TOLONG!!! Cintai Aku

TOLONG!!! Cintai Aku
Bab 10


__ADS_3

" silahkan masuk " ucap seorang dokter perempun bernama putri, mempersilah kan tamu nya untuk masuk keruangan nya


...****************...


setelah di persilahkan masuk, erlan dan emma pun masuk lalu duduk di kursi yang memang sudah di sedia kan


" bagaimana kondisi sarah dok? Dia baik-baik saja kan " tanya emma langsung, karena memang dia sangat khawatir dengan kondisi asisten rumah tangga nya itu


raut jawah dokter bernama putri itu pun berubah yang awal nya tersenyum ramah, kini berubah menjadi sendu. Membuat emma yang melihat itu semakin ketakutan


" pasien memiliki riwayat darah tinggi atau di sebut hipertensi. Dan oleh sebab itu pembuluh darah di otak pasien pecah dan mengakibat kan pasien mengalami stroke dan tidak bisa menggerak kan anggota badan nya untuk sementara ini " ucap dokter putri, menjelas kan secara singkat dengan apa yang tengah di derita oleh sarah


" tetapi saya dan dokter yang ada di sini akan melakukan yang terbaik, untuk membuat pasien sembuh kembali tentu nya atas izin yang maha kuasa " sambung dokter putri


mendengar penjelasan dari dokter putri, emma hanya bisa menggenggan tangan putra nya sambil menahan tangisan nya. Ia tidak menyangka orang sebaik dan setulus sarah mendapat kan ujian kehidupan yang sangat berat


di tambah lagi dia tidak dapat membayang kan betapa sedih nya marisa nanti saat mengetahui kalau ibu nya terkena stroke, pasti lah perasaan nya akan hancur karena ibu nya adalah satu-satu nya keluarga yang dia punya di dunia ini


erlan pun juga demikian hati nya ikut hancur saat mendengar penjelasan dari dokter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pada sore hari pukul 17:30. Cafe tempat marisa bekerja sudah waktu nya untuk tutup dan sudah waktu nya juga dia untuk pulang


setelah selesai memberes kan cafe dia pun kemudian bersiap untuk pulang. Setelah itu dia langsung memeriksa handpone nya, karena saat dia tengah sibuk tadi dia mendengar kalau handpone nya berdering sampai beberapa kali, namun dia tidak bisa menerima panggilan itu karena tengah sibuk bekerja


setelah memeriksa handpone nya marisa pun mengerut kan alis nya karena melihat ada belasan panggilan tak terjawab dari nomer yang tidak dia kenal

__ADS_1


" siapa ya? " gumam marisa


karena takut ada sesuatu yang penting marisa pun menghubungi kembali nomer tidak di kenal itu, sambil ia mulai berjalan untuk menuju pulang


tidak menunggu waktu lama panggilan nya langsung di terima oleh pemilik nomer itu. " halo ini siapa ya? Maaf tadi saya lagi sibuk " ucap marisa


" iya halo... Ini benar kan marisa? " tanya seorang perempuan yang suara nya entah mengapa sangat terdengar familiar di telinga marisa


" iya dengan saya sendiri. Kalau boleh tau anda siapa ya? "


" saya emmaline. Kamu masih ingat kan? "


marisa pun terlingat mengerut kan alis nya mencoba mengingat siapa orang pemilik nama emmaline itu. Setelah beberapa detik kemudian ia pun mengingat pemilik nama itu


" nyonya emma " ucap marisa, ia baru saja ingat kalau nama emmaline itu adalah nama dari majikan ibu nya


" baik tante "


" ehmmm... Kalau boleh tau ada apa tante telpon saya " tanya marisa


ia menjadi sangat penasaran mengapa majikan ibu nya itu menghubungi nya apa lagi sampai belasan kali, pasti lah ada suatu yang penting begitu lah pikir nya. Karena kalau tidak ada urusan mana mungkin majikan ibu nya itu akan menghubungi nya


setelah beberapa saat emma hanya terdiam, membuat marisa memeriksa apa kah sambungan telpon mereka masih terhubung atau sudah terputus karena dia tak kunjung mendengar kan jawaban, setelah dia periksa ternyata sambungan telpon mereka masih terhubung


" tante... Tante dengar kan? " ucap marisa, mencoba memeriksa apa kah emma masih mendengar nya


" aah... Iya tente dengar " sahut emma, terdengar dari suara nya kalau dia sangat gelisah

__ADS_1


" sebanar nya tante menghubungi kamu karena ingin kasih tau kamu tentang kondisi ibu kamu sekarang... " ucapan emma kembali terpotong, karena dia sangat tidak tega mengatakan yang sebenar nya kepada marisa


namun mengingat marisa adalah anak satu-satu nya yang di miliki oleh sarah yang otomatis dia harus mengetahui tentang kondisi ibu nya. Dan dia harus memberitahukan kepada marisa, walau pun dia sudah tau pasti marisa akan sangat sedih


" ibu kenapa tante? " tanya marisa, nada bicara nya terdengar sudah mulai sangat khawatir


" ibu kamu tadi pagi pingsan, dan sekarang berada di rumah sakit "


Deg... Seketika detak kan jantung marisa menjadi semakin cepat, badan nya pun rasa nya melemah dan hampir terjatuh. Baru tadi malam dia bertelponan dengan sang ibu dan tidak ada tanda-tanda kalau ibu nya itu tengah sakit, tapi tiba-tiba saja ibu nya masuk rumah sakit


" marisa kamu tenangin diri kamu ya sayang " ucap emma dari seberang sana, karena dia mengerti dengan diam nya marisa


" tante.. Tolong kirimkan alamat rumah sakit tempat ibu di rawat ya tente, biar saya bisa langsung kesana " ucap marisa, dengan suara yang yang terdengar bergetar


" baik. Tante akan kirimkan alamat nya sekarang " jawab emma


kemudian emma pun memutuskan sambungan telpon nya dengan marisa, lalu mengirimkan alamat rumah sakit tempat sarah di rawat agar marisa bisa segera melihat ibu nya


setelah beberapa saat menunggu marisa pun mendapatkan pesan dari emma yang mengirimkan alamat rumah sakit kepada nya. Setelah mendapatkan alamat itu marisa pun langsung menuju rumah sakit itu


ia terus berlari untuk mencapai rumah sakit yang jarak nya lumayan jauh dari posisi nya sekarang, sebenar nya dia bisa saja memesan taksi untuk mengantar nya kerumah sakit tempat ibu nya itu di rawat agar bisa lebih cepat sampai, namun karena perasaan campur aduk yang dia rasakan sekarang membuat dia tidak bisa lagi berpikir dengan logika nya


dan saat ingin menyeberang jalan marisa tidak lagi memperhatikan rambu-rambu, karena pikiran nya sekarang hanya tertuju agar dia bisa segera sampai untuk melihat kondisi ibu nya


karena tidak memperhatikan jalan marisa pun tidak sadar kalau ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang mengarah kepada nya. Pengemudi itu pun membunyikan klakson mobil nya agar marisa segera berlari menjauh


bukan nya berlari untuk menghindari mobil itu, marisa malah mati langkah saat melihat mobil itu semakin mendekat kepada nya. Dan beberapa saat kemudian...

__ADS_1


TRITTT... Suara rem terdengar sangat nyaring. Untung lah pengemudi mobil itu bisa memberhentikan mobil nya tepat waktu dan tidak jadi menabrak perempuan di depan mobil nya itu


__ADS_2