
Pria dan wanita ciptaan itu tetap bertelut hormat dengan anggun dan tidak mengenakan baju. Mereka tampak penuh rasa hormat dan keterpautan pada Yuki, seolah-olah melihatnya sebagai seorang tuhan.
Yuki, yang sedang duduk di takhta dengan sikap yang kokoh, memperhatikan kedua manusia itu. Di dalam hatinya, ia merasa terhormat oleh penghormatan mereka, meskipun sadar bahwa mereka hanyalah hasil dari eksperimennya. Namun, dengan kekuatannya sebagai pencipta, Yuki memainkan peran seorang penguasa yang berwibawa.
Dengan sedikit senyuman, Yuki menyuruh mereka berdua untuk berdiri. Suaranya terdengar tegas dan penuh kekuasaan saat ia berkata, "Berdirilah, nak."
Pria dan wanita itu mematuhi perintah Yuki dengan sigap. Mereka berdiri dengan sikap tegap dan mata yang penuh pengabdian. Meskipun tanpa kata-kata, sikap dan ekspresi mereka mengungkapkan kepatuhan dan kesetiaan yang dalam terhadap Yuki.
Yuki melihat mereka berdua dengan pandangan tajam, memperhatikan setiap detail dari wajah mereka. Ia merasa terpancar kekuatan dan potensi yang besar dari kedua manusia tersebut. Namun, dalam keheningan yang tercipta, Yuki juga merenung tentang tanggung jawabnya sebagai pencipta.
Yuki berdiri dari takhta, menghampiri kedua manusia ciptaannya dengan langkah mantap. Ia merasa tanggung jawab yang besar terhadap mereka, seolah-olah menjadi seorang ayah yang memberi nama pada anak-anaknya.
Dengan penuh kehangatan, Yuki menunjuk ke pria itu dan berkata, "Mulai sekarang, kamu akan diberi nama Cali." Nama tersebut menggambarkan kekuatan dan kharisma yang terpancar dari pria itu, mencerminkan ketampanan dan keperkasaannya.
Lalu, Yuki beralih pandangan ke wanita yang berdiri di sisinya, dan dengan penuh kelembutan, ia berkata, "Dan kamu akan diberi nama Althea." Nama tersebut mencerminkan kecantikan dan keanggunan yang terpancar dari wanita itu, seakan-akan memancarkan aura keanggunan dan daya tarik yang mempesona.
Kedua ciptaan Yuki, Cali dan Althea, mendengarkan dengan seksama dan menerima nama baru yang diberikan oleh Yuki. Mereka menyimpan nama-nama tersebut dalam hati mereka sebagai bagian dari identitas mereka yang baru.
Kali dan Althea, yang masih bertelut dengan hormat, menjawab dengan suara tegas, "Terima kasih, pencipta kami, atas nama yang sempurna yang kau berikan."
Yuki merasa puas dengan pilihan nama yang diberikan. Dalam dirinya, ada kebanggaan karena ia telah memberi identitas pada kedua ciptaannya. Namun, di balik kepuasan itu, terdapat juga pertanyaan yang berkecamuk dalam benaknya.
Yuki merasa haru dan bangga melihat Cali dan Althea menerima namanya dengan rendah hati. Ia memahami bahwa sebagai pencipta, tanggung jawabnya tidak hanya menciptakan, tetapi juga membimbing dan melindungi mereka.
"Dapatkah aku benar-benar mengendalikan takdir mereka? Dapatkah aku menjamin bahwa mereka akan tetap setia dan taat pada ku?" Yuki merenung , merasakan beban tanggung jawab yang semakin berat.
Kali dan Althea, yang masih menunggu instruksi dari Yuki, menyadari keheningan tersebut. Mereka saling bertatap, membaca ketidakpastian yang terpancar dari wajah Yuki. Namun, dengan penuh keyakinan, Althea melangkah maju dan berkata, "Tuanku, kami adalah hasil dari kekuatanmu. Kami akan setia dan taat pada mu, selamanya."
