Transmigrasi Menjadi Penyihir Legendaris

Transmigrasi Menjadi Penyihir Legendaris
Zach


__ADS_3

Dengan suara yang lembut, pria berambut hitam itu mengingatkan Althea tentang tujuan mereka dalam misi ini.


"Althea, apakah kau masih ingat apa yang ayah sampaikan untuk kita? Kita harus menjaga identitas kita dan tidak membuat kegaduhan dalam penyamaran ini. Kita sudah 3 Tahun melakukan misi ini, dan kau ingin mengacaukannya?"


Dia melanjutkan, "Ya, aku pun sebenarnya kesal mendengar manusia bodoh itu menjelekkan ayah! Tapi bisakah kau menahan emosimu? Berpikirlah lebih rasional, Althea. Apakah kau ingin ayah memarahi kita seperti dulu?"


Althea mendengarkan dengan penuh perhatian dan merenung sejenak. Perasaannya yang bergejolak mulai mereda ketika dia mengingat nasihat ayah mereka.


Misi ini adalah misi yang penting, dan mereka harus berhati-hati agar tidak terbongkar.


Althea menatap pria tampan berambut hitam itu dengan seksama, dan dalam sekilas ia melihat kemiripan dengan ayah mereka, Zephyr. Ekspresi wajahnya penuh penghormatan dan kekaguman saat ia menyadari betapa pria ini memancarkan aura yang sama dengan ayah mereka.


Dengan suara yang lembut, Althea mengucapkan terima kasih kepada pria tampan berambut hitam tersebut. "Cali, saat aku memandangmu, kau terlihat seperti ayah. Kau selalu berpikir panjang dan bijaksana dalam setiap tindakanmu. Terima kasih, Cali, karena telah mengingatkanku."


Pria tersebut, yang ternyata bernama Cali, tersenyum dengan hangat mendengar kata-kata Althea.


Dia melihat ke dalam mata Althea dengan kelembutan dan menganggukkan kepala sebagai tanda penghargaan.


"Althea, Ayah akan bangga melihat kita bekerja sama dengan baik dalam misi ini. Bersama-sama, kita akan menyelesaikan tugas kita tanpa cacat dihadapan ayah."


Cali tersenyum menghadapi Althea yang terdiam sejenak.


Dia bisa merasakan betapa kuatnya emosi Althea, tetapi dia tahu bahwa menghadapinya dengan tenang adalah satu-satunya cara untuk membantu saudaranya itu.


"Baguslah, emosimu sudah mereda. Sekarang, ayo kita pergi ke Markas Petualang," ucap Cali.


Namun, Althea tidak bisa langsung menerima rencana Cali. Dia mengingatkan Cali dengan keras, "Hey, kau bilang kau ingin merencanakan sesuatu untuk orang yang telah menghina ayah!"

__ADS_1


Cali dengan tenang menjawab, "Ya, rencanaku sebenarnya hanya untuk meredakan emosimu, Althea."


Namun, Althea merasa tertipu oleh perkataan Cali.


Dengan tajamnya, dia menyahut, "Sial kau, Cali! Kau menipu ku, dan sekarang manusia bodoh itu sudah pergi jauh!"


Mendengar hal itu, Cali mengubah nada bicaranya menjadi tegas dan menatap Althea dengan tatapan tajamnya.


"Althea, aku sudah memperingatkanmu untuk kedua kalinya. Apakah kau ingin mengecewakan ayah dengan emosimu yang bodoh itu?"


Dia mengingatkan Althea tentang momen ketika ayah mereka marah. Walaupun ayah mereka hanya mengeluarkan sedikit aura, itu sudah membuat mereka ketakutan. Dia kemudian menyebut reputasi mereka sebagai petualang kelas S+ yang telah mereka bangun selama dua tahun.


"Dengarkanlah, Althea! Kita sudah membangun reputasi kita di kerajaan ini sebagai petualang kelas S+, dan kau ingin menghancurkannya? Jangan bodoh, Althea! Jadi, diamlah dan ikutilah perkataanku!" tegas Cali.


Althea menatap wajah serius Cali, menyadari betapa menyeramkannya Cali saat marah, mirip dengan ayah mereka.


Dengan berani, Althea berkata kepada Cali, "Baiklah, Cali, kau menang! Jangan pernah mengingatkan aku tentang hal itu lagi, karena aku tidak ingin mengingat kejadian itu!"


Althea berusaha menghapus bayangan masa lalu yang menakutkan itu.


Cali berkata, Bagus, kalau begitu mari kita pergi ke markas petualang.


Cali dan Althea melangkah menuju markas petualang. Saat mereka memasuki markas, mereka disambut dengan pandangan kagum dari petualang lainnya.


Mereka berdua telah dianggap seperti idola oleh banyak para petualang.


Mereka menuju meja resepsionis dan Cali berkata kepada seorang resepsionis wanita, "permisi, Jadi, di mana ruang pertemuan Zach? Aku memiliki pertemuan penting tentang misi bersamanya."

__ADS_1


Resepsionis wanita itu memandang Cali dengan wajah yang memerah, terpesona oleh ketampanannya. Sambil malu-malu, ia menjawab, "Ah, ya, Tuan Cali yang terhormat. Tuan Zach sedang menunggu kedatangan Anda di ruangan 7. Tuan Cali, silakan menunggu kehadiran Anda."


Cali yang perhatian melihat wajah memerah sang resepsionis bertanya, "Mengapa wajahmu memerah? Apakah kamu sakit? Jika begitu, aku punya obat untuk meredakan sakitmu."


Resepsionis wanita itu mendengar perkataan Cali dengan hati yang berdetak cepat, terkesan oleh kebaikan hatinya. Dalam hatinya, dia berpikir, "Aaahh, Tuan Cali, kau begitu tampan dan baik hati. Kyaaa..."


Wanita resepsionis dengan wajah yang masih memerah cepat-cepat menjawab, "Ah, tidak apa-apa, Tuan Cali.


Aku hanya merasa kepanasan di sini." Cali mendengar jawaban wanita tersebut dan berkata, "Baiklah, jika begitu, aku ingin menemui Zach."


Dalam hatinya, Cali merasa aneh dengan reaksi wanita tersebut. Bagaimana mungkin ruangan ini terasa panas padahal sebenarnya tidak?


Dia mengingat perkataan ayahnya, bahwa manusia adalah makhluk yang aneh, dan yah itu ternyata benar!.


Althea yang berada di samping Cali merasa tidak nyaman dengan perhatian yang terus-menerus diberikan oleh orang-orang di sekitarnya.


Dia berbisik kepada Cali, "Cepatlah, Cali. Aku ingin segera keluar dari tempat ini dan menjauh dari manusia-manusia aneh yang selalu memandang kita dengan tatapan aneh. Begitu menjijikkan, eww."


Cali menghela nafas dan memahami kegelisahan Althea. Dia setuju untuk segera keluar dari situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman.


Althea dan Cali melanjutkan langkah mereka menuju ruangan 7 untuk bertemu dengan Zach dan membahas misi mereka.


Cali membuka pintu ruangan 7, dan di dalamnya terdapat seorang pria berambut pirang dengan wajah biasa saja, berusia sekitar 40 tahun.


Pria tersebut memiliki postur yang tegap dan sedang duduk di kursi. Saat Cali membuka pintu, pria berambut pirang tersebut berdiri dari kursinya dan melihat kedatangan Cali dan Althea dengan penuh perhatian.


Pria tersebut dengan sopan berkata, "Ah, akhirnya kalian berdua datang."

__ADS_1


__ADS_2