TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 9


__ADS_3

" sebelum nya saya minta maaf nyonya tuan karena sudah lancang. Tadi saya menyuruh bi sarah untuk istirahat karena beliau bilang beliau sakit kepala " jawab wati, sambil menunduk kan kepala nya


...***************...


emma nampak terkejut setelah mendengar kabar tentang sarah. " terus bagaimana kondisi nya sekarang " tanya emma, dengan raut wajah khawatir nya


wati pun menggelengkan kepala nya " saya tidak tau nyonya " jawab nya, karena memang dia belum mengecek bagaimana kondisi sarah sekarang karena semenjak tadi dia sibuk dengan pekerjaan nya


" kalau begitu sekarang kamu pergi lihat bagaimana kondisi bi sarah sekarang " ucap emma


wati mengangguk kan kepala nya, kemudian dia pun meninggal kan ruang makan dan berjalan menuju kamar sarah untuk melihat kondisi sarah sekarang seperti yang di perintahkan oleh majikan nya


setelah sampai di depan kamar sarah, wati pun mengetuk pintu. Setelah lima menit wati terus mengetuk pintu kamar sarah sambil memanggil-manggil nama nya, namun tak kunjung juga mendapat kan jawaban


" apa bi sarah sedang tidur ya " gumam wati, berusaha untuk tetap berpikiran positif


karena tak juga mendapat kan jawaban, wati pun membuka pintu kamar sarah yang ternyata tidak dia kunci. Dan alangkah terkejut nya ia saat melihat tubuh sarah tergeletak di lantai di samping tempat tidur nya


ia pun segera menghampiri sarah " bi sarah... Bi bangun bi... " ucap wati, memanggil-manggil sarah sambil menggoyang-goyang tubuh sarah berharap mendapat kan respon


walau dengan cara apa pun sarah tetap tidak merespon nya. Dengan perasaan khawatir sekaligus takut wati berlari menuju ruang makan untuk memberitahukan kepada majikan nya, kalau sarah pingsan


" nyonya... Tuan... " ucap wati. Dengan nafas yang menggebu-gebu


tentu saja emma dan bagas sangat terkejut melihat kedatangan wati di tambah raut wajah nya yang terlihat ketakutan

__ADS_1


" ada apa? " tanya emma


" Bi... Bi sarah, pingsan nyonya " jawab wati dengan terbata-bata


saat mendengar itu emma tidak dapat menyembunyi kan keterkejutan nya, ia langsung bangkit dari duduk nya lalu berlari meninggal kan manakan nya yang masih belum habis, ia berlari menuju kamar sarah


" erlan. Kamu siap kan mobil untuk membawa sarah kerumah sakit " ucap bagas, setelah itu is pun menyusul sang istri


setelah mendapat kan perintah dari sang papah, erlan pun pergi kebagasi untuk menyiapkan mobil untuk membawa sarah kerumah sakit


setelah sampai di kamar sarah, emma langsung meminta bantuan suami nya untuk mengangkat tubuh sarah untuk membawa nya masuk kedalam mobil. Dan setelah itu bagas pun meminta putra nya untuk menemani istri nya yautu emma untuk membawa sarah kerumah sakit, dan dia akan mengurus masalah pekerjaan menggantikan putra nya sementara


setelah di perjalanan kurang lebih dua puluh menit kini mobil yang di kendarai oleh erlan sudah sampai di depan sebuah rumah sakit, dan mereka pun segera membawa sarah keruang UGD


Sudah lebih satu jam mereka menunggu sarah di tangani oleh dokter, namun tak kunjung juga mereka di panggil. Membuat perasaan emma semakin tidak enak


sebenar nya dia sudah sangat ingin bertanya di mana anak perempuan yang dulu nya sangat menempel pada nya yaitu marisa anak dari bi sarah, karena setelah hari di mana dia kembali pulang, dia tidak pernah lagi melihat marisa di rumah nya. Namun untuk bertanya dia merasa enggan


emma terlihat mengerut kan alis nya, ia baru ingat kalau sarah memiliki satu orang anak yang bernama marisa yang dulu sempat ikut tinggal di rumah nya. Namun saat mariss berusia empat belas tahun dia memutus kan untuk pindah dan tinggal di rumah mereka


dan semenjak itu lah ia tidak pernah lagi melihat marisa, pasti sekarang dia sudah menjadi wanita dewasa pikir emma


" tapi mamah takut marisa akan marah " ucap emma, wajah nya pun terlihat sendu


" apa yang mama takutin " jawab erlan

__ADS_1


" ya mamah takut, bi sarah kan jatuh sakit saat bekerja di rumah kita, yang arti nya keselamatan nya adalah tanggung jawab kita "


" mamah kan sudah bertanggung jawab, bukti nya setelah tau bi sarah pingsan, mamah langsung sigap mengantar bi sarah kerumah sakit " ucap erlan, sambil mengelus punggung sang mamah berusaha untuk menenang kan kekhawatiran mamah nya yang terlalu berlebihan


emma pun menatap netra putra nya dengan lekat. Ia harus tetap memberitahu marisa tentang kondisi ibu nya sekarang, seperti apa pun konsekuensi nya nanti maka dia siap untuk menghadapi nya


namun tiba-tiba wajah emma terlihat cemberut seperti orang yang kecewa terhadap sesuatu. " tapi mamah nggak punya nomer nya marisa, dan mamah juga nggak tau di mana alamat rumah nya " ucap emma


mendengar itu erlan pun terlihat kecewa, namun dia terus memutar otak nya untuk mencari cara bagaimana mereka bisa memberitahu kepada marisa tentang kondisi ibu nya sekarang


setelah beberapa saat erlan tersenyum, lalu kembali menatap mamah nya. " ehmm... Gini aja mamah suruh siapa kek orang di rumah untuk cari handpone nya bi sarah, di handpone nya bi sarah pasti ada nomer nya marisa " ucap nya, mengutrakan ide yang muncul di kepala nya


mendengar itu emma pun mengangguk kan kepala nya. Setelah itu dia langsung menghubungi wati untuk mencari handpone milik sarah lalu menyuruh nya untuk mencari nomer marisa


setelah menunggu kurang dari delapan menit, wati pun mengirimkan nomer marisa yang dia temukan di kontak sarah. Setelah mendapat kan nomer yang ia ingin kan emma pun tersenyum sumringah


tanpa membuang-buang waktu dia langsung menghubungi nomer marisa, dan pada panggilan pertama tak di jawab oleh marisa, namun emma tetap tidak ingin menyerah ia kembali menghubungi marisa hingga yang ketiga kali nya, namun tak juga mendapatkan jawaban


" nggak di angkat juga mah " tanya erlan, yang melihat mamah nya terus saja menghembus kan nafas nya panjang


emma mengangguk kan kepala nya dengan raut wajah kecewa nya


" ya udah kita hubungin nya nanti lagi aja, mungkin sekarang dia lagi sibuk " ucap erlan, kembali mengelus punggung mamah nya untuk memberi kan ketenangan


Tak lama setelah itu mereka di panggil dan di suruh masuk kedalam ruangan dokter yang tadi menangani sarah. Dan mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan itu karen memang mereka sudah ssngat penasaran, dengan apa yang sebenar nya telah menimpa sarah

__ADS_1


" silahkan masuk " ucap seorang dokter perempun bernama putri, mempersilah kan tamu nya untuk masuk keruangan nya


__ADS_2