__ADS_1
Kata-kata Althea menggetarkan hati Yuki. Ia melihat keberanian dan tekad yang ada dalam diri Althea, dan di balik itu, ia melihat potensi untuk membentuk hubungan yang kuat antara mereka.
Yuki tersenyum lembut kepada mereka berdua. Ia menyadari bahwa takdir mereka berada dalam tangannya, dan ia harus menghadapi tantangan dan konsekuensi yang akan datang. Namun, dengan kepercayaan yang tumbuh di dalam dirinya, Yuki yakin bahwa perjalanan mereka bersama akan membawa mereka ke arah yang lebih baik.
Yuki yang masih terdiam dalam renungannya tiba-tiba tersadar bahwa Kali dan Althea berdua masih telanjang. Ia dengan cepat mengambil set perlengkapan dari [Void Storage]-nya, sebuah ruang penyimpanan dimensi yang tak terbatas, yang hanya bisa diakses oleh Yuki.
Dengan hati-hati, Yuki memberikan set perlengkapan kepada Kali dan Althea, berharap bisa memberi mereka kehangatan dan perlindungan dalam kehidupan yang baru. Kali dan Althea, yang menerima perlengkapan dengan rendah hati, mengucapkan terima kasih pada Yuki.
"Terima kasih, Pencipta kami, karena telah memberikan kami perlengkapan yang sempurna," kata Althea dengan rasa syukur dalam suaranya.
Yuki tersenyum dan merasa lega. Ia tahu bahwa meskipun mereka baru saja diciptakan, Kali dan Althea akan membutuhkan perlindungan dan alat yang sesuai untuk melangkah ke dunia luar yang penuh dengan tantangan dan bahaya.
"Dengan perlengkapan ini, kalian akan memiliki kekuatan untuk menghadapi segala macam situasi," ucap Yuki, suaranya penuh dengan harapan. "Kalian adalah ciptaan saya, dan saya akan melindungi kalian sebisa saya."
Kali dan Althea bertatap-tatapan, rasa terima kasih dan kepercayaan mengalir di antara mereka. Mereka mengenakan perlengkapan dengan hati-hati, merasakan kekuatan dan energi yang melingkupinya.
Cali dan Althea, dengan sikap yang penuh hormat, menunggu dengan sabar arahan dari pencipta mereka, Yuki. Mereka telah mengenakan perlengkapan baru yang baru saja diberikan oleh Yuki, menunjukkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk selanjutnya.
"Dengan perlengkapan ini, kalian memiliki kekuatan dan perlindungan yang cukup," ucap Yuki dengan keyakinan yang tak tergoyahkan. "Kalian adalah ciptaan istimewa bagi saya, dan saya mempunyai harapan besar pada kalian, anak-anakku."
Cali dan Althea, dengan rasa hormat yang mendalam, menjawab dengan suara lantang yang penuh tekad, "Kami siap menerima perintah dan melaksanakannya, Pencipta kami."
Mendengar kata-kata itu, Yuki tersenyum dengan penuh kebanggaan. Dalam kedua anak itu, Yuki melihat potensi yang tak terbatas, dan kepercayaan mereka yang teguh membangkitkan semangat dalam dirinya.
Yuki merenung dalam diam, matanya terfokus pada kedua ciptaannya yang berdiri di hadapannya. Dengan pandangan tajam, Yuki melihat level mereka yang mencapai 200. Sebuah kekuatan yang mengesankan.
Dalam hati, Yuki mempertimbangkan langkah selanjutnya. Istana ini adalah rumah mereka sekarang, dan Yuki ingin memberikan mereka kebebasan untuk menjelajahi dan mengenal dunia luar. Namun, ada suara kekhawatiran dalam dirinya. Apakah mereka akan baik-baik saja tanpa pengawas?
