Titip Rindu Untuk Randa

Titip Rindu Untuk Randa
13


__ADS_3

dengan ayah yang berbeda dari kedua adik cita..


"cita, bagi duit buat beberapa uang pengeluaran kematian" kata kakak cita nomer dua


"berapa kak"


kakaknya mentotal semua keperluan keuangan untuk kematian ibu dan adiknya, yap artinya semua ditanggung oleh cita


cita memberikan semua uang gang dikatakan kakak nya..


setelah penguburan mayat adik dan ibunya, Cita pulang kerumah, tapi malam nya, cita dijemput oleh ayah dan adik perempuannya untuk tinggal dirumah ayahnya saja..


tapi yang didapatkan adik perempuan dan hendi adalah kakak cita memintai banyak uang


"hei, apa apaan ini?" teriak hendi


"papa, ya dia harus keluar biaya buat kematian ini, semua tanggungan dia"


"kamu juga keluar harusnya"


"aku keluar tenaga lah pa, kerjaan dia apa? nangis? nangis bisa bantuin semua kerjaan rumah?"


"ya gak bisa gitu lah kak, bagi bagi, kak cita juga mau bantuin kerjaan, dulu juga kak cita semua yang urusan rumah" kata adik perempuan cita


"diam kamu anak kecil" bentak kakak cita


tak habis pikir, sejak itu hendi melarang untuk cita balik ke indonesia


esoknya, datang kembali kerumah lilik untuk menyambut pelayat yang datang, ketika selesai sorenya, semua urusan pengajian malam diurus suami kakaknya, hendi membawa cita pulang..


malam harinya disuasana rumah hendi


"ini teh hangat, minumlah" kata istri ayahnya


"makasi tante"


"iya, sabar sayang, mama sudah dapat tempat baik disana"


"iya"


memberikan perhatian layaknya anak sendiri, istri baru hendi memang terbilang baik, meskipun mudah dan hanya berusia 5 tahun dari anak nya yaitu cita, tapi sikap dewasa istrinya membuat hendi yakin


tak lama hendi keluar menyuruh istrinya tidur karna larut malam, sementara hendi dan cita duduk berdua


cita memeluk ayahnya sambil menangisi ibunya


"mereka sudah tenang Cita, mama dan adik adikmu telah pergi dengan tenang" kata hendi


kecelakaan, bukan tanpa sebab, dimana sebelumnya sudah kita ketahui Lilik ibu Cita sangat kasar pada cita

__ADS_1


ia selalu membandingkan Cita dengan adik laki laki nya, berikan kasih yang tak sama, juga selalu membeda bedakan dengan dua kakak perempuan nya


selalu menganak tirikan hanya karna ayah cita yang meninggalkan lilik karna tidak tahan sikap lilik tapi begitu peduli pada Cita melebihi pada anak kedua kakak cita yang sama juga adalah anak lilik dengan hendi


Cita meminta agar ayahnya ikut pulang dengannya ke german tapi ayahnya menolak, karna memang ayahnya sudah memiliki keluarga baru disini, mana mungkin meninggalkan anak istrinya


"papa kalau belum nikah lagi mungkin ikut kamu, tapi papa ada keluarga baru papa kan"


"oh iya" ucap nya sedih


karna tidak bisa lama, ia harus kembali lagi ke german, ia juga meninggalkan sejumlah uang pada hendi meskipun tidak dipakai keperluan kematian ibu nya setidaknya bantu untuk kebutuhan hendi pribadi dan istrinya atau anak anak hendi bersama istri barunya


juga memberikan uang sendiri kepada Shasha, adik perempuannya


setelah tiga hari di indonesia, Cita harus kembali pulang


skip


sesampainya di german lagi


"gimana sama keluarga disana?" tanya Yiansan


"kalut semua ma"


"sabar cita, kan sudah jalannya, maut tidak ada yang tau kapan datang" ucap ibunya itu


