
Ayu pun melirik kearah marisa yang dari tadi tidak merespon nya, dan ternyata sahabat nya itu tengah melamun, pantas saja dia sama sekali tidak menanggapi perkataan nya, karena tengah sibuk dengan pemikiran nya sendiri
...****************...
" Ca... " panggil ayu sambil menggoyang-goyang kan badan marisa agar tersadar dari lamunan nya
" Aahhh iya.. Ada apa yu " ucap marisa setelah kembali tersadar
" kamu lagi mikirin apa sih? Sampe nggak dengerin aku ngomong " ucap ayu sambil menekuk wajah nya
marisa pun tersenyum melihat nya, lalu membuat posisi duduk nya agar berhadapan dengan ayu sambil menatap ke dua netra ayu, marisa pun berkata " maaf ya tadi aku melamun. Memang nya kamu tadi kamu ngomong apa? " ucap nya
ayu pun juga ikut membenar kan posisi duduk nya agar posisi mereka benar-benar berhadapan, karena ia ingin membicarakan suatu hal yang penting
" seingat aku waktu itu kamu pernah bilang, kalau PT. Rajawali perkasa itu perusahaan milik keluarga majikan ibu kamu kan? " tanya ayu
marisa pun mengangguk kan kepala nya dengan pelan. Ia memang pernah memberitahu ayu di mana dan siapa majikan ibu nya
" itu arti nya... Cowo yang marahin kita waktu di bioskop malam itu, adalah anak nya dari majikan ibu kamu " ucap ayu kembali
mendengar itu marisa membulat kan kedua bola mata nya dengan sempurna, ia baru sadar akan hal itu setelah ayu memberitahu nya. Pantas saja saat tadi dia menonton berita itu, dia seperti merasa kan sesuatu yang aneh
__ADS_1
" kamu kan dulu pernah ikut ibu kamu tinggal di rumah majikan ibu kamu itu, berarti kamu kenal dong sama cowo itu? Tapi kenapa waktu di bioskop kalian seperti orang yang nggak saling kenal " tanya ayu
dulu marisa pernah bercerita kepada nya, kalau dulu dia pernah ikut ibu nya tinggal di kediaman tempat ibu nya bekerja itu dari usia nya empat tahun. Jadi otomatis dia berpikir marisa pasti lah mengenal siapa saja anggota keluarga majikan ibu nya termasuk laki-laki yang baru ia ketahui bernama erlan
tapi mengapa saat mereka bertemu di bioskop, mereka terlihat seperti orang yang tidak pernah kenal. Itu lah yang membuat ayu menjadi sangat penasaran sekarang
marisa terlihat terdaim sejenak sebelum ia menjawab pertanyaan dari ayu. Ia pun nampak mencoba mengingat-ingat kembali memori nya dulu
" Iya dulu aku memang sempat kenalan sama dia bahkan kita jadi teman. Tapi saat dia masuk sekolah SMP di sangat jarang pulang kerumah karena harus tinggal di asrama sekolah. Tidak lama setelah itu juga aku memutuskan untuk pindah dan tinggal di kediaman peninggalan mendiang ayah aku
dan semenjak itu kita udah nggak pernah ketemu lagi. Jadi wajar sih kalau dia udah lupa sama aku " jawab marisa
ayu pun mengangguk kan kepala nya. Ia masih tidak menyangka kalau sahabat yang duduk di hadapan nya itu, pernah tinggal satu atap dan berteman dengan erlan seorang pewaris tunggal perusahaan tersukses di indonesia yang bergerak di bidang pertambangan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lima belas tahun yang lalu di mana setelah tiga bulan kepergian mendiang suami nya, sarah pun kembali bangkit dari keterpurukan nya karena dia masih memiliki tanggung jawab untuk membesarkan putri nya yang baru berusia empat tahun
ia terpaksa harus mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan setelah melamar kesana kemari akhir nya dia di terima sebagai asisten rumah tangga di kediaman mahendra yang di kenal sebagai keluarga konglamerat
karena usia putri nya yang baru empat tahun dia pun tidak bisa kalau harus meninggal kan putri nya dan dia juga tidak mempunyai tempat untuk menitip kan putri nya pada saat dia bekerja. Tapi untung lah dia menadapat kan majikan yang sangat baik dan pengertian, mereka mengizin kan nya untuk membawa putri nya ikut tinggal bersama nya di rumah megah itu
__ADS_1
" waahhh... Bu kita akan tinggal di sini " ucap marisa yang pada saat itu berusia empat tahun
dia tidak bisa menyembunyikan kekaguman nya atas apa yang dia lihat, ia juga terlihat begitu senang karena akan tinggal di rumah besar, yang besar nya bahkan sepuluh kali lipat dari rumah nya
sarah tersenyum lalu ia berjongkok mensejajar kan tubuh nya dengan sang putri " iya mulai sekarang kita akan tinggal di sini. Tapi kamu harus ingat pesan ibu, kamu nggak boleh nakal apa lagi sampai membuat keributan, karena ibu cuman kerja di sini. Kamu ngerti kan ca.."
marisa mengangguk kan kepala nya dengan mata nya yang terus melihat sekeliling rumah megah yang ada di depan nya. Setelah itu sarah pun menggendong putri nya dan masuk ke dalam rumah itu
setelah satu minggu berlalu, saat sarah bekerja dia selalu mengurung putri nya di dalam kamar bersama dengan mainan-mainan nya, ia melakukam itu karena ia tidak mau kalau putri nya itu sampai melakukan sesuatu yang membuat majikan nya nanti marah
namun yang nama nya anak-anak pasti lah dia merasa bosan kalau setiap hari selalu berada di kamar meski pun di situ ada banyak mainan. Mata polos marisa pun menatap kearah pintu, ia ingat betul bagaimana ibu nya melarang nya untuk keluar dari kamar, namun karena sangat bosan ia pun tidak ingin lagi mendengar kan larangan ibu nya
ia kemudian berjalan kearah pintu lalu membuka nya, dan ternyata pintu tidak di kunci. Marisa sangat senang seakan ia telah berhasil lolos dari penjara yang membuat nya bosan, ia pun berlari entah kemana tujuan nya karena memang dia tidak hapal dengan denah rumah tempat tinggal baru nya itu
setelah merasa kelelahan marisa pun berhenti berlari, dan ternyata sekarang dia tengah berada di sebuah taman yang di tumbuhi oleh banyak bunga berwarna-warni. Tiba-tiba saja sebuah kupu-kupu lewat di depan wajah nya, yang membuat marisa kembali berlari untuk menangkap kupu-kupu itu
" Siapa kamu? " ucap seseorang
mendengar suara itu marisa pun menghenti kan langkah nya dan kupu-kupu itu pun terbang semakin tinggi, marisa lalu melihat sekeliling nya mencoba mencari asal sumber suara itu
kemudian terlihat lah seorang anak laki-laki yang tengah duduk di kursi di bawah pohon dengan sebuah buku tebal di tangan nya
__ADS_1
" aku tanya kamu siapa, kenapa bisa kesini " tanya anak laki-laki itu kembali