
"lelah apa?" tanya Yian bingung
"lelah saja, tidak ada rasa semangat"
"jangan bicara aneh"
semua hal dirasa oleh randa adalah lelah, entah apa yang pasti ia merasa kan lelah
tapi dalam sujudnya, ia selalu mengatakan jika ia meminta pada tuhan agar tidak pernah membuat hidup cita, istrinya, jadi sepi sedikit waktu saja
hari kembali berlalu..
diusia 5th anak pertama mereka
diusia Athan ini.. sudah bisa jika hanya menjaga adik, bisa membantu cita dan randa jika sedang sibuk salah satunya, dan Yian tak keberatan jika Athan akan sering pergi kerumah ibunya untuk menjaga adiknya
"Athan, adik kamu laki laki, kamu suka?" tanya randa
"suka pa, Athan pengen memang punya adik laki laki"
"bagus deh, nanti punya adik lagi? laki laki lagi atau perempuan?"
"laki laki aja lagi pa, athan gak mau punya adik perempuan karna cengeng"
"kamu bicara apa, ini belum juga setahun" bisik cita
"kan nanya aja sayang"
"pengennya randa punya adik banyak tapi laki laki semua, dan nanti kalau sudah banyak adik laki laki baru kasih 1 adik perempuan" kata Athan
"kan, bapaknya nyari gara gara ih" bisik cita
"hehe biarin napa sih sayang, dia mau loh, diluar sana anak yang gak mau punya adik, tapi aku gak kasih asupan apa apa ya" kata Randa
randa dan cita bertatapan
dengan santainya masih menikmati makan bersama, Athan makan bersama neneknya, cita dan Randa saling melirik ke arah Yian..
"kenapa kalian?" tanya yiansan
seolah tau jika mereka menanyakan asupan apa yang telah diracuni pada Athan tapi Yian mengangkat tangannya karna ia tidak meracuni apapun
"sudah persiapan? jam berapa bertemu dokter?" tanya yiansan
"dua jam lagi ma, tapi saya bawa lebih cepat, istirahat disana, biar gak mendadak dateng gak konsen dijalan" kata Randa
"oya deh, malam mama baru sampai sana ya"
__ADS_1
kehamilan kedua tak terasa sangat terbilang cepat, kehamilan yang memang tidak rewel seperti kehamilan pertama nya
karna merasa sudah akan melahirkan, Randa dan yiansan membawa Cita kerumah sakit dan benar saja, dokter menyarankan untuk rawat inap karna bayi diperkirakan akan lahir..
tiba setelah lahir anak kedua yang mereka beri nama Deoponi Justian (Deo) itu
lahirnya bayi laki laki itu, dokter membawa kedepan ibunya.. beberapa hari dirawat baru boleh pulang saat kondisi ibu dan bayi sudah sama sama baik
"akhirnya lahir sesuai yang diinginkan aku" kata Athan
"haha Athan, seneng ya dapat nya adik laki laki?" tanya yiansan
"oya lah oma"
hari memang berjalan sangatlah cepat, dimana tumbuh kembang anak selalu diawasi penuh baik dengan Randa ataupun Cita
mereka memang sedang banyak waktu tanpa kepikiran soal kerjaan dibantu oleh steffi
kelahiran baby Deo, berbeda dengan sifat kakaknya yang begitu susah ditebak, Deo justru terbilang akan susah dekat dengan orang terbukti ia selalu menangis ketika bukan tangan ayah atau ibunya yang menggendongnya
"yatuhan anak ini cengeng, padahal semasa hamil kamu gak nangis aja kerjaannya" kata yiansan
"gak nangis sih iya ma, tapi kan dia diem aja kerjaan nya, sama orang asing gak mau" sambar randa
"eh iya sih ya"
maka saat itu ia akan diam saja, karna bingung apa yang akan ia katakan dan lakukan..
hari berlalu, ketika cita mempersiapkan untuk Athan mulai sekolah, sekolah sengaja dilakukan sejak dini sejak usia 5 tahun akan masuk ke sekolah PG atau playgrup, yiansan menyuruh untuk Randa mengurus anaknya saja dirumah tidak sibuk membantunya di kantor..
"kamu diem dirumah saja, mama bisa lah kerja kan semua sendiri, anak kamu akan sekolah juga"
"oya ma, itu gampang"
"jangan gampang gampangan
karna sejak randa mengalami gangguan jiwa, ia jadi lupa mengurus beberapa hal di luar rumah bukan lupa sih tapi memang harus belajar sejak awal
sementara pekerjaan di handle oleh Steffi waktu diurus oleh Cita bahkan sekarang justru diurus oleh ibu nya sendiri membuat cita semakin tenang urusan pujasera mereka
"sayang.. perut ku dari tadi tidak enak" kata cita
"ini minyak angin, biasa kamu pakai"
bukannya melegakan ia justru merasa mual dengan bau minyak angin yang sering dipakainya..
seketika Randa berjalan melihat kondisi Cita yang terkapar lemas sambil memeluk wc
__ADS_1
"periksa deh sayang, dulu waktu hamil Deo kamu juga gini" kata Randa
"emm sepertinya harus periksa, aku merasa begitu juga kita harus periksa"
tiba dimana ketika usia Deo belum genap empat tahun... bahkan sekolah saja belum dijajaki oleh Deo
kembali Cita dinyatakan dokter telah hamil 2 bulan..
mengetahui itu, Randa memberitahu ibunya pasti, sedangkan Cita memang selalu memberi tahu ayahnya jika ia hamil, seperti kehamilan Athan dan Deo..
memberi tahu kepada dua anaknya juga terbilang tidaklah sulit karna memang dua anak sebelumnya suka suka saja dan tidak melarang ibunya jika hamil dan hamil
"astaga serius randa? ya tuhan benar benar cepet juga ya dol nya" kata yiansan
"iya ma aku juga bingung, bisa cepat"
sementara tumbuh kembang Deo..
sudah terlihat dari dini Deo memang lambat dan dekat dengan beberapa orang sekitarnya tapi beberapa temannya lah yang mengerti sifat Deo pun akhirnya menyapa lebih dulu dan berkomunikasi lebih dulu sebagai pertemanan
"Deo, kalau tempat teman teman kamu barengan sekolah, jangan terlalu sering diem ya sayang" ucap Cita
"kenapa ma?"
"ya gak enak sama teman kamu kan, kamu juga harus cerita apa tentang kamu sukai, dan kamu tidak suka"
"oya ma"
btw sekolah Deo diusia 5th adalah playgroup atau banyak orang bilang itu paut.. begitu juga saat Athan awal punya adik, dia juga sekolah playgrup karna memang permintaan Randa..
beberapa tahun berlalu...
Cita yang telah memiliki 2 anak lelaki dari pernikahannya dengan Randa
bahkan tiap 5 tahun kurang lebih berbeda bulan saja, cita kembali hamil anak ketiganya
mengapa saya mengatakan itu? karna sekarang di baru ini ia juga tengah hamil anak ketiga saat usia Deo sudah masuk tahun kelima..
mengetahui ketika Randa sudah membaca kehamilan istrinya karna sikap aneh nya..
"sepertinya mulai aneh lagi deh ma, kemaren dua hari mual mual, lihatlah sikap dia" kata Randa
"periksa jangan lama lama, aku juga yakin dia hamil lagi"
"oya ma"
ia kenal bagaimana istirnya hamil, sikapnya akan berubah, sekarang sikap aneh itu saat Cita tiba tiba sering tersenyum..
__ADS_1