
tak lama cristan pun pulang melihat cita pulang..
hari kembali berjalan, cristan sudah kembali ke negaranya...
cristan pulang masih dengan rasa penasarannya kepada cita..
hingga beberapa bulan berlalu, ia kembali datang ke indonesia.. dan mencari keberadaan cita..
namun badut boneka itu sudah tak ada..
tentu..
kini cita takkan turun kelapangan karna ia menggantikan salah satu karyawan yang berhenti, ia menggantikan posisi pengawasan jadi tidak lagi perlu kostume badut
kostume badut itu lagi
tapi sesekali ia memakai untuk menghibur dirinya sendiri
dan dihari terakhir cristan diindonesia, bahkan ia tak sama sekali bertemu dengan cita..
dan ketika ia pulang ke negaranya..
ia tak patang asa, untuk sering beberapa kali ke indonesia mencari seorang cita..
dan ketika kunjungan ke lima nya diindonesia..
ketika ia jalan berdua dengan temannya disalah satu mall..
ia akan turun melalui escalator, dan ketika ia akan turun, ia melihat seseorang mirip dengan cita.. dan ia yakin itu benar perempuan yang dulu pernah ia temui
"nunggu siapa?" tanya jason.. teman yang sedang bersamanya
"bentar" jawab cristan
(Nb. percakapan pakai bahasa indonesia ya gaiis karna cristan sudah mahir menggunakan bahasa indonesia dan jason bule tinggal diindonesia)
"hai" sapa cristan
"yaa.."
"apa kau... yang pernah jadi badut boneka beruang putih?" tanya cristan
"ya.. itu memang aku"
"ahh.. apa kau ingat aku pernah menyimpan buku isi seluruh card mu?"
"oh iya... aku ingat.."
"hai, apa kabar?"
"baik, kamu bagaimana?"
"sama baik juga kok"
"emm, cristan kan?"
"iya, kamu cita ya?"
"ah benar"
dan alhasil mereka mengobrol..
setelah cristan dapat nomor kontak nya..
melihat cita yang sudah berlalu, tak lama cristan pun lompat kegirangan
"Akhirnyaaaaaaa" ucap cristan
"tunggu dulu, aku kenal kamu cukup lama, aku tau kamu orang pemalu soal perempuan, bagaimana bisa kamu bersikap sekonyol ini sekarang?" tanya teman cristan, jason..
dan selesai menceritakan, barulah jason paham...
dan mendukung temannya itu..
__ADS_1
dan ketika malamnya cristan menghubungi cita..
"hai.. selamat malam" sapa cristan, di video calling
"hai juga, cristan ya?"
"iya nih, eh aku besok pagi pulang"
"pulang?"
"iya, aku pulang ke belanda.. dan disana aku masih ada kerjaan, nanti kalau selesai aku akan datang kembali ke indonesia temui kamu" jelas cristan
dan beberapa bulan kemudian..
setelah menjadwalkan pertemuan, akhirnya cristan dan cita kembali bertemu...
karna sebelumnya ia menceritakan tentang belakangan ini dekat dengan bule kepada temannya, yayuk..
yayukpun meminta untuk dikenalkan..
dihari kedua, cita pun mengenalkan yayuk kepada cristan
dan beberapa hari berlalu, setelah cristan kembali lagi ke negaranya, barulah yayuk mengatakan pendapatnya...
"aku setuju kamu sama dia, di kekar, gagah, keren, sudah lah sama dia, aku lihat dia ada rasa"
"apaan sih bukan soal fisik yayuk"
"inget immanuel gak? pacar aku? kan dia dari german juga, tapi ada kabar aku setelah nikah tinggal di german.." jelas yayuk
"oh.. jadi tahun depan?"
"jadi dong, tinggal sebulan ini kok"
dan ketika tepat dihari pernikahan..
cita yang tidak pernah sama sekali keluar negri harus berani berangkat sendiri demi hadiri pernikahan sahabatnya
"hai.. kau sedang dimana itu, kenapa ramai suaranya" tanya cristan di video calling
"serius kamu? wah aku jemput dibandara ya"
"waah serius? apa kamu tau daerah german?"
