
dan setelah itu ustadz pun menyanggupi...
cristan benar benar merubah dirinya..
bahkan ia pun mengganti namanya menjadi Faranda Husein
dan jadilah namanya panggilan Randa..
sejak ketika mengatakan ia berniat untuk menikah dan serius dengan cita..
randa mengatakan keseriusannya didepan immanuel juga yayuk dan juga beberapa teman lainnya..
ucapan pernyataan kedua kali setelah cristan menjadi randa..
"hiduplah denganku, jangan bosan menemaniku" kata randa
"aku? ya pastilah.." ucap cita yakin
"apa?"
"ya aku mau" jawab cita
dan setelah itu cita dan randa mempersiapkan kepindahan mereka ke german
sejak mereka melaksanakan pernikahan didepan penghulu disalah satu masjid dekat rumah cita, cita sudah hak penuh Randa..
dengan mahar rumah mewah, beserta sertifikat tanah dan isi lengkap dalam rumah, termasuk dua mobil mewah
namun ketika setelah hari pernikahan itu..
ibu cita mengatakan jika pengantin tidak boleh pindah rumah dengan cepat..
dan tidak boleh tinggal di kost..
padahal dalam sejarah pun itu tidak ada..
itu hanya kelakan Lilik , ibu cita..
"kalian harus diam dirumah, aku gak mau ditinggal ya Cit" ucap Lilik
"tapi aku terserah Randa ma"
"ya intinya gak boleh keluar Randa"
"baiklah ma, saya turuti mama"
Randa menuruti padahal ia sudah mempersiapkan segalanya di belanda dengan hidupan snagat layak untuk Cita
dan ketika benar benar cita mengalah..
tinggallah cita kembali di rumah ibunya
dan untuk sementara cita yang bekerja sementara randa diam dirumah saja..
"makan sayang" ucap lilik, ibu Cita
"sudah ma, tadi"
"kapan? bohong, ayo makan, sini duduk sama mama"
tapi belum genap 5bulan..
randa merasa dirinya sedang risih kepada ibu mertuanya itu tapi ia tak kuasa mengatakan itu kepada istrinya bagaimana kelakuan ibu kandung istrinya itu...
Lilik memang sering merayu menantunya itu
lilik berfikir jika seorang bule pasti akan mau mau saja melakukan hal senonoh itu..
tapi sekali lagi ditegaskan oleh randa, jika ia tak masuk golongan itu yang mau mau saja berzina dengan mertua yang dianggapnya sudah jadi ibu sendiri..
"ma, cukup ya ma, mama sering begini setiap Cita pergi kerja" ucap randa
__ADS_1
"ya kenapa? bagus dong gak ada Cita, kita bebas"
"maa, mama gak menghargai Cita kah ma? dia anak mama loh" kata Randa
"Randa, dia itu sudah besar, sudah bisa kali hargai diri sendiri"
karna lelah dengan perlakuan mertuanya itu..
ditambah bukan sepantas nya seorang ibu menjelekkan dan mengumbar kekurangan anaknya pada suaminya supaya ia dapat apa yang ia inginkan, ditambah menjelekkan anak dibelakang anak depan suami anak..
dan ketika sebulan lagi tepat setahun mereka tinggal diindonesia
randa bulat dengan keputusannya pindah ke german.. rumah disana yang dibangunnya sudah selesai dan siap ditempati..
"kenapa tiba tiba ajak pindah, bukannya rumah itu lama selesai nya, tinggal masukin barangnya" tanya cita
"iya.. tapi aku tidak mau lebih lama berdiam di sini" jelas randa
"kenapa?"
"intinya aku mau kita pindah ke german, dan kamu adalah istriku, kamu harus turuti kata suami"
"iya aku ikut denganmu, tapi ada apa?"
