Titip Rindu Untuk Randa

Titip Rindu Untuk Randa
12


__ADS_3

yap, setiap bertemu orang diluar, siapapun yng bahkan baru di jumpainya, ia akan tersenyum..


juga awal awal sama, Cita mual mual..


hingga akhirnya dokter yang sama ketika kehamilan Athan dan Deo kembali mengatakan jika Cita hamil


yapp Randa memang sangatlah ingin anak yang sangat banyak menurutnya agar tidak sepi rumah nya


"sayang, semoga ini hamil terakhir deh, atau enggak pakai program KB saja, biar gak banyak anak, ini anak ketiga yang dua baru juga masuk sekolah" kata Cita


"eh jangan lah pakai pakai KB, gak suka aku, sudah jangan itu dilakukan, beneran gak suka aku"


"sayang, gimana aku hamil lagi?"


"iya Athan dapat adik lagi"


"simple banget km jawabnya"


melahirkan anak tentu tak lepas tanggung jawab kan, kedua anaknya yang lebih dulu ada dibumi tak luput dari banyak pembelajaran dari sang papa mereka tentang kerasnya berjuang juga anak anak mereka menjadi sasaran dari Randa untuk mengenal kehidupan


"paa, kok diajarin sejak sekarang sih kehidupan dunia" kata Cita


"mereka harus diajarkan gak ajarkan yang berat, dasar dasar dulu aja, ajarin memang sejak dini, biar mereka menerapkan kita bukan kebiasaan" kata Randa


"iya sih, tapi jangan lah dulu diajarin, mereka belum tentu tau ini"


"iya biarkan saja naluri mereka dulu, berhayalnya bagaimana tentang ajaran saya.."


Randa tidak hentinya menitipkan istrinya tak lain adalah ibu mereka sendiri untuk menitipkan pada anak anaknya menjaga ibu..


ia selalu mengatakan pada dua anaknya jika mereka wajib menjaga ibu mereka


beberapa hari kemudian, diusia deo 4,5tahun lebih, berjalan hampir 5tahun... sama dengan nasib Athan, dimana Cita melahirkan adik untuk Athan dan Deo..


"bayi ini laki laki lagi pak Randa, bu Cita" kata dokter


dokter memberikan bayi pada ibunya dan lahir kembali bayi laki laki, yang senang tentu Athan, dimana ia sangat ingin adik semua nya lelaki sedangkan Deo terima terima saja karna belum mengerti apa apa soal adik


lagi lagi, melahirkan bayi laki laki yang mereka sudah siapkan nama untuk bayi mereka adalah


Trias Julian (Yas)


hari kembali terlewati, dimana tak terasa usia Yas anak ketiga, telah menginjak tahun ke tiga, Cita mendapat kabar jika kakak kandungnya di indonesia meninggal karna sakit dideritanya


n o t e :


cita adalah anak paling tengah karna mempuai dua kakak perempuan dan 2 adik, adik laki dan adik perempuan, tapi yang adik perempuan nya ikut dengan hendi, ayahnya

__ADS_1


...


tapi Randa dan yiansan benar benar melarang untuk Cita pulang..


bukan tanpa alasan, Cita baru ini melahirkan, butuh istirahat banyak, dan juga percuma datang


"selamat malam pak, ini saya Yian"


"iya bu yian saya tau, kenapa ya bu" tanya hendi


"saya dengar dari Cita tentang kakaknya meninggal, saya turut berduka ya pak"


"iya bu makasih, jika kakak Cita mungkin salah maafkan bu"


"pasti, saya menelfon untuk memberikan kabar minta maaf karna Cita gak bisa datang, Cita baru saja lahiran anaknya ketiga kan pak, jadi harus butuh istirahat"


"oh ya gak masalah kok bu, saya paham itu juga"


"maaf pak, terima kasih atas pengertian nya, saya berdoa agar kakak diterima tuhan"


yiansan tau apa yang akan dialami oleh Cita atas kelakuan kakak kakaknya..