"eaah jangan ditanya lah"
dan ketika sampai dibandara...
"hai.. apa kabar" sapa cristan
"baik, kamu?"
"sama aku juga baik, aku seneng kamu datang ke negaraku, tapi sayang, kamu dadakan, jadi aku gak bisa siapin kado"
"ah tidak usah lah"
dan ketika cita diantar oleh cristan, ternyata cristan tau alamat itu..
sesampainya...
mereka pun saling mengobrol
begitu pula dengan cristan yang cepat akrab dengan immanuel, suami yayuk dan ketika beberapa hari setelah pernikahan yayuk..
baik Cristan dan Cita pun mulai dekat...
"kamu bisa bahasa indonesia kenapa lancar?" tanya Cita lagi penasaran
"karna aku sangat menyukai indonesia sejak kecil, jadi aku belajar supaya bisa, seperti aku bilang kan"
"bisa?"
"bisa bahasa indonesia"
__ADS_1
"waahh"
hari berlalu, kedekatan mereka tidak ada terelakkan, menjalin hubungan pertemanan, cristan tak mau bermain cukup lama
tak lama juga akhirnya Cristan melamar Cita..
Cita menerima karna ia juga sudah kenal dengan Cristan..
Cristan juga sudah mempersiapkan semuanya, pengorbanannya besar, bahkan Cristan mengambil keputusan besar demi mendapatkan Cita yaitu menjadi mualaf..
"aku akan membangun rumah dan sejumlah kebutuhan kita nanti" kata Cristan
"terimakasih sayang" ucap Cita
"kamu janji kan akan selalu bersama ku?"
"ah pasti lah"
cristan pun berniat untuk membangun rumah mewah didekat rumah pasangan baru menikah immanuel dan yayuk.. untuk mendekati yayuk supaya bisa tau bagaimana cara mendekati cita dan juga mendekati immanuel untuk belajar bagaimana menjadi suami yang baik untuk istri indonesia, benar benar menjadi mualaf..
dan ketika yayuk mendapat kabar itu dari cita.. yayuk benar benar senang mendengarnya..
tapi ia berfikir karna cristan ingin membenahi diri bukan karna ingin mendapatkan diri Cita saja kan?
dan ketika cristan kembali ke indonesia..
dan ketika mereka jalan berdua disalah satu pantai, ketika itu mereka habiskan waktu weekend berdua..
"aku mau bicara serius dengan kamu" ucap cristan
"apa?" tanya cita
"aku bahagia dengan pernikahan ini, jujur, apa kamu benar benar mencintaiku?"
"kamu masih ragu?"
"aku takut karna kamu ambil keputusan cepat"
"di agama kita sekarang, lebih cepat lebih baik"
"benar"
dan seketika yayuk kaget..
"mana mungkin cristan, aku sudah anggap kamu adalah teman ku, kakak ku, penasehat ku, tapi apa dia serius dengan hubungan ini?" tanya yayuk
"aku serius sama kamu dia" ucap cristan menggenggam tangan cita
"aku tau.. tapi aku..."
"yayuk.. kamu yang sering bilang harus bisa melupakan bersangkutan dengan arseen, aku tau kamu menolak karna masih memikirkan rasa untuk arseen" bisik Cita yang ketika itu yayuk turut hadir bersama suaminya
"emm... okeh aku percaya itu" ucap yayuk
"tapi kamu mau kan tinggal bersamaku, ikut aku?" tanya Cristan
"aku ikut kamu kemana pun" jawab Cita
"iya aku sudah masuk islam, jadi mualaf, tapi dariku juga ada.. dia harus ikut ke negaraku" ucap cristan
"yaaa"
"jadi gini, aku ikut agama kamu, kamu ikut ke negara ku, jadi warga negaraku?"
"iyaaaaa sayang" ucap Cita
sekilas melirik yayuk, yayuk pun menganggukkan kepalanya...
"iya.." jawab cita
"serius? yyyeeeee serius kan?"
cita mengantarkan ke salah satu ustadz yang terkenal dikotanya
__ADS_1
menemani suaminya itu dalam berjuang untuk berjalan dan masuk agama nya