TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 8


__ADS_3

" aku tanya kamu siapa, kenapa bisa kesini " tanya anak laki-laki itu kembali


...****************...


marisa terlihat begitu senang saat melihat anak laki-laki itu, karena akhir nya ia memiliki teman begitu lah pikir nya, setelah satu minggu tinggal di rumah itu tanpa mengenal siapa pun


marisa kemudian berjalan mendekati anak laki-laki itu, lalu mengulurkan tangan nya. " perkenal kan nama aku marisa panggil aja ica. Kalau nama kakak siapa? " tanya marisa sambil tersenyum lebar menampil kan gigi kelinci nya


anak laki-laki yang tengah duduk di kursi itu nampak enggan menerima uluran tangan dari marisa, ia malah menatap marisa dengan lekat. Membuat marisa merasa tidak nyaman


marisa pun menarik tangan nya kembali karena tak kunjung mendapat kan balasan, lalu menunduk kan kepala nya sambil menahan bulir-bulir bening nya yang siap mengalir


" nama aku erlan " ucap anak laki-laki itu


mendengar itu marisa langsung mengangkat kepala nya kembali raut wajah sedih nya tadi seketika berubah. Tanpa erlan sadari sebuah senyuman tercipta di sudut bibir nya, saat melihat perubahan ekspresi marisa yang berubah-uba setiap detik nya


tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, marisa naik ke kursi itu lalu duduk di samping erlan, dan untung lah erlan tidak terlalu mempermasalah kan itu


" kak erlan lagi ngapain " tanya marisw dengan polos


" aku lagi belajar, karena besok aku ada ujian di sekolah " jawab erlan. Setelah itu ia pun kembali membaca buku yang dia pegang


Hah...hah...hah... Nafas marisa terdengar berhembus begitu cepat, lalu dia melihat sekeliling nya yang terasa sangat familiar


karena sekarang dia tengah berada di kamar nya dan berbaring di kasur nya. Setelah mengatur pernafasan nya kembali marisa pun duduk dan menyender kan kepala nya di senderan tempat tidur

__ADS_1


" ini pasti gara-gara berita tadi siang yang memberita kan tentang erlan. Sampai-sampai kebawa mimpi " gumam marisa, sambil menyeka keringat nya


sebenar nya dia sudah melupakan semua nya tentang erlan yang merupakan teman masa kecil nya, di mana pada saat itu sehari pun tidak pernah terlewat kan tanpa bermain bersama erlan, bahkan dia sering tidur bersama di kamar erlan yang merupakan kamar terbesar yang pernah dia lihat


namun semenjak erlan tinggal di asrama sekolah nya, ia pun menjadi sangat kesepian. Setiap hari minggu marisa selalu menunggu kedatangan erlan karena erlan pernah berjanji kepada nya kalau setiap hari minggu dia akan pulang kerumah untuk bermain bersama nya


namun pada kenyataan nya setiap minggu dia selalu kecewa, karena erlan tak pernah datang menemui nya lagi. Dan semenjak itu lah marisa tak ingin lagi berharap kalau erlan akan menemui nya, dan perlahan mulai melupa kan erlan dan mulai berteman dengan teman-teman di sekolah nya


dan setelah dia benar-benar sudah melupakan erlan, tib-tiba saja dia memimpikan kejadian di mana pertemuan pertema nya dengan erlan. Membuat satu-persatu kenangan itu muncul kembali di kepala nya


" Marisa sadar... Itu semua hanya kenangan waktu kalian kecil dan sekarang semua sudah berubah, dia tidak mungkin mengingat kamu lagi " Ucap marisa meyakin kan diri nya


setelah menenangkan pikiran nya marisa pun kembali merebah kan tubuh nya dan memejamkan mata nya, karena dia harus kembali tidur kalau tidak ingin bangun kesiangan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


namun sekarang dia masih menyender kan kepala nya di senderan tempat tidur karena kepala nya yang terasa sangat sakit. Ia sudah meminum obat nya namun sakit nya tak kunjung berhenti sangat berbeda dari biasa nya, di mana setelah dia meminum obat maka sakit nya pun akan berhenti


karena waktu yang terus berjalan sarah pun memaksa kan diri nya untuk bangkit lalu berjalan ke dapur untuk memulai memasak karena memasak makanan untuk majikan nya adalah tanggung jawab nya yang tidak bisa dia tinggal kan. Walau pun sekarang dia tengah merasakan sakit kepala yang teramat sakit


" Bi sarah kok kelihatan pucat sekali? " tanya wati yang tak sengaja melewati dapur saat ingin memulai pekerjaan nya, namun dia di buat salfok saat melihat sarah yang begitu pucat


" kepala aku sakit banget, sejak bangun tidur tadi " jawab sarah sambil memegangi kepala nya


mendengar itu tentu saja wati menjadi sangat khawatir dengan senior nya itu, ia kemudian memapah tubuh sarah untuk duduk di kursi

__ADS_1


" kalau bi sarah lagi sakit, nggak usah di paksain kerja " ucap wati


sarah hanya bisa memejamkan mata nya sambil memijat-mijat kepala nya yang rasa sakit nya sudah tak tertahan kan lagi. Melihat sarah kesakitan membuat wati menjadi semakin tidak tega apa lagi sampai membiarkan sarah memaksa kan diri nya untuk melakukan pekerjaan nya


" Bi sarah sebaik nya istirahat saja dulu, biar saya yang mengganti kan bi sarah buat masak ya " ucap wati


sarah tak langsung mengiyakan, dan dia terlihat masih saja berpikir karena dia takut majikan nya akan marah kalau dia tidak melakukan pekerjaan nya dengan benar


" bi sarah tenang saja. Nyonya dan tuan tidak akan marah kalau bi sarah istirahat, malahan mereka akan marah kalau bi sarah memaksa kan diri untuk bekerja sedangkan bi sarah sekarang sedang sakit " ucap wati, ia dapat menebak apa yang membuat sarah ragu


sarah pun terlihat mengangguk kan kepala nya. Setelah itu wati membantu sarah untuk kembali ke kamar nya untuk beristirahat. Kemudian dia pun kembali ke dapur untuk mulai memasak mengganti kan sarah


Setelah kurang lebih satu setengah jam, wati telah menyelesai kan masakan nya lalu menata makanan yang sudah dia masak keatas meja makan


tidak lama setelah itu emma bersama dengan sang suami datang sambil bergandengan tangan. Dan wati pun dengan sigap melayani majikan nya, tidak lama setelah itu erlan pun juga datang


" selamat pagi sayang " Ucap emma


" selamat oagi juga mah pah " jawab erlan, setelah itu dia pun duduk di kursi yang biasa ia tempati


setelah semua nya sudah lengkap mereka pun memulai sarapan mereka. Ditengah-tengah menyantap sarapan nya entah mengapa emma seperti merasa kurang namun dia tidak tahu apa kah itu


dan setelah dia ingat-ingat, sarah tidak ada di situ karena biasa nya dia lah yang menyiap kan dan melayani mereka makan, namun sekarang wati yang melayani mereka


" wati. Sarah di mana? " tanya emma

__ADS_1


" sebelum nya saya minta maaf nyonya tuan karena sudah lancang. Tadi saya menyuruh bi sarah untuk istirahat karena beliau bilang beliau sakit kepala " jawab wati, sambil menunduk kan kepala nya


__ADS_2