"paaa.. sekarang Cita gak bisa pulang" ucapnya


"iya sayang, mama yian tadi sudah beri kabar papa juga"


"pastinya, yang penting anak anak dulu sayang"


meninggalnya kakak pertama Cita meninggal karna sakit bersisa 4 anak hendi dan lilik yang tersisa..


cita yang tidak bisa pulang, harus menahan diri bukan untuknya tapi untuk anaknya... hari berlalu, dimana masih mengurus anak ketiga, cita juga harus mengantar sekolah Deo..


Athan kemana? athan tetap jadi urusan mama mertua nya yaa..


ia hanya mengurus sekolah deo, karna memang deo sejak lahir diurusnya, tapi athan, ia sudah tidak mengurus karna sudah ditangan mertuanya, apapun terserah kata mertua.. tapi sesekali masih sering datang kerumah Cita untuk bermain dengan adiknya


setelah setengah tahun deo sekolah dan selama itu juga Cita mengurus mulai dari berangkat, menunggu hingga pulang, dan kegiatan lain dirumah


hari berlalu..


perkembangan baby Yas dari lahir benar dalam pengawasan baik oleh randa dan cita..


ketika deo sudah akan masuk sekolah dasar notabene nya sekolah jenjang lebih tinggi, seperti ibu lainnya, cita akan mengantarkan dan menunggu hingga pulang sekolah


"maa, titip baby Yas" kata cita saat pagi


"iya, tunggu" kata yiansan

__ADS_1


"maa, aku ikut sekolah deo ya" kata athan


"iya, kamu sekolah siangan ya?"


"iya ma, guru athan ada rapat kata oma"


setiap akan mengantarkan sekolah deo, jika ada waktu senggang, athan akan ikut sementara baby Yas bersama neneknya


meskipun athan sedang sibuk sekolah, tetap akan menitipkan Yas jika urusan sekolah Deo


kesibukan terus berjalan pastinya, ketika masuk ke tahun yang akan masuknya Yas sekolah di PG


setelah pengurusan semua setengah dijalani, cita mendapat kabar adik laki laki dan ibunya kecelakaan motor..


mendengar itu, tentu, cita dengan kekeh berpamitan pulang ke indonesia..


menitipkan anaknya pada yiansan, dan memberikan kepercayaan pada randa untuk mengurus soal sekolah Yas


"maa, Cita titip anak anak ya, juga titip Randa, Cita harus pulang ma" kata Cita pada yiansan


"iya, kau harus pulang, saya akan jaga mereka tanpa kamu minta, saya sudah dengar semalam kamu cerita ke Randa"


"makasih ma, doain terbaik buat mama Lilik ya ma, maafkan dia jika membuatmu sering marah"


"pasti sayang hati hati dijalan, gausah terburu"


mendengar kabar itu, Cita memaksakan untuk pulang keindonesia, tapi Cita akan pergi sendirian, ia tak mengajak anak anaknya juga suaminya


karna ia tau yiansan sibuk pekerjaan sementara Randa akan sangat sibuk mengurus anak anaknya..


skip


sesampainya diindonesia, ternyata ibu dan dua adiknya yang meninggal sekaligus


betapa rapuh hati seorang Cita


Cita mengenang banyak hal bersama adik adik dan ibunya tentu kenangan buruk


menangisi kepergian adik bersama ibunya,


tak lama hendi, ayahnya datang dan menenangkan anaknya


"Cita"


"paaaa" teriak Cita


Cita memeluk ayahnya sembari menangis kepergian ibunya, hendi tau seburuknya sikap lilik pada cita, yang terbekas pada diri cita adalah tetaplah lilik ibunya, wanita yang mengandung dan melahirkannya

__ADS_1


meskipun hendi tau lilik pernah berusaha menggugurkan kandungan saat hamil cita, juga pernah hampir membunuh cita saat baru baru lahir karna kekesalan lilik yang bercerai dengan hendi sebelum lilik akhirnya juga menikah lagi


__ADS_2