rumah dengan jalan kaki


Sebenernya cukup jauh, tapi itu ingin menenangkan diri atas kebodohan kakaknya langsung jatuh miskin dan malunya didepan Cita


Saat sedang ditengah jalan, memang salah steffi, mau melintasi jalanan tapi tidak fokus, hampir saja sebuah mobil menabrak nya


"Aaaaaaaaa" stefi berteriak histeris


Tiba-tiba keluarlah lelaki yang tadinya akan menyalah kan stefi namun tak jadi


"He... Lu mau mati jangan di mobil gua, salah salah lu bisa bisa gua yang dipenjara begok" teriak lelaki itu sembari keluar dari mobilnya


Lelaki itu adalah Deni, yang masih terpejam terkaget kan dengan sapaan yang mendadak lembut dari lelaki


"Sori..." Ucapnya


stefi membuka mata pelan


"Ah ku kira sudah mati"


"Hem, sori ya"


"Aku yang minta maaf, karna kurang fokus"


"Ehm, tapi gak papa kan?"


"Enggak"


"Deni" ucapnya mengulurkan tangannya


"Deni?"


"aku stefi"


deni berbeda dari teman jefri ya..


dan mereka berkenalan, dan deni antarkan stefi ke rumah stefi


Maklum karna memang aku tidak pernah tau apa dan bagaimana nya Deni


Akhirnya bertemu, tapi harus berhati-hati karna menurut banyak orang, orang tak semua baik seperti terlihat berpakaian


"Em gini, gimana sebagai tanda maaf, aku ajak kamu makan siang" ucap deni


belum-belum sudah ajak makan siang aja, Hem pasti nih, modus ampuh


"Malah bengong, ayo" ucapnya lagi


Karna saja sedang lapar, jika tidak ia tidak akan mau

__ADS_1


Sesampainya di rumah makan, dengan nama menu cukup unik seperti sajian dari mie


terpikirkan untuk Stefi membuka usaha nya sendiri, usaha baru melalui menjual apa yang ia suka.. masakan berbahan dasar sosis ataupun telur, tapi ia membuka itu dari nol. Tanpa sepengetahuan siapapun


"Malah bengong, ayo" ajak Deni


"Em iya, iya"


Setelah masuk dan memilih meja lalu memesan makan


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Deni


"Em, apa aja deh"


"Yaudah terserah aku ya"


"Hem"


Tak lama pesanan datang..


Saat aku sibuk dengan makannya, sementara Deni sibuk dengan menatap wajah cantik didepan nya ini... Hehe


"Deni? Itu kenapa cuman diaduk aduk?" Tanya Stefi


"Ha? Aah maaf, astaga, heeh"


"Kamu liatin apa?"


"Enggak"


"Yaudah makan"


"Kamu cantik" ucap nya pelan


"Kenapa?" Tanya stefi lagi


"Em, ehem.. hem.. enggak"


Setelah sampai dirumah, stefi yang diantar oleh deni pun turun dari mobil Deni


"Hem, kenapa?" Tanya stefi


"Enggak, rumah kamu besar ya"


"Hem, kontrak"


"Oh, em sori"


"Gak papa, btw makasih loh"


"Iya sama sama"


Setelah aku masuk dalam kamar dan merebahkan tubuhku, melihat langit-langit rumah, ia sempat berpikir, bagaimana jika ia jual saja rumah, untuk memulai bisnis baru, kulinernya, jadi bisa sekalian tinggal disana, tapi tanya sama siapa yang tau masalah jual beli rumah? bahkan sama sekali belum tau soal beli membeli tempat untuk dijadikan restoran


Esok nya, berangkat kerja


"citaaaa" teriak Stefi


"Steffi?"


"Bareng..."


"Em yuk?"

__ADS_1


disana stefi menceritakan tentangnya


dan cita memberikan saran untuk membuka dulu


__ADS_2