__ADS_1
Yuki memutuskan untuk memberikan arahan kepada Cali dan Althea. "Cari kamar di istana ini sebagai tempat kalian tinggal," ucap Yuki. "Kai, ikuti mereka dan bantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan di sini."
Kai, dengan sikap yang hormat, menjawab, "Baik, ayah. Akan ku laksanakan perintahmu."
Namun, Cali dan Althea menentang keinginan Yuki. Mereka melangkah maju dan berkata dengan tegas, "Pencipta kami, kami ingin melindungi tuan. Jangan tinggalkan kami di sisi tuan."
Mendengar kata-kata itu, Yuki merasakan sebuah kebanggaan yang membara dalam dirinya. Sebagai pencipta, ia telah menanamkan rasa setia dan pelindung dalam hati ciptaannya. Namun, dalam sekejap, Yuki mengubah sikapnya menjadi sombong. Dengan sedikit aura intimidasi yang dipancarkan, Yuki memperlihatkan kekuatan yang menakutkan.
Cali, Althea, dan Kai merasakan getaran kekuatan itu dan merasa keringat dingin menetes di kening mereka. Mereka tidak dapat bergerak dan dengan cepat bertelut hormat, menunjukkan rasa hormat dan ketakutan mereka yang mendalam.
Yuki melihat reaksi mereka dengan serius. Kemudian, dengan penuh pengertian, Yuki mengubah wajahnya yang tegas menjadi senyuman lembut. "Kalian memiliki tekad dan keinginan yang kuat untuk melindungi saya. Aku menghargainya," ucap Yuki dengan lembut.
Cali dan Althea dengan cepat meminta maaf atas perlawanan mereka terhadap Yuki. Mereka menyadari bahwa sebagai pencipta mereka, Yuki memiliki kehendak dan keputusan yang perlu dihormati.
Yuki mengangguk memahami permintaan maaf mereka dan berkata, "Baguslah jika begitu. Kalian bisa mencairkan kamar yang sesuai dengan keinginan kalian di istanaku ini, bersama dengan Kai."
Kedua ciptaan itu menjawab dengan hormat, "Baik, tuanku," sambil membungkuk sebagai tanda penghormatan.
Yuki kembali duduk di takhtanya, hatinya dipenuhi dengan tekad yang baru. Dia merasa semakin mantap dalam niatnya untuk menciptakan pasukan yang tak terkalahkan demi kekuasaan dan perlindungan kerajaannya.
Dalam keheningan istana, Yuki memusatkan pikirannya dan mengeluarkan kekuatan sihirnya, [Create]. Cahaya terang memancar dari tubuh Yuki, memenuhi ruangan dengan aura yang mempesona.
Satu per satu, pasukan mulai muncul di hadapan Yuki. Mereka memiliki postur yang gagah, mengenakan baju besi yang kokoh, dan senjata yang memancarkan kekuatan yang mematikan. Setiap anggota pasukan terlihat perkasa dan siap untuk menjalankan tugas-tugas yang akan diberikan oleh Yuki.
Yuki melihat dengan bangga hasil ciptaannya. Pasukan yang diciptakannya tampak sangat kuat dan tak terkalahkan. Mereka adalah penjaga setia kerajaan yang akan melindungi dan mempertahankan kekuasaan Yuki.
"Dengan pasukan ini, kerajaanku akan menjadi kekuatan yang tidak dapat ditandingi," gumam Yuki dengan keyakinan dalam hati. "Akan ku pastikan bahwa dunia ini akan mengetahui kekuasaan dan kehebatan kerajaanku."
__ADS_1
Yuki berdiri dari takhta dan mengamati pasukan yang tegak berbaris di hadapannya. Dia tahu bahwa langkah berikutnya adalah menguji kekuatan pasukan ini melalui perjuangan dan pertempuran yang sebenarnya.
"Dunia, bersiaplah untuk kedatangan kerajaan yang tak terkalahkan!" Yuki menyatakan dengan suara yang penuh gema.