"iya ma"


mengetahui itu, Yiansan ibu mertua Cita mengambil alih urusan pekerjaan di pujasera milik anak dan menantunya itu


"biar mama turun tangan" kata Yiansan


"tapi pekerjaan mama?" tanya Cita


"mama akan keluar bekerja, memutuskan mengurus usaha anak sendiri, kamu fokus urus Randa juga anak anakmu, tapi athan masih tetap bersama ku"


"maa, maafin cita selalu merepotkan"


"yang namanya anak sendiri kalau merepotkan ibunya itu wajar, harusnya mama kamu bersikap begitu"


kini pujasera sudah dibawa kendali Yiansan, tapi Yiansan tidak mau jika tangan kanan nya adalah steffi


bahkan ketika tau pujasera dikendalikan mertua boss nya, steffi sempat berpikir memundurkan diri karna tau Yiansan akan jadi boss yang galak dan penuh aturan kedisiplinan


belum melakukan pengunduran diri, yiansan sudah mengeluarkan beberapa orang karyawan yang menurutnya tidak pantas lanjut tugas kerja


dan salah satunya steffi, karna yiansan mengetahui saat stefi selalu mengurangi pemasukan ke dalam pembukuan bagi lapak lain dan menaikkan omset penjualannya sendiri


sementara Cita fokus untuk mengurus rumah tangganya yang terkadang jika yiansan belum kelar tugas kerja ia akan menitipkan athan pada cita

__ADS_1


"maa" sapa cita


"emm"


"ini susu jahe, biar lelah mu hilang, makasih sudah menyelamatkan banyak keganjalan dipujasera"


"iya"


melihat ibunya harus bekerja untuk diri sendiri dan membantu keuangan nya belum lagi ibunya mengurus anak pertamanya membuat Randa akhirnya memutuskan untuk mulai kembali kesibukan di kantor


"kamu rapi sekali, ada acara kok gak kabari aku?" tanya Cita


"aku akan pergi memulai kembali kerja ya sayang, kamu ngurus anak anak"


"serius kamu mulai lagi kerja?"


"iya, aku bantu mama, biar nanti semua kembali lagi semula, mama sama kesibukan dia sendiri"


"iyaa sayang, aku paham"


"karna kan di pujasera bukan tempat mama, dia akan jadi atasan keras bukan disiplin"


"iya bener juga, steffi diberhentikan"


"oh ya? steffi? alasannya?"


"kata mama sih lelet, selalu lambat waktu juga sedikit masalah sama omset yang dimasukka pembukuan dari lapak lain sedikit dan masukkan omsetnya" jelas cita


"oh ya bener juga sih, dulu kamu kok bisa pilih dia"


"sama aku dia rajin sayang, gak telat telat kan, dia dewasa juga"


tapi randa lupa tentang hubungan terlarang yang pernah ia jalani bersama steffi..


yap, steffi adalah karyawati yang dimaksud menjadi orang ketiga diawal karier pujasera hingga membuat banyak masalah turun kepada randa..


sudah dipecat oleh randa selaku pemilik pujasera, tapi steffi mengambil hati cita, ia tau cita polos dan bisa dia bodohi, tapi tidak dengan yiansan


...


selama bersikap baik, itu hanya kedok karna steffi memang memiliki niatan buruk dalam pekerjaan. tak heran jika kakaknya, jeffri, melakukan hal yang sama..


tapi selalu dilarang oleh steffi karna bukan kasihan pada cita melainkan karna ia yang ingin usaha itu hancur atas perbuatan tangannya


"lain kali, jangan pernah percaya sama orang selain keluarga sendiri" kata randa


"iya"


"bukan apa, kalau keluarga kita mengeluarin kerugian besar juga gak buat kita rugi karna anggap saja kita memberi, sayang"

__ADS_1


memang ingatan randa sudah total kembali, tapi tentang steffi, ia lupa total, sedikit saja tidak mengingatnya..


kuasa tuhan memang adil, disembuhkannya randa dari gila tapi dilupakannya randa dari dosa


__ADS_2