TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 3


__ADS_3

Dia bukan nya tidak senang putra nya itu datang...


...****************...


sekarang, malahan dia sangat senang karena datang lebih cepat. Hanya saja karena putra nya itu berbohong yang mengatakan kalau dia baru pulang besok, membuat emma belum menyiapkan apa-apa untuk menyambut ke datangan putra nya itu. Padahal dia sudah membuat banyak rencana untuk besok, namun ternyata semua nya hanya sia-sia


" ya maaf, nama nya juga kejutan, kalau nggak bohong nggak jadi kejutan nama nya " jawab erlan


emma pun hanya bisa menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum, niat hati ingin memberikan kejutan untuk putra nya, namun makah diri nya yang di berikan kejutan


setelah itu emma dan erlan pun melanjut kan obrolan mereka sampai larut malam, seakan semalaman pun tidak cukup rasa nya bagi mereka untuk meluap kan rasa kerinduan yang selama ini mereka rasakan


setelah jam menunjuk kan pukul 1 dini hari. Emma pun menyuruh putra nya untuk segera beristirahat, karena putra nya itu pasti lah kelelahan setelah melalui perjalanan yang cukup panjang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ke esok kan hari nya tepat nya di jam enam sore. Marisa sudah bersiap-siap untuk pulang karena cafe tempat nya bekerja sudah waktu nya tutup


" ca. Malam ini kan malam minggu, bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan, hitung-hitung buang penat setelah sepekan kita kerja " ucap ayu, mengajak sahabat nya itu untuk jalan-jalan


marisa nampak terlihat berpikir, beberapa saat kemudian dia pun mengarah kan netra nya pada ayu yang berdiri di samping nya. " aku minta izin dulu sama ibu. Nanti aku akan kabarin kamu " ucap nya


setelah mengatakan itu marisa pun melangkah kan kaki nya keluar dari cafe, dan mulai berjalan pulang menuju kediaman nya

__ADS_1


setelah sampai di rumah nya marisa segera membersih kan tubuh nya yang terasa lengket karena keringat. Setelah selesai dia pun keluar dari kamar mandi dan melempar kan tubuh nya ke atas kasur usang milik nya


" aku telpon ibu sekarang aja kali ya. Semoga aja ibu nggak lagi sibuk " gumam marisa, lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi ibu nya


marisa tinggal tinggal bersama dengan ibu nya karena ibu nya bekerja sebagai asisten rumah tangga yang mengharus kan nya menginap di tempat kerja nya itu. Jadi marisa hanya tinggal sendiri di rumah peninggalan mendiang ayah nya itu


setelah menunggu beberapa saat sarah yaitu ibu kandung marisa pun menerima panggilan dari putri nya itu. " halo ica... " ucap bu sarah menyapa putri nya


" iya halo juga bu. Apa ica ganggu kerja ibu? " ucap marisa


" nggak ganggu sama sekali kok ca, sekarang ibu lagi istirahat di kamar " jawab bu sarah


mendengar itu marisa pun merasa lega. Ia lalu meminta izin kepada ibu nya kalau dia mau keluar jalan-jalan bersama dengan ayu


walau hanya tinggal sendiri dan jauh dari pengawasan ibu nya, namun marisa selalu meminta izin kepada ibu nya apa bila dia ingin pergi. Karena kalau dia pergi ke suatu tempat tanpa sepengetahuan ibu nya, maka entah mengapa dia tidak akan merasa tenang


ia berkata demikian karena takut seandai nya nanti putri nya itu ingin pergi, dan pada saat ingin meminta izin kepada nya ia tengah sibuk, maka putri nya itu pun tidak akan pergi. Walau pun sebenar nya itu sudah sering terjadi, jadi bu sarah tidak ingin kejadian seperti itu terjadi kembali


" iya bu. Aku akan selalu ingat pesan ibu " jawab marisa. Setelah itu marisa pun memutus kan sambungan telpon nya dengan sang ibu. Ia lalu kemudian mengirim pesan kepada ayu, kalau dia sudah mendapat kan izin dari ibu nya untuk pergi jalan-jalan


tak menunggu waktu lama ayu langsung membalas pesan dari marisa, yang menanda kan kalau dia sudah menunggu-nunggu pesan dari marisa. Ia mengatakan kalau diri nya akan datang menjemput marisa tiga puluh menit dari sekarang, dan menyuruh sahabat nya itu untuk segera bersiap-siap


marisa pun segera bersiap seperti yang di perintah kan oleh ayu. Dan setelah selesai dia pun duduk di ruang tamu rumah nya untuk menunggu ayu datang menjemput nya

__ADS_1


tepat setelah tiga puluh menit setelah ayu mengirim pesan nya itu, terdengar lah suara ketukan pintu dari luar. Sudah dapat marisa dekat siapa yang mengetuk pintu rumah nya itu, ia pun segera bergegas untuk membuka kan pintu


dan ya setelah dia membuka kan pintu berdiri lah ayu di depan nya. Dengan menggunakan baju dan celana yang warna nya sangat bertabrak kan. Namun begitu lah selera berpakaian nya, jadi marisa sudah tidak lagi heran. Ayu menamai diri nya sebagai cewe kue, begitu lah dia mendeskripsi kan tentang diri nya


" kamu sudah siap kan? " tanya ayu, sambil melepas kan kaca mata hitam nya


" iya " jawab marisa, lalu kemudian dia mengunci pintu rumah nya


ayu kemudian menyerah kan sebuah helm untuk marisa pakai, karena malam ini mereka akan jalan-jalan mengguna kan motor kesayangan ayu


setelah selesai mengunci pintu rumah nya, marisa pun menerima helm dari ayu lalu langsung dia pakai kan di kepala nya. Dan tanpa membuang-buang waktu lagi mereka pun langsung berangkat


sepanjang perjalanan marisa dan ayu terus mengobrol sambil merencana kan kemana mereka akan pergi malam ini


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" mau kemana sayang " tanya emma saat melihat erlan keluar dari kamar nya dengan sangat rapi seperti ingin pergi keluar


" mau jalan-jalan sebentar mah " sahut erlan. Ia kemudian menduduk kan tubuh nya di samping sang mamah yang tengah bersantai di ruang keluarga


di situ juga ada bagas yang tengah fokus dengan berkas-berkas pekerjaan yang ada di tangan nya. Ia baru saja kembali dari luar kota tadi siang


" mau jalan-jalan sama siapa? " tanya bagas, namun mata nya masih tetap fokus pada berkas-berkas pekerjaan nya

__ADS_1


erlan menelan saliva nya saat mendapat kan pertanyaan itu dari sang papah. Sebenar nya itu bukan lah pertanyaan yang susah, namun bagi erlan pertanyaan itu merupakan ujian hidup atau mati bagi nya


bagas nampak melirik ke arah putra nya yang nampak tercekat oleh pertanyaan sederhana nya...


__ADS_2