
Bagas nampak melirik ke arah putra nya yang nampak tercekat oleh pertanyaan sederhana nya...
...****************...
selang beberapa detik kemudian dia pun tersenyum getir. " papah nggak nyangka kamu masih saja berhubungan dengan perempuan itu. Papah benar-benar kecewa sama kamu " ucap bagas
Mendengar itu erlan tiba-tiba saja bangkit dari duduk nya lalu menatap papah nya dengan sinis " pah, selama ini aku selalu menuruti semua kemauan papah sama mamah, mau aku suka atau tidak tapi aku tetap melakukan nya demi kalian. jadi aku mohon untuk masalah memilih pasangan, biar kan aku sendiri yang memutus kan nya " Ucap nya
Bagas terlihat menggertak kan gigi nya sambil mengepal kan tangan nya, dan wajah nya pun terlihat mulai memerah karena amarah nya yang memuncak. Setelah erlan selesai berbicara, bagas pun kemudian berdiri dan membalas tatapan sinis putra nya
" Dari awal papah memang tidak ingin ikut campur dengan urusan asmara kamu, dan akan memberikan kamu kebebasan penuh untuk memilih pasangan kamu sendiri. Tapi kalau kamu masih memilih anak dari koruptor itu, maaf papah tidak akan merestui " ucap bagas sambil menatap kedua netra putra nya dengan lekat
" Pah berhenti menyebut om ferdinan koruptor, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan begitu juga dengan om ferdinan. Tapi dari kejadian itu dia sudah banyak belajar, dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan nya kembali " ucap erlan, membela ayah dari kekasih nya itu
" dan yang harus aku tegas kan. Jasmine tidak ada hubungan nya sama sekali dengan kesalahan yang ayah nya lakukan di masa lalu, jadi tidak ada alasan bagi papah untuk membenci nya " sambung nya
mendengar itu bagas semakin naik pitam, bahkan tangan nya sudah terangkat bersiap untuk mendarat kan sebuah tamparan keras di wajah putra nya
__ADS_1
namun dengan cepat emma menahan tangan sang suami agar tidak menampar putra mereka, dan dia pun memeluk tubuh suami nya yang sudah di penuhi oleh amarah itu, lalu berbisik di telinga sang suami " sabar mas... Sabar... " bisik emma di telinga sang suami
bagas pun memejam kan kedua mata nya berusaha untuk menekan kembali amarah nya dan mengontrol emosi nya, agar tidak meledak-ledak dan membuat nya lepas kendali atas diri nya sendiri
Setelah ia berhasil mengontrol kembali diri nya, bagas pun kembali membuka mata nya dan menatap lekat putra nya yang masih berdiri di hadapan nya
" sampai kapan pun papah tidak akan pernah bisa melupakan kejadian itu. Apa kamu tau betapa besar usaha papah untuk membuat perusahaan yang di bangun oleh kakek kamu dari nol kembali stabil, dan apa kamu pikir uang perusahaan yang di ambil oleh ferdinan itu sedikit, nggak erlan uang perusahaan yang dia korupsi jumlah nya sangat fantastis, bahkan hampir membuat perusahaan bangkrut.
dan mungkin semua kemewahan dan kenyamanan yang selama ini papah berikan untuk kamu, juga akan ikutan melenyap seandai nya perusahaan bangkrut. Dan karena ulah laki-laki brengsek itu, kakek kamu sampai terkena serangan jantung dan meninggal " ucap bagas panjang kali lebar. menjabar kan satu-persatu alasan mengapa ia tidak akan pernah melupakan kejadian di waktu itu walau pun kejadian nya berlalu sudah cukup lama
" papah sakit hati erlan... Papah sudah menuruti permintaan kamu waktu itu untuk tidak memenjarakan ferdinan, dan berharap kalau papah menuruti permintaan kamu, maka kamu juga akan menuruti permintaan papah untuk tidak lagi berhubungan dengan anak dari laki-laki itu " sambung ferdinan, bola mata nya terlihat berkaca-kaca menggambar kan kalau hati nya benar-benar sakit jika membahas masalah itu
Setelah beberapa saat terdiam bagas pun pergi dari ruang keluarga dan masuk ke dalam kamar nya
" kalau kamu pergi, ingat pulang nya jangan terlalu malam " ucap emma sambil mengelus pucuk kepala putra nya, lalu beranjak untuk menyusul sang suami yang sudah lebih dulu pergi
sepeninggal kedua orang tua nya, erlan pun menjatuh kan tubuh nya ke atas sofa sambil mengelus dengan kasar wajah nya. Ia benar-benar sangat frustasi ia tidak tahu keputusan apa yang harus dia ambil
__ADS_1
ia tidak ingin membuat orang tua nya kecewa dengan diri nya karena terus mempertahan kan hubungan nya dengan jasmine, namun di satu sisi hati nya sudah begitu terikat dengan perempuan yang sudah menemani nya selama kurang lebih enam tahun, dan bukan hal yang mudah bagi nya untuk melepas kan wanita yang sangat dia cintai, bahkan dia benar-benar tidak rela untuk melakukan nya
di tengah-tengah pergulatan batin nya, terdengar suara notifikasi pesan masuk. Erlan pun mengambil ponsel yang berada di saku celana nya, ternyata itu adalah pesan yang di kirim kan oleh jasmine, kemudian erlan pun membuka nya
pesan yang di kirim oleh jasmine berisi ' sayang kira-kira kamu jemput aku jam berapa?, sekarang aku udah siap nih. Ingat kamu harus hati-hati saat bawa mobil nya '
setelah membaca pesan dari sang kekasih erlan pun kembali memasuk kan ponsel ke dalam saku nya sembil menghembus kan nafas nya panjang. Ia tahu pasti papah nya akan bertambah marah kalau tahu ia tetap pergi keluar bersama jasmine
namun kalau harus membatal kan janji nya ia tidak bisa, dia tidak mau membuat jasmine kecewa padahal dia sudah sangat menantikan malam ini. Begitu juga dengan diri nya dia juga sangat tidak sabar untuk bertemu dengan jasmine setelah empat tahun lama nya mereka tidak bertemu, dan hanya berkomunikasi lewat videocall
setelah selesai dengan pergulatan batin nya. Erlan pun bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju garasi, dan mulai melaju meninggal kan kediaman nya bersama dengan mobil kesayangan nya yang merupakan hadiah ulang tahun yang di berikan oleh papah nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kurang lebih dua puluh menit berkendara kini ayu dan marisa mulai memasuki area parkiran sebuah bioskop. Mereka memutus kan untuk menonton sebuah film yang baru-baru ini tengah viral
setelah selesai memarkirkan motor mereka pun masuk ke dalam bioskop dan langsung mengantri untuk membeli tiket
__ADS_1
" kita beli minum sama cemilan dulu yuk " ajak ayu, setelah mereka selesai membeli tiket, dan masih ada waktu sepuluh menit sebelum film nya di putar