TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 6


__ADS_3

Setelah itu mereka pun berjalan masuk ke dalam bioskop, namun kali ini mereka berjalan dengan sangat hati-hati karena tidak ingin kejadian seperti tadi terulang kembali


...****************...


Dan benar saja setelah mereka masuk ke dalam bioskop film nya sudah di mulai bahkan sudah terlewat setengah dari film nya. Dengan segera marisa dan ayu menuju tempat duduk mereka dan mulai menonton film nya


setelah kurang lebih satu jam film nya pun selesai, satu persatu orang-orang mulai berjalan keluar dari bioskop, begitu juga dengan ayu dan marisa


karena malam masih belum terlalu larut mereka pun masih punya waktu untuk bersantai, dan memutus kan untuk pergi ke sebuah cafe.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tiga hari berlalu. Terlihat erlan tengah membaca sebuah buku sambil duduk di balkon kamar nya menikmati sepoy-sepoy angin malam


tiba-tiba konsetrasi membaca nya terganggu oleh suara ketukan pintu kamar nya, ia pun bangkit dari duduk nya lalu berjalan untuk membuka kan pintu. Setelah dia membuka pintu berdiri lah bi sarah di situ


" ada apa bi? " tanya nya


" nak erlan di panggil sama tuan keruang kerja " jawab bi sarah, memberitahu kan maksud kedatangan nya


setelah sudah selesai dengan tugas yang di berikan oleh majikan nya bi sarah pun kembali untuk melanjut kan pekerjaan nya


setelah kepergian bi sarah, erlan tak langsung beranjak untuk menemui papah nya di ruang kerja, melainkan ia malah nampak mematung di depan pintu kamar nya


ia menebak-nebak mengapa papah nya memanggil nya ke ruang kerja, padahal setelah kejadian malam tiga hari yang lalu, hubungan di antara mereka sempat menegang bahkan saat ia menyapa sang papah, papah nya malah tak mengubris nya dan tetap bersikap dingin di depan nya

__ADS_1


dan setelah tiga hari tanpa bertegur sapa, tiba-tiba papah nya memanggil nya untuk bertemu di ruang kerja


setelah membuang pikiran-pikiran aneh nya erlan pun mulai berjalan menuju ruang kerja sang papah karena tidak ingin membuat papah nya menunggu lama


TOK..TOK... Suara erlan mengetuk pintu ruang kerja sang papah. " Masuk " ucap bagas dari dalam


setelah mendapat kan izin elan pun dengan perlahan membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan itu


" kata bi sarah, papah panggil aku ya? " tanya erlan, kepada sang papah yang posisi nya membelakangi nya


bagas pun memutar tubuh nya agar berhadapan dengan sang putra " iya benar " jawab nya, membetul kan kalau dia memang memanggil putra nya itu untuk menemui nya


" ada apa papah memanggil aku kesini? " tanya erlan kembali


bagas tidak langsung menjawab pertanyaan dari putra nya, ia menyuruh putra nya itu untuk terlebih dahulu duduk agar mereka bisa mengobrol dengan nyaman


tentu saja saat erlan mendengar itu ia terkejut bukan main bahkan mata nya pun membulat sempurna sakin kaget nya. Sebenar nya dia sudah tau kalau pasti suatu hari nanti dia akan menggantikan posisi papah nya sebagai direktur di perusahaan keluarga mereka, maka karena itu lah selama ini dia dididik dengan ketat oleh orang tua nya demi mempersiap kan diri nya kelak untuk memimpin perusahaan


namun dia tidak pernah menyangka kalau hari itu datang sangat cepat bahkan dia belum genap satu bulan lulus dari kuliah nya, dan belum mempunyai pengalaman sedikit pun, atas dasar apa papah nya itu mempercayai diri nya untuk memimpin perusahaan


" tapi pah aku belum punya sedikit pun pengalaman, ini terlalu mendadak aku belum memiliki persiapan apa-apa " ucap erlan


" memang nya kamu perlu persiapan apa lagi, bukan kah dari dulu kamu sudah papah persiap kan dengan cara mendidik kamu dengan ketat. Sekarang sudah waktu nya kamu menunjuk kan apa yang sudah kamu pelajari selama ini " jawab bagas


erlan pun hanya bisa terdiam, karena dia tahu mau dengan cara apa pun dia menolak, tetap tidak akan merubah keputusan yang sudah papah nya itu buat

__ADS_1


toh mau cepat atau lambat hari seperti ini juga pasti akan datang dimana dia akan memimpin perusahaan besar milik keluarga nya yang di dirikan oleh mendiang kakek nya. Begitu lah dia meyakin kan diri nya untuk menerima keputusan sang papah


" kamu tenang saja, papah tidak akan membiarkan kamu sendirian untuk memimpin perusahaan. Papah akan selalu berada di belakang kamu, dan selalu siap kapan pun kamu membutuh kan bantuan papah " ucap bagas


erlan pun menatap papah nya sambil mengangguk pelan. Ia bisa sedikit lebih tenang setelah mendengar papah nya berkata demikian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


satu minggu kemudian. marisa dan ayu nampak menikmati makan siang mereka dengan lahap


" ca...ca " panggil ayu dengan mulut penuh makanan


" eemmm... " jawab marisa dengan mulut yang juga di penuhi oleh makanan


" coba liat deh, itu kan cowo yang marahin kita satu minggu yang lalu waktu di bioskop " ucap ayu sambil menunjuk kan tangan nya kearah televisi yang di sediakan di cafe tempat mereka bekerja


marisa pun mengarah kan pandangan nya ketempat di mana ayu mengarah kan tangan nya. Dan benar seperti yang di katakan oleh ayu, kalau laki-laki yang di tayang kan di televisi itu adalah, laki-laki yang memarahi mereka waktu itu, karena ia tidak sengaja menabrak pacar dari laki-laki itu


ayu dan marisa pun nampak serius menonton berita yang memberitakan tentang laki-laki yang sampai sekarang mereka belum mengetahui nama nya, namun karena kejadian waktu itu membuat sosok laki-laki itu sangat membekas di ingatan mereka


' pemirsa perusahaan PT. Rajawali energy baru saja mengumum kan direktur baru mereka, yang merupakan anak dari direktur sebelum nya yaitu pak arselino bagas mahendra, yang memutuskan untuk turun dari kursi kekuasaan nya dan di gantikan oleh putra nya yang bernama marcelino erlan mahendra atau biasa di sapa erlan


namun yang paling mencuri perhatian terutama para kaum hawa ia lah, wajah rupawan yang di miliki oleh direktur muda itu '


" perusahaan PT. rajawali energy itu kan punya majikan ibu kamu ca... Berarti laki-laki itu anak nya dari majikan ibu kamu dong " ucap ayu, yang sangat terkejut setelah menemukan fakta yang sangat tidak terduga itu

__ADS_1


Ayu pun melirik kearah marisa yang dari tadi tidak merespon nya, dan ternyata sahabat nya itu tengah melamun, pantas saja dia sama sekali tidak menanggapi perkataan nya, karena tengah sibuk dengan pemikiran nya sendiri


__ADS_2