"aku gak betah sayang disini, udara begitu panas" ucap randa
alasan apapun dikeluarkan randa berharap apapun alasannya, Cita mau ikut dengannya
dan mereka pun berpamitan dan berangkat ke german, tidak ada lagi yang bisa dijadikan alasan oleh lilik untuk menahan anaknya karna paksaan itu dari randa bukan cita
skip~
setelah sampai, mereka istirahat lalu membereskan rumah baru mereka barulah randa menceritakan yang ia alami selama cita berangkat kerja
"kamu serius?" tanya cita
"ya, kamu jangan marah, aku cuma ingin kamu tau bagaimana ibu kamu bersikap padaku"
"iya... oh iya, karna kita sudah tinggal disini, bulan depan kita urus identitas kita disini, dan aku yang bekerja, setahun diindonesia kamu bekerja dan sekarang aku"
"oh lalu aku?"
"kerjakan saja yang ada dirumah, dan jika kamu tidak bisa memasak pesan saja di pesan antar"
"oh yaudah, em tapi akhir bulan ini aku ke indonesia dulu ya, untuk pamit berhenti dari kantorku dan pamit ke papa" ucap cita
"oh yaudah, tapi akhir bulan ini aku harus ke luar kota urusan kerjaan yang sudah lama aku tinggal"
"oh yaudah gakpapa, aku berangkat sendiri"
dan ketika ia kembali keindonesia, ia berpamitan kepada kantor tempat nya bekerja, dan pamit kepada ayah juga adik keduanya yang ikut dengan ayahnya dan juga mendatangi tempat kerja adik pertamanya
terakhir ia pun berpamitan kepada ibunya
tapi ibunya benar benar menolak untuk tangannya disentuh oleh cita..
"sudah sudah, kau berangkat saja, kau lebih aman dirumah baru kamu" ucap ayah nya
dan baru beberapa bulan tinggal..
Randa menunjukkan pesan chat dari ibu istrinya itu kepada cita
"baca itu chat dari ibu kamu sejak beberapa hari yang lalu" ucap randa
"kamu lanjutkan dari awal, aku mandi dulu" sambung randa
dengan alasan tanya kabar cita, cita membaca mulai dari awal
pertanyaan yang jauh dari perkiraan..
dimana ada tanya kabar anak perempuan tapi yang di kirim pesan berisi
__ADS_1
"lagi apa?"
"sama siapa?"
"sepi nih video call yuk"
"mama kangen telfon nak sayang"
"kamu gak kangen sama seksinya mama?"
dan masih banyak hal yang tak pantas lainnya..
dan ketika selesai mandi, randa langsung duduk depan teras
"sayaang" sapa cita
"emm.."
"kamu buat kopi sendiri?"
"iya.. gimana bacanya?"
"iya, soal mama sekali lagi aku minta maaf, sudah jangan dihiraukan, aku benar benar malu"
"kamu tenang saja, untungnya itu aku, jika lelaki lain, ada dua kemungkinan, kalau gak kejebak ya pasti bakalan disebar sebar kan kejelekan ibu mu itu"
"iya makasih sayang"
"emm kamu sudah makan?" tanya randa
"hehe belum..."
"kan, kalau gak diingetin makan, kamu gak akan ingat jam makan"
"hehe iya sayang, masih dipeluk sama kamu enak nya"
"dasar, udah sana" kata randa melepas pelukan
dan melihat randa mengeluarkan ponselnya
"eh mau ngapain?" tanya cita
"pesan online"
"aaaargh sudah bosan"
"loh terus? kamu itu harus makan"
"emm iya.."
"yaudah mau apa?"
"maunya kamu yang masak"
"ha.. waduh, tapi daripada kamu gak makan, yaudah mau masak apa"
"apa aja deh"
"nasi goreng telor baso ya"
"boleh"
dan cita memeluk suaminya dari belakang selama randa memasak nasi untuknya
randa tak keribetan kok, dengan sikap kekanak kanakan istrinya itu..
"kamu ya, kenal dulu aku suka karna dewasa, pekerja keras, taunya anak kecil" kata randa
"memang kamu gak suka kalau sama anak kecil?"
"iya suka aja, aneh aja"
__ADS_1