TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 1


__ADS_3

Pagi pukul 07:30. Sinar matahari mulai masuk menembus lubang-lubang jendela kamar marisa, sehingga mengganggu tidur nyenyak nya. Dengan sangat terpaksa marisa pun membuka mata nya yang terasa masih sangat mengantuk


kemudian dia pun melirik ke arah jam dinding. Dan alangkah terkejut nya ia setelah melihat jam yang sudah menunjuk kan pukul setengah delapan pagi. Yang awal nya dia merasa sangat enggan untuk membuka mata nya karena masih mengantuk, kini seketika menjadi segar


apa lagi saat bayangan di mana dia di marahi oleh bos di tempat nya bekerja karena telat masuk. Tanpa membuang-buang waktu lagi, marisa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersih kan diri nya. Setelah kurang lebih lima belas menit marisa pun keluar dari kamar mandi, dengan sudah menggunakan seragam kerja nya


" semoga saja masih sempat " gumam yuna, yang kini sudah berada di luar rumah nya, dan mulai berjalan menuju tempat ia bekerja


karena waktu yang semakin mepet marisa pun memutus kan untuk ia berlari agar ia bisa sampai ke tempat kerja lebih cepat, anggap saja seperti tengah berolah raga di pagi hari begitu lah pikir nya


setelah melalui perjalanan yang cukup menguras tenaga nya, kini tinggal lah beberapa langkah lagi maka dia akan sampai di cafe tempat nya bekerja, lalu kemudian BRAKKK... Terdengar suara pintu di dorong dengan begitu kuat, membuat ayu yang jua merupakan karyawan sekaligus sahabat marisa terkejut mendengar nya. Dia pun segera menoleh ke arah pintu mencoba mencari tahu siapa kah yang datang. Dan berdiri lah marisa di depan pintu itu


" jam berapa? " tanya marisa, di iringi dengan hembusan nafas nya yang berat, karena kelelahan akibat berlari dari rumah nya menuju cafe


ayu pun lalu menunjuk kan tangan nya ke arah jam dinding, yang kemudian langsung di iringi oleh netra marisa yang langsung melihat ke arah jam dinding itu, yang menunjuk kan pukul delapan tepat. Yang akhir nya bisa membuat nya bernafas dengan lega, karena tidak jadi terlambat masuk bekerja


" kamu kenapa kok bisa telat? " tanya ayu, sambil menyerah kan segelas air putih untuk marisa yang nampak kelelahan


" makasih " ucap marisa, lalu menerima gelas yang di beri kan oleh ayu. Lalu langsung meminum nya sampai habis karena ia memang sangat kehausan


" aku bangun kesiangan " jawab marisa, atas pertanyaan sahabat nya tadi, sambil tersenyum malu atas kelalaian nya yang hampir mengakibat kan nya telat masuk bekerja

__ADS_1


ayu pun ikut tersenyum mendengar nya. Tadi dia sempat sangat khawatir karena marisa tak kunjung datang, membuat fikiran aneh nya pun bermunculan di tambah mariss tak mengankat telpon nya saat dia hubungi


" tapi kenapa kamu nggak ngangkat telpon dari aku?, buat aku khawatir aja " ucap ayu


" ya maaf. Aku nggak sempet liat handpone aku " sahut marisa. Lalu kemudian dia terlihat seperti mencari sesuatu, membuat ayu menatap marisa dengan heran


PLAKKK... Marisa menampar jidat nya sendiri, karena ternyata dia lupa membawa hndpone nya karena tadi sangat terburu-buru. " aku lupa bawa handpone " ucap marisa kepada ayu


ayu pun hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabat nya itu yang selalu saja ada tingkah konyol nya. Sehingga tanpa mereka sadari kalau ada seseorang yang masuk ke dalam cafe


" saya tidak menggajih kalian untuk mengobrol di sini!! " ucap seorang perempuan paruh baya bertubuh gendut itu


tentu saja marisa dan ayu begitu terkejut melihat ke datangan bu bos begitu lah mereka memanggil nya, tiba-tiba saja berada di depan mereka yang entah kapan datang nya


" ya sudah. Sekarang sudah waktu nya buka " ucap bu bos. Lalu kemudia dia pun masuk ke dalam ruangan nya


terdengar marisa dan ayu menghembus kan nafas mereka panjang, karena lega akhir nya bu bos pergi dari hadapan mereka. Tanpa berani mengeluar kan sepatah kata pun marisa dan ayu hanya bisa saling bersitatap, lalu mengerja kan pekerjaan mereka masing-masing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di sebuah rumah yang sangat mewah, terlihat seorang perempuan paruh baya tengah berkutat dengan peralatan dapur, tangan nya terlihat sangat terampil, menunjuk kan kalau dia sudah sangat berpengalaman dengan urusan dapur

__ADS_1


" bi sarah apa sarapan nya sudah siap? " tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja datang. Walau pun usia nya sudah tak lagi muda, namun perawakan nya terlihat sangat awet muda, karena terawat dengan sangat baik


" iya nyonya " jawab bi sarah, sambil meletak kan makanan yang sudah dia masak ke atas meja makan


" bi sarah pasti belum sarapan juga kan, kalau begitu kita sarapan bareng ya " ucap emmaline, mengajak bi sarah untuk sarapan bersama. Karena sekarang suami nya sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis nya, yang membuat nya hanya sarapan seorang diri, dari pada dia bosan ia pun mengajak bi sarah


" ahhh... Tidak perlu nyonya, saya bisa sarapan di belakang nanti " jawab bi sarah, menolak secara halus ajak kan majikan nya itu. Karena dia merasa diri nya tidak lah pantas untuk makan bersama majikan nya


mendengar jawaban dari bi sarah. Emma mengerucut kan bibir nya sambil menggeleng kan kepala nya, yang menanda kan kalau diri nya tidak menerima penolakan dengan alasan apa pun


bi sarah pun mengerti dari maksud tindakan majikan nya itu. Ia pun kemudia menduduk kan tubuh nya di salah satu kursi pada meja makan mewah itu, dan sarapan mereka pun di mulai. Mereka pun menyantap sarapan mereka sambil mengobrol, sangat terlihat ke dekatan terjalin begitu dekat di antara mereka seakan mereka seperti sahabat karib, dan sama sekali tidak terlihat kalau sebenar nya mereka adalah majikan dan pelayan


di tengah-tengah obrolan mereka sambil menyantap sarapan tiba-tiba saja ponsel emma berbunyi, pertanda kalau ada seseorang yang menghubungi nya


emma pun kemudian meraih ponsel yang ia letak kan di samping piring nya, pada saat ia melihat nama orang yang menghubungi nya, tertulis lah nama " anak ku tersayang " di layar ponsel nya


sebuah senyuman pun tergambar di wajah cantik nya. Kemudian dia pun menerima panggilan itu


" halo mah " ucap seorang laki-laki dari seberang sana


" iya halo juga sayang " jawab emma, dengan sangat antusias

__ADS_1


" bagaimana kabar kamu sayang " sambung emma, menanyakan kabar putra semata wayang nya itu


" aku baik mah. Kalau mamah sama papah bagaimana " jawab orang dari seberang sana...


__ADS_2